Memahami Lebih Dalam Tentang ‘Optimis’

“Dalam menjalani hidup, maka kita harus optimis”, kamu pasti sering mendengar kata-kata tersebut bukan? Kamu tahu gak sebelumnya apa sih yang dimaksud dengan optimis? Pasti sebagian dari kalian ada yang belum paham nih apa arti sesungguhnya dan untuk mendapat penjelasan lebih lanjut lagi, silahkan simak artikel di bawah ini.

Apa Itu Optimis?

Optimis adalah sikap seseorang yang selalu berpengharapan (berpandangan) baik dalam menghadap segala hal atau persoalan. Atau bisa juga diartikan sebagai sikap positif terhadap suatu hal yang digambarkan dengan ciri-ciri berkeyakinan kuat dan rasa percaya diri yang tinggi akan sebuah hasil yang maksimal di masa yang akan datang.

Sebagai contoh misalnya seperti ini: seorang siswa/siswi yang mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB) dia berharap akan lulus dan diterima di perguruan tinggi yang ia pilih.

Masing-masing dari kalian pasti akan mengalami pahit manisnya kehidupan dan cara pandang yang optimis dapat meningkatkan kualitas hidup serta kesehatan jasmani dan rohani kamu. Sikap optimis juga merupakan komponen penting dalam menghadapi stres.

Namun jika kamu memiliki sikap yang pesimis, maka kamu kemungkinan akan selalu berpikiran negatif terus menerus. Seseorang yang pesimis biasanya selalu khawatir akan memperoleh kegagalan, kekalahan, kerugian atau bencana sehingga ia tidak mau berusaha untuk mencoba.

Umumnya seorang pesimis sering kali menyalahkan diri sendiri atas kesengsaraannya. Ia beranggapan bahwa kemalangan atau kesusahan bersifat permanen dan hal itu terjadi karena sudah nasib, kebodohan, ketidakmampuan atau kejelekannya. Akibatnya, ia pasrah dan tidak mau berupaya.

Sewaktu mengalami kegagalan atau tekanan hidup, bagaimana perasaan seorang yang memiliki sikap optimis? Seorang yang berpikiran positif atau berpikir secara optimis tidak menganggap kegagalan itu bersifat permanen. Hal ini bukan berarti bahwa ia enggan menerima kenyataan. Sebaliknya, ia menerima dan memeriksa masalahnya. Kemudian sejauh keadaan memungkinkan, ia bertindak untuk mengubah atau memperbaiki situasi.

Bersikap optimis bukan berarti kamu juga harus senang terhadap semua hal. Justru apabila kamu memaksakan merasa bahagia saat menghadapi masa-masa yang mungkin traumatis, kesehatan kamu bisa terganggu. Yang perlu kamu lakukan adalah sebaliknya, sadari seluruh perasaan yang muncul dalam hidup kamu. Terimalah perasaan-perasaan tersebut, baik negatif maupun positif sebagai bagian alamiah dari manusia.

Ciri-Ciri Orang Optimis

Optimis sangat berkaitan erat dengan harapan akan sesuatu yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Biasanya, optimis merupakan salah satu sifat seseorang yang diperoleh dari berbagai macam pengalaman hidup dan tentu saja tidak mudah mendapatkan sifat optimis di dalam diri kamu.

Nah apakah kamu adalah salah satu orang yang optimis? Untuk mengetahuinya, berikut adalah ciri-ciri orang yang memiliki sikap optimis:

  • Mampu menghentikan pikiran negatif

Ciri – ciri orang yang optimis pertama adalah mampu menahan dan juga menghentikan pemikiran negatif. Pemikiran negatif adalah salah satu penghambat untuk menjadi orang yang optimis, karena optimis adalah salah satu bentuk pemikiran yang positif. Karena itu, hentikan segala pemikiran dan emosi negatif sehingga kamu bisa menjadi orang yang lebih positif dan juga optimis.

