“Hizamakura”, Menikmati Sensasi Tidur Dipangkuan Cewek Seksi

Bukan Jepang namanya kalau gak buat hal yang aneh-aneh dan unik. Nah kira-kira apalagi sih yang diciptakan negeri sakura ini? Udah tak terhitung lagi deh berapa banyak penemuan, teknologi dan benda unik yang dikeluarkan oleh Jepang. Kali ini ada benda unik yaitu bantal berbentuk paha yang diberi nama Hizamakura, penasaran gimana bentuknya? Yuk, langsung aja kita kepoin.

Sejarah Bantal

Ternyata bantal yang kita pakai sekarang ini tidak sama dengan bantal pada zaman dahulu lo guys, memang dulu gimana bentuknya ya? Sekarang ini kita bisa tidur nyenyak di bantal yang empuk dan lembut, sedangkan dulu bantal terbuat dari batu. Nah lho bayangin aja gimana tidur beralaskan batu yang keras, bisa nyenyak gak kamu?

Penggunaan bantal saat tidur sudah dikenal sekitar 7.000 tahun sebelum masehi silam. Bantal pertama kali dipakai oleh bangsa Mesopotamia yang menghuni wilayah antara Sungai Eufrat dan Sungai Tigris atau yang dikenal saat ini sebagai Irak. Hal itu dibuktikan melalui penemuan peninggalan arkeologi yang sempat ditemukan dalam proses ekskavasi di Mesir.

Selain di Mesopotamia, bantal juga digunakan oleh masyarakat Mesir kuno. Hanya saja bantal yang digunakan oleh bangsa Mesir sedikit lebih lembut dari pada bantal batu bangsa Mesopotamia. Tapi, bangsa Mesir saat itu sebenarnya tidak terlalu menyukai menggunakannya karena mereka lebih suka meletakkan kepalanya di atas pilar bangunan.

Bantal lembut juga dikenal oleh masyarakat Cina kuno. Bedanya bantal lembut di Cina memiliki hiasan berupa gambar-gambar. Bantal kuno bangsa Cina ini diperkirakan dibuat sekitar tahun 960 masehi. Seperti halnya bangsa Mesir kuno, bangsa Cina saat itu juga tidak terlalu menyukai menggunakan bantal lembut untuk tidur. Mereka percaya bahwa bantal lembut adalah pencuri energi saat digunakan waktu tidur. Karena itu, masyarakat Cina lebih menggunakan bantal berbahan kayu atau bambu yang tergolong keras.

Memasuki abad pertengahan, bantal mulai digunakan oleh bangsa Eropa. Ketika itu penggunaan bantal menjadi simbol bagi status kedudukan sosial tertentu, dimana mereka yang menggunakan bantal adalah masyarakat berstatus sosial menengah ke atas.

Saat bantal dijadikan simbol status sosial, Raja Henry VII sebagai pemimpin kerajaan Inggris ingin mengubah paradigma secara drastis. Ia kemudian melarang semua orang menggunakan bantal saat tidur, kecuali wanita hamil. Sejak saat itulah para pria di Eropa enggan menggunakan bantal, kalau mereka tetap memakai bantal, mereka akan dianggap sebagai pria lemah.

Memasuki abad ke-19, pandangan itu mulai pudar. Bantal bahkan kemudian dianggap sebagai alat bantu yang menjadikan tidur lebih nyenyak. Hal itu menjadikan bantal empuk diproduksi secara masal. Bahan baku yang digunakan pun mulai beragam, ada yang berisi kapas, dakron, bulu angsa dan sebagainya. Bahkan bantal kini telah menjadi trend dan hal wajib bagi hampir setiap orang untuk menemaninya saat beristirahat.

Jepang Tak Mau Kalah Dalam Menciptakan Bantal

Pria mana sih yang gak mau tidur di pangkuan paha cewek yang bohay? Tentu saja gak akan ada satupun pria yang menolak kecuali kalau dia “jeruk makan jeruk”, hehehe. Bantal ini bentuknya setengah badan perempuan dengan rok mini dan kaki yang duduk bersimpuh yang diberi nama “Hizamakura”. Nanti pengguna bisa tidur di bagian paha perempuan tersebut, waw amazing kan.

Penemu bantal aneh ini adalah Makoto Igarashi tahun 2014. Bagi penggemar budaya otaku, mereka pasti tahu kalau paha perempuan adalah bagian dari fantasi para pria dewasa Jepang. Pemikiran orang-orang Jepang untuk menciptakan penemuan baru memang gak ada matinya, bayangin aja kok bisa kepikiran buat bantal bentuk paha. Memang harus diakui Jepang memang luar biasa.

Bantal ini memiliki ukuran 50x30x30 cm dengan berat 0,9 kg. Ini ibarat ukuran sungguhan kaki perempuan muda Jepang yang sedang bersimpuh. Sebenarnya bantal Hizamakura sudah dirilis awal 2000-an oleh perusahaan pembuatnya yang bernama Trane. Saat itu bantal Hizamakura laris sebagai hadiah natal dan tahun baru. Namun hingga kini bantal lengkap dengan rok mini tersebut masih laris diburu pembeli terutama oleh para wisatawan.

Benda tersebut banyak ditemui di toko-toko duty free di bandara internasional Tokyo dan Narita serta dijual online. Banyak orang yang membelinya sebagai oleh-oleh untuk guyonan terhadap temannya yang kesepian atau menjomblo. Bantal Hizamakura memang dipasarkan dengan embel-embel “mengobati kerinduan pada rumah” untuk orang-orang yang sering bepergian atau kesepian. Bantal unik ini dijual dengan harga sekitar USD 80 (sekitar Rp 1 juta), lumayan fantastis juga ya harganya, kalau beli bantal yang biasa udah dapat berapa ya?

Nah itu dia bantal unik buatan Jepang tersebut, nah kamu gak penasaran gimana rasanya tidur dipangkuan cewek seksi? Rasakan dong sensasinya guys, hehehe.