“Gawai”, Teknologi Zaman Sekarang Yang Bisa Bikin Kecanduan

Perkembangan teknologi di zaman sekarang ini memang semakin maju, hal tersebut pun memberikan efek positif dan negatif. Misalnya dari segi positif, dengan adanya teknologi baru maka semua kerjaan akan terasa lebih mudah. Sedangkan dari segi negatifnya adalah kita bakalan ketergantungan dan ketagihan dengan teknologi tersebut.

Nah salah satu teknologi terbaru yang membuat orang ketagihan adalah “GAWAI”. Bahkan anak-anak zaman sekarang lebih mementingkan memainkan gawai tersebut daripada belajar. Kalau anak malas belajar karena asyik main gawai salahnya siapa dong? Salah anaknya atau orang tua yang membelikannya ya?

Kabar yang menghebohkan baru-baru ini adalah ada dua anak yang masuk rumah sakit jiwa akibat kecanduan gawai. Kedua anak tersebut terpaksa harus dirawat di Poli Jiwa RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Bondowoso. Lalu apa sebenarnya penyebabnya? Yuk, mari kita simak penjelasannya di bawah ini.

Pengertian

Gawai adalah sebagai suatu peranti atau instrumen yang memiliki tujuan dan fungsi praktis yang secara spesifik dirancang lebih canggih dibandingkan dengan teknologi yang diciptakan sebelumnya. Gawai juga sering dikenal dengan sebutan gadget.

Sebagai contoh teknologi gawai zaman sekarang ini misalnya laptop atau pun notebook. Selain itu juga, kalau dulu kita masih memakai telepon rumah maka sekarang kita dibuat simple dengan adanya handphone atau telepon selular yang mebuat kita lebih mudah dan bisa dibawa kemana-mana.

Tetapi sekarang ini yang lebih sering digunakan adalah Gawai Smartphone. Gawai tersebut memiliki pengaruh yang positif negatif bagi manusia. Dengan kemunculan teknologi tersebut sebenarnya akan mengurangi nilai moral dan sosial budaya dan berpengaruh pada pola perilaku masyarakat.  Maka penting sekali bagi orang tua untuk menemukan solusi untuk meminimalisir penggunaan gawai smartphone bagi anak sekolah dasar.

Dampak Positif dan Negatif Dari Gawai

Gawai atau GADGET adalah alat komunikasi modern yang memiliki berbagai fungsi canggih. Alat ini juga didefinisikan sebagai alat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus dengan unit kerja yang tinggi. Di zaman yang serba modern ini, teknologi gadget atau gawai mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Dari awal kemunculannya yang hanya sebatas alat untuk telepon, kini gadget berubah menjadi seakan-akan kebutuhan primer bagi setiap manusia. Dari tahun ke tahun, mulai dari anak kecil sampai orang dewasa sudah menggunakan gadget yang sangat canggih. Semua hal yang ada di dunia memiliki hal positif dan negatif, sama halnya dengan teknologi gawai seperti di bawah ini.

Dampak Positif

  • Menambah ilmu pengetahuan

Gadget kini menjadi media yang memungkinkan kita untuk mengakses berbagai informasi di manapun dan kapanpun sehingga menambah wawasan dan pengetahuan. Bahkan, kini anak-anak sudah tak asing dengan barang ini. Mereka biasa mengakses internet untuk hiburan maupun sebagai sarana untuk mengerjakan tugas sekolah mereka.

  • Mendukung aspek akademis

Dengan adanya teknologi gadget atau gawai ini sebenarnya dapat mendukung akademis anak. Seorang anak dapat melakukan browsing dengan gadget akan mudah untuk mencari informasi perihal pengetahuan yang ia dapat di sekolah.

Jadi ia tidak perlu bersusah payah mencari katalog buku di perpustakaan untuk mencari informasi yang berkaitan dengan pengetahuan. Beberapa tenaga pendidik menyadari adanya kemajuan teknologi ini mendukung pendidikan anak, dengan membuat program sederhana atau perangkat lunak yang digunakan sebagai media pembelajaran.

  • Meningkatkan kemampuan berbahasa

Kamu tidak perlu heran ketika melihat seorang anak yang sering menggunakan gadget atau gawai untuk memainkan game menjadi pandai berbahasa asing. Hal itu dikarenakan hampir semua game dan aplikasi yang beredar di pasaran saat ini menggunakan petunjuk berbahasa Inggris. Maka pemain atau pengguna akan dituntut untuk membaca petunjuk permainan atau informasi aplikasi agar dapat memainkannya dengan baik atau menjalankan aplikasi.