  • Jarang berhenti

Sikap optimis akan menjadikan seseorang lebih sering bertahan dalam menghadapi kesulitan dan mereka yakin bahwa ada jalan keluar untuk menyelesaikan masalah. Mereka tidak berhenti dan terus terpuruk dalam keadaan sulit atau masalah.

Mereka akan beradaptasi pada keadaan yang ada serta mencoba cara lain untuk mendapatkan solusi. Tidak peduli sebesar apapun masalahnya bisa ditangani kalau kita memecahkan bagian-bagian dari yang cukup kecil. Mereka membagi pekerjaan menjadi kepingan-kepingan yang bisa ditangani.

  • Berteman dengan orang yang positif

Pastikan orang-orang dalam kehidupan kamu adalah orang-orang yang positif dan suportif. Tak semua orang yang kamu temui dalam hidup kamu akan punya orientasi dan ekspektasi kehidupan yang sama dengan kamu dan hal itu tentunya tidak masalah. Namun apabila sikap dan kelakuan orang lain memengaruhi sikap dan kelakuan kamu sendiri secara negatif, kamu harus mempertimbangkan menjauhi diri dari orang itu.

  • Selalu merasa gembira dan bersyukur

Di masa yang sulit dan juga susah pasti akan datang menghampiri kamu bagaimanapun caranya, kapanpun dan dimanapun. Orang-orang yang optimis akan menghadapi situasi seperti itu dengan cara yang benar, yaitu selalu merasa gembira dan selalu bersyukur atas apapun yang sudah diperoleh. Hindari mengeluh ketika berada dalam situasi sulit dan selalu utamakan rasa syukur dan juga gembira saat menghadapi segala macam situasi, terutama yang sulit dan juga tidak menguntungkan kamu.

  • Menggunakan imajinasi untuk melatih sukses

Optimis akan mengubah pandangannya hanya dengan mengubah penggunaan imajinasinya. Mereka belajar mengubah kekhawatiran menjadi bayangan yang positif.

  • Lebih cepat untuk memaafkan

Terdapat beberapa bukti yang menunjukkan bahwa orang yang optimis lebih mudah untuk memaafkan. Mereka akan lebih mungkin melihat sisi baik dari apa yang mereka alami atau lakukan. Peristiwa buruk atau menyakitkan hanya akan dijadikan sebuah pelajaran, kemudian memaafkan diri sendiri dan orang-orang yang terlibat agar lebih cepat beralih pada hal positif lainnya dan melanjutkan kehidupan.

  • Selalu yakin bahwa kesempatan selalu terbuka

Selanjutnya adalah selalu merasa yakin bahwa ada banyak kesempatan yang akan terbuka lebar untuknya. Mereka selalu yakin bahwa apa yang terjadi sekarang adalah sebuah pintu gerbang untuk kesempatan baru lainnya yang lebih besar dan terbuka lebar untuk mereka. Segala hal yang dihadapkan atau mereka hadapi adalah sebuah kesempatan baik yang harus mereka ambil dan mereka jalani.

  • Menerima apa yang tidak bisa diubah

Banyak hal di dunia ini yang sulit bahkan tidak bisa dirubah sama sekali, misalnya saja nasib. Ketika kamu mengalami suatu nasib sial, maka masa lalu itu sudah tidak akan pernah bisa dirubah lagi. Yang ada hanyalah masa kini dan juga masa depan.

Jika kamu memiliki sikap yang optimis, biasanya kamu akan mudah untuk menerima hal yang sudah tidak bisa dirubah lagi dan fokus pada apa yang akan dilakukan selanjutnya. Terima hal itu apa adanya dan tatap masa sekarang dan masa depan yang bisa dirubah, itulah ciri-ciri orang yang optimis.

