Wow Keren, Hanya Dengan Senyum Bisa Makan Gratis di Sini Lho

Haiii guys berjumpa lagi dengan saya si cantik imut, hehehe. Buat kamu kamu dan kamu yang punya hobi makan dan suka nongkrong-nongkrong, wajib baca artikel ini ya. Memangnya kenapa? Karena kali ini yang akan kita bahas adalah tentang sesuatu yang berkaitan dengan suatu tempat makan, yap KFC. Siapa sih yang gak tau dengan tempat ini, secara udah mendunia. Nah kalian udah tau belum kalau makan KFC di Cina cukup bayar pakai senyuman? Whattt pake senyum doang? Penasaran kan pastinya, yuk kita simak langsung.

Cukup Bayar Dengan Senyum

Wah-wah ini sih enak banget ya kalau makan tapi bayarnya cuma pakai senyuman doang, semua sih pada mau yang kayak gini. Di mana sih bisa kayak gitu? Jawabannya adalah KFC guys. Tempat makan yang terkenal di seluruh dunia ini memiliki cara baru untuk menarik pelanggan, tetapi ini masih berlaku di Cina ya guys.

Metode pembayaran digital Alipay membawa fitur baru ke salah restoran cepat saji KFC di Cina yang memungkinkan seorang pembeli melakukan transaksi dengan cara tersenyum. Salah satu KFC di kota Hangzhou, Cina ini mengatakan bahwa mereka kini punya fitur Smile to Pay yang akan membuat pembeli bisa memverifikasi pembayaran hanya dengan senyum.

Perusahaan yang berperan di balik teknologi ini adalah “Ant Financial”. Mereka berkata teknologinya membutuhkan waktu sekitar satu atau dua detik melakukan pemindaian wajah dengan kamera 3D dan algoritma khusus untuk mendeteksi identitas seorang pembeli.

Dikembangkan Oleh Yum China

Pembayaran jenis baru ini sedang dikembangkan Yum China Holding Inc untuk anak-anak muda. Yum China merupakan perusahaan berbasis di Amerika Serikat bernama Yum Brands Inc sejak beberapa tahun lalu dan terus berkembang. Perusahaan tersebut mampu menarik konsumen dengan cara dan pengalaman berbeda sejak 2012 lalu. Saat ini Yum masih menjadi perusahaan fast food terbesar di Cina dengan lebih dari 7 ribu gerai. Pergerakannya menurun pada kuartal ke dua. Namun naik kembali setelah menggunakan logo ‘KFC’. Eits tapi jangan salah dulu guys, di sini gak boleh asal senyum ya karena gak semua senyum diterima.

Nah, yang menjadi target utama adalah para generasi muda yang ada di Cina, kenapa? Karena generasi muda tersebut yang akan memutar roda perdagangan di masa depan. Presiden Yum China, Joey Wat mengatakan bahwa konsep gerai KPRO berbasis ‘young and tech savvy’, yakni para anak muda yang selalu memerlukan inovasi. Yum bekerja sama dengan Ant Financial dalam membangun face recognation software.

Makanan bisa dibayar hanya dengan memindai wajah konsumen, kemudian memasukkan nomor ponsel. Hal tersebut diperlukan untuk menghindari penipuan dan pemalsuan identitas. Jadi jangan coba-coba menyelinap ya, jangan pikir bisa asal-asal senyum ya.

Contohnya seperti ini, pelanggan berjenis kelamin laki-laki berusia sekitar 20 tahun dapat memesan satu set menu ayam, hamburger, sayap ayam dan sebotol coca-cola untuk makan siang. Pelanggan perempuan berusia sekitar 50 tahun akan direkomendasikan membeli bubur dan susu kedelai sebagai menu sarapan. Apabila konsumen tak menyukai rekomendasi tersebut, ia juga dapat menolaknya. Menariknya, sistem ini juga bisa mengenali pelanggan setia, sehingga bisa merekomendasikan menu-menu favorit pelanggan tersebut.

Alat pemindah wajah dikombinasikan dengan kamera 3D dan deteksi algoritma. Smile to Pay tidak bisa digunakan oleh orang ke dua atau pengganti dari identitas pemilik bahkan foto sekalipun. Untuk mengimbangi teknologi, Yum juga merubah menu makanan. Beberapa menu baru, seperti salad dan ayam panggang yang menjadi favorit. Yum juga menyuguhkan makanan Italia sejak dua tahun lalu dan tidak ketinggalan minuman seperti bir, kopi serta jus segar. Anak perusahaan Alibaba Group tersebut mengatakan bahwa ini adalah aplikasi komersial dan teknologi pertama yang ada di dunia.

“Dikombinasikan dengan kamera 3D dan algoritma deteksi kehidupan, Smile to Pay bisa mencegah seseorang menyalahgunakan foto atau video orang lain dan memastikan keamanan akun,” ujar Jidong Chen dari Ants Financial.

Dengan adanya aplikasi seperti ini dapat memudahkan para masyarakat di sana khususnya anak-anak muda. Tidak harus membawa dompet atau uang tunai ketika ingin pergi makan, belum lagi kalau tiba-tiba lapar tapi gak bawa uang. Kalau punya yang begini sih enak banget. Tinggal berpose depan kamera, lalu makan deh. KFC di Cina memang dikenal cukup inovatif dalam hal pengembangan teknologi. Restoran cepat saji itu sempat menghadirkan robot sebagai petugas customer service di salah satu gerai di kota Shanghai. Namun konsep gerai seperti ini bukan yang pertama bagi Yum. McDonald’s sebelumnya sudah jalankan ide serupa di Shanghai tahun 2015 lalu.

Nah gimana guys menurut kalian? Tertarik gak cobain bayar makan pake senyum? Haha tapi lucu juga ya kalau kita tinggal di Indonesia tapi karena mau cobain aplikasi tersebut harus ke Cina dulu. Yang ada tekor duluan, lebih baik makan KFC terdekat aja. Sampai jumpa lagi ya…