Mengenal Lebih Jauh Tentang Menara Jam “BIG BEN”

Jika di Indonesia kita memiliki jam gadang, sama halnya dengan Inggris yang juga memiliki jam dengan ukuran besar, yakni BigBen. Mungki kita semua sudah tak asing lagi dengan menara jam yang tinggi dan besar ini. Pasalnya BigBen juga merupakan ikon dari London-Inggris yang cukup terkenal. Nah jika ingin mengetahui hal mengenai menara jam BigBen ini, yuk simak ulasan berikut.

Sejarah BIG BEN

Big Ben merupakan sebuah bangunan jam raksasa yang terkenal di London, hampir semua orang di dunia pasti pernah mendengar bangunan bersejarah Inggris yang satu ini. Ketika orang mendengar kata Big Ben tentu saja langsung mengarah ke Kota London. Ya, karena memang menara tersebut berada di London dan lebih tepatnya berada di Istana Westminster, Kota London, Inggris.

Menara in tingginya 96.3 meter (316 kaki) dan dibangun dengan gaya Gothik Victoria. Sepanjang 61 meter tepat dari bawah muka jam, menara ini dibuat oleh susunan bata yang berlapis batu, sedangkan puncak menara ditopang dengan rangka besi. Menara ini dibangun di atas tanah berukuran 15 meter kali 15 meter, fondasi terbuat dari beton setebal 3 meter (9 kaki), pada kedalaman 4 meter (13 kaki)dibawah permukaan. Semua sisi jam tingginya 55 meter (180 kaki) dari atas tanah.

Karena berubahnya kondisi tanah sejak pembangunannya, Menara Big Ben sedikit miring ke barat laut kurang lebih 220 milimeter (8.66 inci), menara ini miring setiap tahun sebanyak beberapa milimeter ke arah timur dan barat dikarenakan efek thermal.

Lalu siapa perancang dari menara tersebut? Astronomi Inggris bernama Sir George Airy yang pertama kali mengusulkan ide ini. Ia ingin supaya berdiri jam yang dilakukan pengecekan rutin sehari dua kali oleh Obseravatiorium kerjaan di Greenwich.

Jam Big Ben dirancang oleh August Pugin yang dibuat dari kerangka besi yang diameternya mencapai 7 meter dan membutuhkan sebanyak 312 buah kaca opal. Beberapa kaca bahkan bisa dilepas untuk memudahkan pengecekan dan perawatan.

Jam Big Ben memiliki jarum pendek (waktu jam) sepanjang 2,7 m dan jarum panjang (waktu menit)sepanjang 4,3 m. Lonceng raksasa Jam Big Ben berbobot hampir 14 ton dan dilapisi seluruhnya dengan emas. Pada bagian sisi bawah jam, terdapat tulisan : Domine Salvam Fac Reginam Nostram Victoriam Primam yang artinya : Oh Tuhan, lindungi Ratu Victoria yang Pertama.

Dengan berat mencapai 14 ton tersebut, bel yang berukuran raksasa ditarik menuju menara melalui jalan-jalan kota London di atas kereta yang ditarik 16 ekor kuda dan menjadi tontonan warga saat itu. Setelah dipasang, ikon yang terletak di puncak menara Santo Stephen yang ada di istana Westminster yang merupakan tempat kerja parlemen Inggris ini pertama kali beroperasi pada tanggal 31 Mei 1859. Kini jam itu sudah berusia 158 tahun. Wow sudah lumayan tua ya menara tersebut.

Jam yang terkenal dengan keakuratannya ini teknologinya dibuat oleh pembuat jam amatir Edmund Beckket Denison dan Sir George Airy. Lalu penyempurnaan jam itu diserahkan kepada pakar pembuat jam Edward John Dent yang meninggal sebelum pekerjaan itu rampung, jam itu akhirnya dirampungkan anaknya yang bernama Frederic Dent. Jam ini benar-benar selesai dibangun pada tahun 1859.

Salah satu tugas penjaga jam Big Ben adalah menjaga keakuratan jam itu. Jam diputar secara manual dengan tangan tiga kali dalam sepekan. Perlu lebih dari satu jam untuk memutar jam tersebut karena tidak mungkin untuk memutarnya saat jam berdentang. Dia harus memutar jam dan menambah atau mengurangi koin penny dari pendulum. Menambah atau mengurangi satu penny mengubah kecepatan jam sampai 0,4 detik per hari.

Jam ini digerakkan oleh gravitasi yang terdiri atas tiga “train” atau roda gigi, yaitu Going, Chime dan Strike. Setiap roda gigi itu terdiri atas silinder yang terhubung pada beban yang menggantung ke bawah menggunakan kawat baja. Ketika beban turun, silinder akan berputar dan menggerakkan jarum dan lonceng lewat serangkaian roga gigi, kawat dan tuas.