  • Sering memberikan motivasi yang baik

Hal lainnya yang menarik dari ciri-ciri orang yang optimis adalah seringkali memberikan motivasi dan dorongan kepada orang lain untuk melakukan sesuatu hal yang baik dan juga positif. Motivator bisa jadi merupakan salah satu profesi yang sangat cocok untuk orang-orang yang optimis. Orang yang optimis mampu memberikan dorongan dan juga aura semangat yang positif bagi siapapun yang berada di sekitarnya, sehingga tentu saja akan sangat cocok untuk membangkitkan semangat dan juga harapan orang lain.

  • Sering olahraga

Seseorang yang optimis lebih aktif dalam melakukan berbagai hal, termasuk untuk urusan kesehatan. Jadi, mereka yang optimis cenderung lebih sering berolahraga. Namun, ada dua hal yang perlu diperhatikan tentang ini, apakah tubuh lebih aktif karena serotonin yang meningkatkan suasana hati atau memang dikarenakan optimis.

  • Membina cinta dalam kehidupan

Optimis saling mencintai sesama manusia karena individu mempunyai hubungan yang sangat erat. Individu memperhatikan orang-orang yang sedang berada dalam kesulitan dan menyentuh banyak arti kemampuan. Kemampuan untuk mengagumi dan menikmati banyak hal pada diri orang lain merupakan daya yang sangat kuat yang membantu mereka memperoleh optimisme. Kehidupan sosial pada dasarnya dapat dijadikan sebagai salah satu cara mengukur ataupun menilai sejauhmana seseorang mampu menjadikan orang disekitarnya sebagai partner di dalam menjalani hidup.

  • Miliki rasa humor

Cobalah untuk tersenyum dan tertawa khususnya saat menghadapi saat yang sangat sulit. Carilah kejadian yang mengundang tawa dalam kegiatan sehari-hari. Rasa humor yang baik membantu seseorang memiliki pikiran, emosi dan perilaku yang lebih positif.

Adakah Manfaat Memiliki Sikap Optimis?

Melakukan hal yang baik tentu saja akan mendapatkan manfaat yang baik pula. Berbahagialah jika kamu memiliki jiwa yang optimis. Perasaan dan mental positif tersebut tak hanya akan membangkitkan energi positif bagi orang-orang di sekitar, namun juga membangkitkan energi positif bagi jiwa dan raga kamu. Berikut ini merupakah manfaat lain jika kamu memiliki sikap optimis:

  • Banyak hal dapat dinikmati

Buka mata kamu dan lihatlah sekeliling kamu. Kamu akan menemukan sejumlah besar hal yang menakjubkan untuk dinikmati. Tidak perlu menjadi jutawan untuk mencapai kebahagiaan ini. Banyak kesenangan sederhana yang tak ternilai harganya, misalnya kamu tidak akan pernah bisa membeli senyum ceria saat-saat kebahagiaan yang dihabiskan bersama dengan teman terbaik. Itu adalah hal yang indah bukan?

  • Membantu berpikir lebih positif

Hampir setiap orang tentunya memiliki saat-saat bahagia dalam kehidupannya. Memiliki sikap yang optimis juga dapat membantu kamu berpikir lebih positif. Hal ini dapat membantu kamu mengatasi berbagai rintangan dalam kehidupan kamu.

Kamu seharusnya merasa bangga terhadap berbagai hal dalam kehidupan kamu yang dimulai dari keluarga, pekerjaan, hobi, teman atau berbagai hal lainnya. Syukurilah apa yang kamu miliki saat ini dan kamu akan dapat berpikir lebih positif.

  • Membuat kamu lebih maju

Memiliki sikap optimis merupakan salah satu hal penting untuk mencapai kesuksesan dan kemajuan dalam kehidupan. Orang yang optimis biasanya memiliki peluang untuk sukses yang lebih besar karena mereka tidak lari dari masalah yang sedang mereka hadapi dan justru mencoba untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Orang optimis memandang segala sesuatu dari sudut pandang yang lebih positif. Mereka yang optimis tidak mudah menyerah dan tetap akan terus melangkah maju untuk meraih kesuksesannya.

