Waspada, Sidik Jari Bisa Dicuri Lewat Pose Dua Jari

Apa yang kamu pikirkan tentang sidik jari? Ya, sidik jari adalah hasil reproduksi tapak jari, baik yang sengaja diambil, dicapkan dengan tinta maupun bekas yang ditinggalkan pada benda karena pernah tersentuh kulit telapak tangan atau kaki. Kulit telapak adalah kulit pada bagian telapak tangan, mulai dari pangkal pergelangan sampai kesemua ujung jari dan kulit bagian dari telapak kaki mulai dari tumit sampai ke ujung jari yang mana pada daerah tersebut terdapat garis halus menonjol yang keluar satu sama lain yang dipisahkan oleh celah atau alur yang membentuk struktur tertentu. Ngomongin masalah sidik jari, kira-kira sidik jari tersebut bisa dicuri gak ya? Penasaran? Yuk, kita baca sama-sama artikel ini.

Ilmu Yang Mempelajari Sidik Jari

Daktiloskopi adalah ilmu yang mempelajari sidik jari untuk keperluan pengenalan kembali identitas orang dengan cara mengamati garis yang terdapat pada guratan garis jari tangan dan telapak kaki. Daktiloskopi berasal dari bahasa Yunani yaitu dactylos yang berarti jari jemari atau garis jari dan scopein yang artinya mengamati atau meneliti. Kemudian dari pengertian itu timbul istilah dalam bahasa Inggris, dactyloscopy yang kita kenal menjadi ilmu sidik jari. 

Fleksibilitas dari gelombang pada kulit berarti tidak ada dua sidik jari atau telapak tangan yang sama persis pada setiap detailnya. Pengenalan sidik jari melibatkan seorang pakar atau sebuah sistem pakar komputer yang menentukan apakah dua sidik jari berasal dari jari atau telapak yang sama.

Sidik jari merupakan identitas pribadi yang tak mungkin ada yang menyamainya. Jika di dunia ini hidup 6 miliar orang, maka ada 6 miliar pola sidik jari yang ada dan belum ditemukan seseorang yang memiliki sidik jari yang sama dengan lainnya. Karena keunikannya tersebut, sidik jari dipakai oleh kepolisian dalam penyidikan sebuah kasus kejahatan (forensik). Makanya pada saat terjadi sebuah kejahatan, TKP akan diclear up dan dilarang bagi siapa saja untuk masuk karena dikhawatirkan akan merusak sidik jari penjahat yang mungkin tertinggal di barang bukti yang ada di TKP.

Jenis-Jenis Sidik Jari

Ada tiga jenis sidik jari yaitu Whorl (lingkaran), Loop (sangkutan) dan Arch (busur). Sifat-sifat atau karakteristik yang dimiliki oleh sidik jari adalah parennial nature yaitu guratan-guratan pada sidik jari yang melekat pada manusia seumur hidup. Immutability yang berarti bahwa sidik jari seseorang tak akan pernah berubah kecuali sebuah kondisi yaitu terjadi kecelakaan yang serius sehingga mengubah pola sidik jari yang ada dan individuality yang berarti keunikan sidik jari merupakan originalitas pemiliknya yang tak mungkin sama dengan siapapun di muka bumi ini sekali pun pada seorang yang kembar identik. Mengenai bentuk dan pola sidik jari yang terdiri dari tiga jenis di atas memiliki ciri-ciri yang khas yaitu :

  • Whorl yaitu bentuk pokok sidik jari, mempunyai 2 delta dan sedikitnya satu garis melingkar di dalam pattern area, berjalan di depan kedua delta. Jenis whorl terdiri dari Plain whorl, Central pocket loop whorl, Double loop whorl dan Accidental whorl.
  • Loop adalah bentuk pokok sidik jari dimana satu garis atau lebih datang dari satu sisi lukisan, melereng, menyentuh atau melintasi suatu garis bayangan yang ditarik antara delta dan core, berhenti atau cenderung berhenti ke arah sisi semula.
  • Arch merupakan bentuk pokok sidik jari yang semua garis-garisnya datang dari satu sisi lukisan, mengalir atau cenderung mengalir ke sisi yang lain dari lukisan itu dengan bergelombang naik di tengah-tengah.

Sidik Jari Bisa Dicuri Dari Gaya Foto

Ada banyak gaya yang bisa kamu lakukan saat berfoto. Salah satu gaya yang paling populer adalah foto mengangkat tangan dekat dengan wajah dan mengacungkan dua jari. Waspadalah jika memakai pose tersebut karena telah diketahui gaya itu berpotensi mengancam keamanan data serta privasi.

Menurut kelompok peneliti National Institute of Informatics (NII) asal Jepang, pose yang identik dengan simbol damai atau peace tersebut ini dapat mengekspos sidik jari sehingga dapat diidentifikasi dan dicuri oleh oknum yang tak bertanggung jawab. “Hanya dengan menunjukkan pose dua jari di depan kamera, sidik jari dapat dengan mudah tersebar,” ujar Profesor Isao Echizen, peneliti keamanan dan media digital dari NII kepada media lokal Sankei Shimbun.

Dalam penelitiannya, NNI berhasil mengidentifikasi sidik jari seseorang yang dengan mudah diambil dari sebuah foto yang objeknya berpose dengan jarak tiga meter. Identifikasi sidik jari tersebut dilakukan tanpa bantuan tambahan teknologi canggih. Namun, para peneliti mencatat, sidik jari tersebut dapat dilacak selama gambar tersebut jernih.
Risiko peretasan sidik jari tersebut meningkat karena ketidakwaspadaan seseorang atas keamanan. Dengan berfoto selfie sambil bergaya dengan dua jari dari ponsel dan kemudian mengunggahnya ke media sosial, maka hal itu telah membuka potensi peretasan sidik jari.

Sidik jari saat ini dimanfaatkan sebagai alat rekognisi data diri dan verifikasi. Karena sifatnya yang unik, fitur pemindaian sidik jari diterapkan untuk menambah keamanan perangkat ponsel pintar, tablet sampai dengan laptop.
Tim NII saat ini tengah menciptakan film transparan yang terbuat dari titanium oksida yang dapat dipasangkan pada ujung jari sehingga sidik jari tidak dapat disalin. Sayangnya, teknologi pelindung tersebut baru tersedia dalam waktu dua tahun lagi.

Demikianlah penjelasan tentang sidik jari di atas tersebut, nah mulai sekarang berhati-hatilah kalau berfoto dengan gaya dua jari ya. Nanti sidik jari kamu bisa dicuri lho, gak mau kan privasi kamu dicuri? Makanya jangan pernah bergaya seperti itu lagi ya.