Mengenal Lebih Dalam Tentang Remote Kontrol

Hallo teman-teman sekalian, apakah kabar kalian baik-baik saja. Ya, semoga saja seperti itu ya guys. Di artikel kali ini yang akan kita bahas adalah “REMOTE  KONTROL”. Sebelum membahasnya lebih dalam lagi, kira-kira ada yang tahu gak nih siapakah pencipta remote kontrol? Nah buat kamu yang belum tahu dan ingin mendapatkan informasi yang lebih jelas lagi, silahkan simak langsung artikel di bawah ini.

Pengertian

Pengendali jarak jauh atau yang lebih sering disebut dengan remote kontrol adalah sebuah alat elektronik yang digunakan untuk mengoperasikan sebuah mesin dari jarak jauh. Istilah remote kontrol juga sering disingkat menjadi remot saja.

Remote kontrol adalah perangkat kecil yang biasanya digenggam dan untuk mengontrol perangkat lain seperti televisi, radio atau audio/video rekaman perangkat. Remote kontrol umumnya beroperasi melalui sinyal infra merah, tetapi kadang-kadang juga bisa dengan sinyal frekuensi radio.

Remote kontrol dapat mengontrol berbagai fungsi seperti volume, saluran, nomor trek dan fungsi lainnya. Perangkat remote kontrol modern sering memiliki fungsi lebih untuk mengontrol yang ada pada perangkat itu sendiri Peralatan-peralatan elektronik seperti pesawat televisi, radio tape, VCD player, DVD player atau penyejuk ruangan(AC) saat ini dapat dipastikan sudah dilengkapi dengan sebuah remote control.

Dengan remote control tersebut, kita dapat mengatur pesawat TV seperti memindahkan saluran TV atau mengubah volume suara dari posisi tempat duduk kita tanpa perlu mendatangi pesawat TV. Remote kontrol biasanya menggunakan baterai AAA yang kecil atau AA sebagai satu dayanya.

Meskipun sekarang-sekarang ini kebanyakan orang membatasi pengertian remote kontrol pada peralatan-peralatan elektronik rumah saja, namun sebenarnya fungsinya jauh lebih luas. Seperti namanya remote kontrol adalah alat pengendali jarak jauh yang berfungsi untuk mengendalikan sebuah benda (biasanya memiliki komponen elektronik). Benda yang dikendalikan tersebut kemudian akan memberikan respon sesuai jenis instruksi yang diberikannya. Instruksi diberikan dengan cara menekan tombol yang sesuai pada remote kontrol.

Sejarah mencatat bahwa pada masa awal pengembangannya penerapan remote kontrol sempat digunakan oleh pasukan Jerman untuk menggerakan kapal-kapal lautnya dari jarak jauh untuk ditabrakan ke kapal perang pasukan sekutu pada Perang Dunia I. Dan sekarang ini remote kontrol digunakan untuk berbagai keperluan dari untuk mengubah temperatur AC hingga mengatur gerak robot.

Remote control telah terus-menerus berkembang dan maju selama beberapa tahun terakhir untuk menyertakan konektivitas Bluetooth, sensor gerak-enabled kemampuan dan kontrol suara. Teknologi zaman sekarang memang luar biasa ya. Dan tak ketinggalan, remote kontrol juga digunakan sebagai pembuka pintu garasi, penghalang otomatis dan juga untuk alarm yang ada di rumah.

Sejarah Remote Kontrol

Pengendali jarak jauh atau remote kontrol pertama kalinya diperkenalkan oleh RADIO AMERIKA SERIKAT (AS) dan pembuat TV Zenith pada tahun 1950, Eugene Polley. Perangkat yang diberi nama “LAZY BONE” ini terhubung dengan serangkaian kabel panjang, kabel ini kemudian terbukti tidak aman dan berbahaya. Ternyata kabel tebal itu terasa sangat merepotkan karena sering membuat orang jatuh tersandung atau sering rusak digigit anjing. Saat kabelnya lepas, remote kontrol ini pun menjadi tidak berfungsi.

Pada tahun 1955, Zenith menghilangkan kabel dan menggantinya dengan teknologi cahaya (Flashmatic)yang bentuknya mirip seperti alat pengering rambut atau hair dryer, di mana seberkas cahaya atau sinar dipancarkan dari modul remote untuk mengendalikan tombol yang terdapat pada TV.

Sayangnya tombol atau perangkat pada TV kurang bisa mengenali mana cahaya yang datang dari remote dan cahaya yang datang dari sumber lainnya sehingga terkadang ketika ada terkena lampu ruangan atau sinar matahari, saluran atau volume pada TV dapat berpindah dengan sendirinya.