  • Hidup lebih lama

Menurut berbagai penelitian ilmiah, optimis dan berpikir positif berhasil dalam menjaga kesehatan kaum remaja dan meningkatkan pertahanan tubuh membuatnya lebih kuat. Harmoni jiwa adalah pertahanan terbaik terhadap hal-hal negatif dan penyakit.

Optimisme adalah cara terbaik untuk mengatasi stres. Kecemasan yang konstan dan stres sangat berbahaya bagi tubuh dan pikiran kamu. Ini akan membantu kamu hidup lebih lama dan menikmati setiap saat dalam hidup kamu. Orang optimis memiliki kadar hormon stres yang lebih rendah atau sedikit dalam tubuhnya.

Kadar hormon stres yang lebih sedikit dalam tubuh tersebut dapat menguatkan sistem imun tubuh dan ini berarti akan membuat tubuh menjadi lebih sehat. Jika ingin meningkatkan kualitas dan hidup lebih lama, gantilah pesimisme kamu dengan optimisme.

  • Optimisme bersifat menyembuhkan

Tak hanya mencegah atau menurunkan risiko penyakit jantung dan berbagai infeksi penyakit lainnya, optimisme juga bersifat menyembuhkan. Dalam sebuah studi kesehatan yang dilakuakan pada pasien-pasien depresi ditemukan bahwa terapi pikiran positif seperti optimisme yang dilakukan selama 12 minggu ternyata lebih berkhasiat dan efektif memperbaiki kondisi pasien daripada obat-obatan.

Negara Paling Optimis

Dibanding negara Barat, negara di Asia merasa lebih yakin dan optimis bahwa dunia akan menjadi lebih baik. Negara manakah saja yang paling optimis di dunia? Silahkan lihat di bawah ini:

  • Cina

Cina merupakan negara yang dianggap paling optimis sedunia. 41 persen warga Cina percaya bahwa dunia akan menjadi lebih baik untuk ditinggali.

  • Indonesia

Memang Indonesia masih menghadapi banyak masalah. Tapi ini tidak menjadikan Indonesia sebagai bangsa pesimis. Indonesia ditempatkan di posisi ke-2 sebagai negara paling optimis di dunia. 23 persen responden Indonesia mengungkapkan keyakinan mereka bahwa kehidupan akan menjadi lebih baik.

Meski secara keseluruhan optimisme negara-negara di dunia berkurang alias semakin pesimis, Indonesia justru semakin optimis. Hasil survei mengatakan bahwa Indonesia percaya tahun 2018 ini akan jauh lebih baik dibanding tahun 2017 lalu dengan rincian sebanyak 73% optimis lebih baik dan 6% menyatakan akan lebih buruk.

  • Saudi Arabia

Negara kaya minyak ini berada di posisi ke-3. Menurut survey, 16 persen warga Arab Saudi percaya bahwa dunia akan menjadi lebih baik dibandingkan sekarang. Masyarakat di sana sangat optimis tentang hal tersebut.

  • Thailand

Dengan 11 persen warganya yang menanggap bahwa dunia dapat menjadi lebih baik, Thailand menempati posisi ke-4 sebagai negara paling optimis.

  • Uni Emirat Arab

Negara federasi yang terdiri dari tujuh keemiran ini menempatkan diri di peringkat 5 negara paling optimis sedunia. 10 persen warga dari negara yang kaya minyak ini berpendapat bahwa dunia akan menjadi lebih baik.

  • Swedia

Negara di utara Eropa ini dianggap sebagai negara Barat dengan penduduk paling optimis. 10 persen warga Swedia menganggap bahwa dunia akan lebih baik.

  • Hong Kong, Denmark, Norwegia, Finlandia

Dengan 8 persen warga yang optimis bahwa dunia akan lebih baik, Hong Kong menempati posisi ke-6 bersama dengan tiga negara Skandinavia: Denmark, Norwegia dan Finlandia.