  • Memperluas jaringan pertemanan

Munculnya berbagai situs media sosial seperti line, instagram, path, skype memungkinkan kita untuk menambah banyak teman dan bahkan dari berbagai belahan dunia sekalipun. Gadget membuat dunia seakan-akan berada dalam genggaman kita.

  • Mengikuti perkembangan teknologi

Seorang anak yang juga pengguna gadget tentu akan mengikuti perkembangan teknologi seperti misalkan jika ada produk gadget yang baru dan lebih canggih tentu ia akan tertarik untuk memilikinya. Namun biasanya hal ini tergantung dari status ekonomi keluarga. Keluarga yang tergolong mampu secara ekonomi tentu dapat membelikan anaknya gadget terbaru dibandingkan yang kurang mampu. Sebab pada dasarnya harga gadget itu tidaklah murah.

  • Mengurangi tingkat stres

Beberapa anak mengaku bahwa sekolah adalah hal yang menegangkan karena diperlukan konsentrasi tinggi dan keseriusan. Namun dengan memainkan game pada gadget, chatting dengan teman di media sosial atau mengunduh lagu kesukaan teman dapat mengurangi ketegangan syaraf.

Dampak negatif

  • Kecanduan

Seperti sudah dibahas di atas, saat ini gadget bagi sebagian orang merupakan kebutuhan primer. Mereka tidak bisa dipisahkan. Hal ini membuat mereka kecanduan, terutama bagi yang hobi bermain game. Kecanduan seperti ini menyebabkan mereka kurang berinteraksi dengan orang lain.

  • Risiko penyalahgunaan

Kali ini adalah bahaya laten gadget bagi anak-anak terhadap penggunaan gadget apabila kita tidak mengawasinya. Di balik kemudahan kita mengakses informasi melalui gadget, akan menjadi riskan bagi anak-anak. Sudah banyak kasus pelajar yang berbuat cabul akibat kecanduan pornografi melalui gadget. Ini bisa membuat anak salah jalan, hingga membuat mereka melakukan hal–hal yang menyimpang.

  • Terkena radiasi

Menurut beberapa penelitian, menggunakan gadget terlalu sering akan rentan terkena radiasi terutama pada anak kecil. Pancaran sinar dari layar sangat membahayakan kesehatan perkembangan sistem saraf.

Apa yang terjadi jika sudah kecanduan gawai sampai menjadi stres? Jika anak sudah sampai pada level kecanduan dengan gawai, ada bagian otak anak yang rusak yang menyebabkan anak tidak bisa mengontrol emosinya. Secara umum, bagian otak yang cidera yaitu prefrontal cortex, yaitu bagian yang berfungsi sebagai kontrol emosi, menentukan mana yang benar atau salah sesuai norma.

Rasa senang saat bermain gawai bisa menimbulkan efek ketergantungan yang berakibat pada ketidakseimbangan emosi dalam diri si anak. Jadi karena dia mendapatkan kesenangan dari bermain gadget, rangsangan itu menimbulkan efek dopamin buat dia, jadi terus merasa ketagihan.

Nah saat mereka dilarang bermain gawai, maka mereka mengalami guncangan jiwa karena berperilaku mengerikan jika tidak diberi izin memegang atau menggunakan gadget-nya, seperti membentur-benturkan kepalanya ke tembok.

Memang kecanggihan teknologi gawai atau gadget saat ini memang membuat semua orang takjub. Pada akhirnya semua orang seolah menjadi ketergantungan dengan keberadaan gawai ini. Akan tetapi, orang tua sebaiknya lebih waspada terhadap kebiasaan anak bermain gawai. Kecanduan gawai dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada anak, baik di masa kini maupun di masa yang akan datang.

Benarkah Memegang Gawai Dengan Satu Tangan Berbahaya?

Bukan hal tabu lagi jika hampir semua orang memiliki gawai, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Sekali saja kita tidak memegang maka rasa cemas akan menghampiri. Walau terkadang tidak ada hal penting untuk dilakukan dengan smartphone, namun kita selalu inin mengecek dan memegangnya.

Walaupun mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat, gawai sebenarnya memiliki dampak yang tersembunyi terhadap jangka panjang kesehatan kita. Apa itu kira-kira? Selain membuat kita kecanduan, baru-baru ini sebuah penelitian melihat efek kesehatan lain yang diakibatkan oleh gawai.