Ketika Blitz London, Istana Westminster sempat dibom oleh Jerman, pada 10 Mei 1941, sebuah bom tiba-tiba menghancurkan dua dari empat muka jam dan sebagian dari atap menara serta menghancurkan ruangan dewan rakyat. Arsitek Sir Giles Gilbert Scott merancang lagi ruangan lima lantai. 2 lantai yang diisi saat ini dengan ruangan lain pertama kali digunakan pada tanggal 26 Oktober 1950. Jam ini masih berjalan, walaupun serangkaian serangan bom besar terus terjadi dan berlangsung sampai Blitz berakhir.

Beberapa kali mengalami renovasi

Big Ben juga mengalami beberapa kali renovasi karena mengalami kerusakan dan berikut ini merupakan tanggal kerusakan pada BIG BEN:

  1. Tahun Baru 1962: Jam menjadi lambat karena salju dan es yg menutupi lengan panjang jam, menyebabkan bandul terlepas dari tempatnya dan untuk mencegah kerusakan serius, bandul ini diayunkan lagi. Sehingga jam ini berdentang 10 menit kemudian.
  2. 5 Agustus 1976: Kerusakan besar pertama terjadi. Bagian lonceng jam mengalami kerusakan karena umur logam mekanisme lonceng dan penggunaannya yang tanpa henti selama lebih dari 100 tahun. Kerusakan ini merambat dan membuat bagian jam yang lainnya ikut rusak parah. Hal ini mengakibatkan Big Ben berhenti berdetak selama 9 bulan. Pada 9 Mei 1977 Big Ben kembali berbunyi. Ini adalah kerusakan paling lama yang pernah dialami Big Ben sejak pembangunannya. Sehingga BBC Radio 4 harus memberi tanda waktu dengan suara “pip”. Musim kemarau 1976 sangat panjang dan panas di Britania, mungkin hal inilah yang merupakan penyebab rusaknya jam.
  3. 27 Mei 2005: Jam berhenti pada pukul 10:07 malam. Hal ini dimungkinkan karena efek udara panas. Tercatat pada hari itu temperatur London mencapai 31.8 derajat celcius. Jam sempat berjalan sebentar, namun terhenti lagi pada pukul 10:20 malam dan tak bergerak selama 90 menit sebelum akhirnya berjalan kembali seperti sedia kala.
  4. 29 Oktober 2005: Dihentikan selama 33 jam sehingga jam dan loncengnya beristirahat untuk perbaikan pada mekanisme jam dan loncengnya. Ini adalah pemberhentian terlama selama kurun waktu 22 tahun.
  5. 5 Juni 2006: Lonceng “Quarter Bells” dikeluarkan dari menara selama empat minggu karena sudah rusak termakan waktu dan harus diperbaiki.
  6. 11 Agustus 2007: tanggal dimulainya perbaikan selama 6 minggu untuk Big Ben. Beberapa bagian jam dan lonceng diganti untuk pertama kalinya sejak pertama kali berdiri. Selama perbaikan, jam dijalankan oleh motor bertenaga listrik.

Nama Big Ben ini tidak diambil sembarangan, ada dua versi kisah yang menceritakan bagaimana nama “Big Ben” bisa menjadi julukan dari menara Elizabeth itu. Yang pertama adalah nama Big Ben ini diambil dari nama kepala dinas pekerjaan umum London bernama Sir Benjamin Hall saat jam itu dibuat. Namun versi lain mengatakan jika nama Big Ben diambil dari nama seorang petinju kelas berat saat itu bernama Benjamin Caunt. Nama itu diambil karena Benjamin adalah orang berperawakan tinggi dan besar sama seperti jam Big Ben.

Nah tahukah kamu kalau sebenarnya BIG BEN bukanlah nama asli menara jam tersebut? Secara resmi menara besar ini diberi nama “Elizabet Tower”, bertepatan dengan pesta 60 tahun Ratu Elizabeth II yang memimpin Inggris. Sebelumnya, menara itu hanya disebut dengan nama Clock Tower.

Pada 1855, Sir Benjamin Hall yang seorang politisi Inggris, diangkat sebagai First Commissioner of Works. Selain berjasa mengembangkan fasilitas lingkungan dan kebersihan di London, orang ini pula yang mengawasi pembangunan kembali Houses of Parliament, termasuk pembuatan genta raksasa berbobot lebih dari 13 ton yang diletakkan di atas menara tersebut yang akhirnya dijuluki dengan nama Big Ben.

Penggantian nama ini merupakan rekomendasi anggota Partai Konservatif, Tobias Ellwood dan diterima oleh anggota parlemen lain. Meski begitu, sebagian besar warga Inggris ternyata tidak menyetujui penggantian nama Big Ben. Sebuah jajak pendapat yang digagas YouGov menemukan bahwa setengah dari warga Inggris menolaknya dan hanya 30 persen yang setuju.

Kini menara jam berlonceng yang berada di gedung parlemen Inggris itu menjadi landmark paling favorit di Inggris. Alan Hughes, Direktur Whitechapel Bell Foundry, menyatakan tak aneh jika banyak orang mengunjungi dan mendengarkan dentang Big Ben. “Big Ben mungkin lonceng paling terkenal di dunia,” ujarnya. “Ketika mendengar Big Ben, kamu tak mungkin salah menebak bahwa itu bunyi Big Ben. Itu bukan sekadar lonceng besar biasa. Ini Big Ben. Suaranya unik.”