  • Amerika Serikat dan Malaysia

Kedua negara ini berada di posisi 7. Walau negara-negara ini dianggap sangat mapan, namun warganya tidak terlalu menunjukkan optimisme bahwa kehidupan akan menjadi lebih baik. Hanya 6 persen warga di dua negara ini menganggap dunia akan lebih baik.

  • Jerman

Mungkin survey ini dilakukan pada saat yang tidak tepat. Beban krisis pengungsi yang kini dihadapi negara ini dianggap sebagai penyebab bahwa hanya 4 persen warganya menganggap bahwa dunia akan menjadi lebih baik.

Benarkah Indonesia Menjadi Negara Paling Optimis?

Survei yang digelar Gallup International di 55 negara menempatkan Indonesia di urutan 10 besar dalam Indeks Optimisme. Kebanyakan meyakini tahun 2018 akan lebih baik ketimbang tahun sebelumnya. Jajak pendapat yang digelar di 55 negara itu juga menempatkan Indonesia di urutan 8 indeks kebahagiaan, di bawah Papua Nugini, Vietnam dan Filipina.

Artinya, rasa optimis untuk kehidupan lebih baik tidak selalu berbanding lurus dengan kebahagiaan. Tapi setidaknya, dengan masuk 10 besar sebagai negara paling bahagia di dunia, kita tentu bangga dengan pencapaian ini. Apalagi ketika hasil survei kebahagiaan di dunia secara umum menurun sekitar 10 persen dari tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh berbagai masalah yang dihadapi di tahun 2017 seperti serangan terorisme terorisme.

Mungkin sebagian besar dari kita masih bertanya-tanya. Apa betul kita adalah negara paling optimis dan termasuk paling bahagia di dunia? Apa indikator yang menyimpulkan tentang itu semua. Jika diukur dari segi personal, rasanya optimisme ini sangat relatif.

Tahun 2017 lalu menjadi tahun yang cukup pelik. Berbagai masalah di beberapa lini kehidupan seperti ekonomi, kesehatan bahkan politik, tetap belum terselesaikan. Ditambah dengan ricuhnya media sosial yang dijadikan wadah atau propaganda untuk menyerang oknum, menyebar ujaran kebencian dan lain sebagainya.

Setiap tahun Gallup menggelar survey global dengan tiga indikator, yakni harapan, optimisme di bidang ekonomi dan kebahagiaan. Responden antara lain ditanya mengenai apakah tahun 2018 akan lebih baik atau lebih buruk ketimbang tahun lalu.

Sebanyak 73% menjawab lebih baik dan hanya 6% yang meyakini tahun ini akan lebih buruk ketimbang sebelumnya.
Sementara dalam Indeks Optimisme Ekonomi, Indonesia menempati ranking ketiga dari 55 negara dengan 63% responden meyakini tahun ini perekonomian nasional akan melonjak dan menciptakan kemakmuran.

Di setiap akhir tahun lembaga ini melakukan survei terhadap 55 negara di dunia untuk mengetahui bagaimana optimisme, kebahagiaan hingga perkembangan ekonomi negara-negara tersebut. Lebih dari 53 ribu orang diwawancarai terkait survei ini. Masing-masing negara memiliki 1000 responden yang terdiri dari wanita dan pria yang dipilih secara acak. Sebagai lembaga yang terpercaya, tentu saja hasil ini juga bisa dipertanggungjawabkan.

Ya begitulah kurang lebih pembahasan kita mengenai sikap optimis. Sangat bermanfaat jika kita memiliki sikap optimis bukan? Semoga dengan membacanya artikel ini, kamu bisa menumbuhkan sikap optimis dalam diri agar dapat menjalani hidup yang lebih lagi. Sekian dulu dan sampai jumpa lagi…