Tahun depannya, yaitu pada 1956, Zenith kembali memperkenalkan pengendali TV terbarunya, ‘Space Commander’. Nah alat inilah yang hingga kini disebut-sebut sebagai pengendali TV nirkabel pertama. Saat pengguna mengklik tombol yang ada pada pengendali atau remote ini, perangkat akan otomatis mengirim suara berfrekuensi tinggi yang hanya dikenali TV. Keunggulan lainnya, alat ini tak membutuhkan baterai.

Tahun 1980, Zenith membuat eksperimen remote kontrol yang menggunakan sinar inframerah. Remote kontrol ini menggunakan gelombang cahaya berfrekuensi rendah sehingga mata manusia tidak bisa menangkapnya, tapi bisa tertangkap televisi.

Penemuan remote kontrol menggunakan sinar inframerah ini kemudian berhasil mengatasi kekurangan-kekurangan yang dimiliki remote kontrol yang menggunakan gelombang ultrasonik. Setelah itu, penggunakan remote kontrol mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Beberapa waktu lalu, Eugene Polley meninggal dunia pada usia 96 tahun. Ia memang bukan orang pertama yang menciptakan remote control untuk TV. Karena ide tentang remote control tak berkabel tersebut pertama kali dilontarkan oleh Nikola Tesla pada tahun 1893.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas tadi, pada tahun 1955, Polley yang seorang insinyur yang bekerja pada Zenith Radio Corp, perusahaan pembuat TV mengusulkan untuk menciptakan remote TV tak berkabel. Dan penemuannya tersebut memberi banyak manfaat bagi jutaan pemirsa TV di Amerika. Polley pun mendapat sebutan sebagai “The Father of the Remote Control” atau bapak pencipta remote kontrol.

Komponen-Komponennya

Komponen-komponen remote control yang dimaksud adalah jenis remote control yang sering dijumpai pada peralatan elektronika rumah yang menggunakan gelombang infra merah sebagai pembawa sinyal. Sebuah sistem remote control terdiri dari beberapa bagian yaitu:

  • Transmitter (pengirim sinyal)

Alat ini berfungsi untuk mengirimkan instruksi ke peralatan elektronika. Alat ini adalah sebuah LED (light emitting Diode) sinar infra merah yang berada di pesawat remote control.

  • Panel remote kontrol

Panel ini berisi sejumlah tombol di pesawat remote kontrol. Setiap tombol memiliki fungsi yang berbeda-beda. Bentuk panel ini tergantung dari jenis alat yang dikendalikannya.

  • Papan rangkaian elektronik

Di dalam setiap pesawat remote control terdapat sebuah papan rangkaian elektronik, dalam bentuk sirkuit terintegrasi (integrated circuit). Fungsi komponen ini adalah membaca tombol yang ditekan pengguna kemudian membangkitkan transmitter untuk mengirimkan sinyal dengan pola sesuai tombol yang ditekan.

  • Receiver (penerima sinyal)

Alat ini berada di dalam alat elektronika yang akan menerima instruksi. Untuk jenis sinar infra merah alat yang digunakan adalah fototransistor infra merah. Alat ini berperan dalam mendeteksi pola sinyal infra merah yang dikirimkan remote kontrol.

Gelombang infra red adalah salah satu nama untuk lebar frekuensi pada spektrum gelombang elektromagnetik. Pada spektrum gelombang electromagnet, panjang gelombang infra red lebih panjang dari cahaya tampak dan lebih pendek dari gelombang radio.

Panjang gelombang infra red berada antara 750 nm (nano meter) hingga 1 mm (mili meter). Prinsip cara kerja remote control sendiri sebetulnya cukup sederhana, sinyal sinar infra merah dipancarkan dari pemancar remote control membentuk pola sinyal tertentu. Selanjutnya pola sinyal tersebut akan diterima oleh peralatan elektronik, lalu pola sinyal tersebut akan diterjemahkan menjadi instruksi tertentu.

Lalu bagaimana cara remote kontrol tersebut bekerja? Prinsip kerja remote ini mirip dengan cara kerja sandi morse yang dikirim melalui mesin telegraf. Seorang operator pengirim mengirimkan pesan teks singkat kepada operator penerima yang berada pada jarak tertentu.

Namun pesan tersebut dikirimkan dalam bentuk pola kode-kode morse yang melambangkan huruf-huruf dalam pesan yang dikirimkannya. Mesin telegraf menggunakan kode tertentu karena tidak dapat mengirimkan data suara seperti pesawat telepon.