Keunikan suara itu sebenarnya tak disengaja. Suara “bong” yang terdengar itu terjadi karena ada retakan pada tubuh genta. Hantaman palu yang keras memang bisa membuat lonceng retak bahkan genta pertama Big Ben retak parah ketika uji coba. Lonceng pertama itu akhirnya dipotong dan dilumerkan pada 1858 dan dicetak ulang menjadi Big Ben yang saat ini tergantung di puncak menara.

Meski retak dan sudah uzur, Big Ben diperkirakan masih bisa terus berdetik. “Tak ada alasan mengapa Big Ben tak bisa abadi,” kata Mike McCann, penanggung jawab jam besar yang menjadi ikon kota London itu.

Walaupun menjadi salah satu lokasi wisata favorit dunia, bagian dalam Big Ben tidak boleh dimasuki oleh wisatawan dari luar negeri. Namun warga negara Inggris bisa mengadakan tur ke bagian dalam Big Ben dengan meminta izin dari anggota parlemen Inggris jauh hari sebelum tur tersebut diadakan.

Namun sayang sekali, dentang terakhir lonceng jam Big Ben berbunyi jam 12 malam pada 21 Agustus 2017 lalu. Setelah itu, jam yang berukuran seberat 13,7 ton akan kembali berbunyi pada 2021 mendatang. ‘Diamnya’ jam Big Ben tentu saja akan membuat rindu penduduk dan wisatawan di Inggris, terutama saat pergantian tahun.

Saat hari-hari normal, menara yang berlokasi di House of Parliament ini berdentang setiap jam dan ada juga lonceng-lonceng kecil yang berbunyi setiap 15 menit sekali. Selama renovasi, semua lonceng baik yang kecil maupun besar tidak akan berbunyi kecuali di saat-saat penting kayak malam tahun baru dan Natal.

Nantinya proses renovasi ini akan membuka seluruh bagian mesin dari Big Ben, memeriksa dan mengembalikan dalam bentuk aslinya. Seluruh jarum jam yang ada akan dibersihkan dan diperbaiki, sehingga tampil lebih baik lagi. Pemeliharan Big Ben diperkirakan memakan biaya hingga Rp503 miliar.

Selama pemeliharan, jarum jam akan tetap berputar dengan mesin yang berasal dari sistem elektrik. Namun, hanya satu sisi jam yang akan dibuka. Big Ben sendiri merupakan menara jam terbesar kedua di dunia setelah Royal Clock Tower di Mekkah. Menara ini juga dinamai The Tower of Big Ben atau Menara Santo Stephen.

Cara Menikmati Keindahan BIG BEN

LONDON memiliki ikon terkenal yang bernama Big Ben dan ketika berkunjung ke London memang wajib sekali untuk pergi melihat menara Big Ben yang mendunia itu. Kita bisa berfoto-foto di sana dan bisa dijadikan sebagai kenang-kenangan. Big Ben menjadi ritual wajib bagi wisatawan untuk dikunjungi. Nah jika kamu ingin menikmati keindahan menara tersebut, kamu bisa melihatnya dari tempat berikut ini:

  • Melalui London Eye

Kita bisa menikmati indahnya Big Ben London ini dari London Eye, kita bisa naik capsul London Eye dan menikmati kecantikan Big Ben dari atas. Dan waktu yang tepat jika ingin menikmati kecantikan Big Ben adalah dengan naik capsul London Eye ketika matahari akan terbenam. Pada jam itu kita bisa melihat indahnya Big Ben dari sana, ditemani matahari yang akan tenggelam di pucuk Big Ben dan istana Buckingham. Warna emas dari pantulan matahari membuat Big Ben menjadi semakin sempurna saja.

  • Westminster Bridge

Cara yang kedua adalah kita juga bisa menikmati keindahan London dari dekat yaitu kita bisa berdiri di Westminster Bridge yang ada di dekat istana Westminster. Kita bisa berdiri disana sembari menikmati keindahan Big Ben dari dekat, selain itu kita juga bisa menyaksikan keindahan dari Sungai Thames yang tepat ada di bawah jembatan besar itu. Tidak hanya itu saja, kita bisa berfoto di Jembatan itu dengan latar belakang Big Ben dan istana Westminster, tempat ini merupakan salah satu spot foto terbaik di London.

Nah itulah kurang lebih penjelasan mengenai BIG BEN di atas tersebut dan semoga saja dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan pengetahuan kalian semua. Gimana menurut kalian, penasaran kan pasti ingin liburan ke sana? Ya, tapi sangat sayang sekali karena untuk sementara kalian tak bisa mendengar bunyi dentangan jam menara tersebut sampai tahun 2021 mendatang. Hmm lama juga ya nunggunya hehehe…