Tetapi telegraf dapat mengirimkan arus listrik yang terhubung ke sebuah bel pada bagian penerima, sehingga operator penerima akan menerima suara dari bel dalam pola-pola tertentu yang apabila dirangkai akan dapat diterjemahkan sebagai pesan singkat.

Nah remote kontrol ini juga menggunakan LED (Light Emitting Diode) infra merah yang berfungsi sebagai pengirim (transmitter) pola sinar infra merah. LED infra merah adalah sejenis lampu kecil yang memiliki dioda yang akan memancarkan cahaya infra merah apabila diberi arus.

Sinyal infra merah yang dikirimkan tidak akan dapat dilihat oleh mata kita, karena sinar infra merah tidak termasuk gelombang elektromagnetik pada spectrum cahaya tampak. Namun sinar tersebut dapat terbaca oleh receiver yang ada pada peralatan elektronik yang menerima sinyal tersebut.

Jika pola sinyal infra Red yang diterima sesuai dengan salah satu instruksi seperti instruksi menaikkan volume suara pada pesawat televisi, maka volume suara pesawat televisi tersebut akan dinaikkan. Jika pola sinar infra merah yang dibaca tidak dapat dikenali maka pesawat televisi akan mengabaikannya.

Hal ini mungkin saja terjadi jika sebuah pesawat remote kontrol untuk peralatan lain yang berada tidak jauh dari pesawat televisi tersebut sedang digunakan. Bentuk kode sinyal tersebut untuk masing-masing tombol tergantung kepada perusahaan produsen peralatan elektronik. Pada dasarnya setiap perusahaan bebas menentukan kode sinyal untuk setiap tombol pada pesawat remote kontrol.

Penggunaan sinyal sinar infra merah ini memang hanya cocok untuk keperluan di dalam ruangan saja seperti pada peralatan elektronik rumah atau kantor, karena selain memiliki keterbatasan jarak yang pendek (maksimal sekitar 10 meter), sudut pengiriman juga sangat kecil sehingga remote kontrol harus diarahkan ke tepat ke alat elektronik tersebut. Sinar infra merah juga tidak bisa tembus dinding sehingga harus berada di ruang saja.

Penggolongan infra merah berdasarkan daerah panjang gelombangnya, infra merah dapat dibedakan menjadi tiga daerah yakni:

  1. Near Infrared, dengan daerah panjang gelombang 0.75 – 1.5 µm.
  2. Mid Infrared, dengan daerah panjang gelombang 1.50 – 10 µm.
  3. Far Infrared, dengan daerah panjang gelombang 10 – 100 µm.

Dengan adanya Teknologi Pengendali (Remote kontrol) ini bisa membantu untuk memudahkan pekerjaan dalam sehari-hari, selain itu lebih efektif dan efisien. Dalam kehidupan sehari-hari diharapkan masyarakat sudah menggunakan Teknologi Pengendali (Remote kontrol) ini. Tetapi, disarankan juga untuk tidak menggunakannya dengan berlebihan.

Selain itu, penerapan Teknologi Pengendali (Remote kontrol) dibedakan menjadi dua jenis yaitu Analog dan Digital seperti yang ada di bawah ini:

  • Teknologi Pengendali Analog

Analog merupakan proses pengiriman sinyal dalam bentuk gelombang. Misalnya ketika seseorang berkomunikasi dengan menggunakan telepon, maka suara yang dikirimkan melalui jaringan telepon tersebut dilewatkan melalui gelombang.

Dan kemudian ketika gelombang ini diterima, maka gelombang tersebutlah yang diterjemahkan kembali ke dalam bentuk suara sehingga si penerima dapat mendengarkan apa yang disampaikan oleh pembicara lainnya dari komunikasi tersebut.

  • Teknologi Pengendali Digital

Teknologi komunikasi digital adalah teknologi yang berbasis sinyal elektrik komputer, sinyalnya bersifat terputus-putus dan menggunakan sistem bilangan biner. Bilangan biner tersebut akan membentuk kode-kode yang merepresentasikan suatu informasi tertentu.

Demikianlah pengertian remote kontrol di atas serta penjelasan yang berhubungan dengan hal tersebut. Semoga saja artikel ini dapat menambah pengetahuan, wawasan serta menginspirasi kamu untuk selalu membaca dan selalu membaca. Sekian dulu dan semoga berjumpa di artikel lainnya yang tak kalah menarik. See you ….