Para peneliti National Taiwan University Hospital meneliti bahwa sering memegang gadget dengan satu tangan dianggap dapat berakibat buruk untuk kesehatan. Menggunakan satu tangan saat memegang gawai dalam jangka panjang dapat membuat otot berkontraksi lebih sering dan memberi tekanan pada tangan sekaligus bagian ibu jari.

Tekanan yang diberikan dapat terjadi karena hanya satu tangan yang menyokong berat dari gadget. Dampak yang dapat timbul yakni sering muncul rasa nyeri pada otot lengan. Tak hanya itu saja, di bawah ini juga merupakan bahaya jika terlalu lama memegang gawai atau gadget:

  • Gangguan tidur

Biasakan untuk mematikan handphone ketika tidur atau menaruh di tempat yang jauh. Medan magnetik yang ada di sekitar ponsel kita bisa memicu kerusakkan sistem syaraf. Hal ini dapat menimbulkan insomnia atau gangguan tidur dan bila dibiarkan terus, bisa-bisa kita cepat lupa alias pikun.

  • Sakit leher

Sakit leher ini disebabkan oleh kebiasaan kita yang terlalu sering menunduk atau membungkuk ketika memainkan gadget dalam waktu yang lama. Kebiasaan buruk lainnya yang memicu ‘text neck’ ini adalah ketika kita memainkan gadget sambil tiduran.

  • Peradangan kulit

Sering curhat berjam-jam di telepon? Buang jauh-jauh kebiasaan itu mulai saat ini. Permukaan ponsel yang terbuat dari nikel bisa memicu terjadinya alergi atau peradangan kulit. Ini bisa terjadi bila kita terlalu lama menempelkan handphone ke kulit. Gejala adalah gatal-gatal yang diikuti kulit yang memerah.

  • Risiko kanker otak

Meningkatkan risiko kanker otak sampai 400% bagi remaja. Makin muda usia pemakai gawai makin tinggi risiko kanker yang bisa dideritanya.

Posisi Yang Salah Saat Menggunakan Gawai

Berbicara tentang gawai, di mana pun kamu berada misalnya di kantor, rumah atau tempat lainnya, gawai menjadi barang yang selalu melekat. Kamu mungkin selalu menatap gawai berjam-jam setiap hari, bahkan lebih lama daripada kamu melihat anak, pasangan atau hal lainnya.

Bermain gawai sambil tiduran setelah capek kerja seharian adalah hal yang paling menyenangkan. Masing-masing dari kita punya posisi yang berbeda-beda selama menggunakan gawai. Tapi tahukah kamu bahwa tanpa disadari, ternyata posisi atau cara menggunakan gawai tersebut tidak boleh asal-asalan.

Lalu posisi yang bagaimana yang dianggap salah saat menggunakan gawai? Berikut ini adalah posisi yang salah:

  • Kepala menunduk dengan gawai di bawah

Karena terlalu lelah menatap layar komputer atau laptop selama di kantor dan kampus, kamu akhirnya mencoba mereduksi cahaya layar gawai dengan menjauhkannya dari mata. Tujuannya bagus supaya mata tidak kering namun jika menyimpan smartphone terlalu bawah dan membuat kamu menunduk terlalu lama, justru malah berbahaya untuk kesehatan leher kamu. Apalagi jika kamu menggunakan gawai hingga satu jam lebih.

  • Menatap laptop dengan badan membungkuk

Menggunakan laptop dengan posisi bersila di atas sofa memang tampak nyaman. Namun tahukah kamu bahwa meletakkan laptop di atas kaki yang bersila, membuat badan kita ikut membungkuk dan menunduk. Hal itu tidak hanya membuat leher kamu menegang, tapi juga membebani punggung bagian bawah.

Perbaiki dengan pindahkan laptop kamu ke meja. Ini memungkinkan kamu mempertahankan posisi tulang belakang yang netral dan nyaman. Gunakan laptop dengan posisi tegap saat di meja. Dalam keadaan darurat, letakkan bantal di pangkuan kamu.

  • Senderan main tablet di kasur

Sambil menunggu ngantuk, senderan menggunakan bantal di tembok atau tepian kasur memang bikin nyaman. Apalagi kalau sambil membalas chat atau ngecek akun media sosial kamu. Namun, jangan dilakukan keseringan jika enggak mau sakit punggung dan leher.

Jika memang sengaja memainkan gadget untuk menunggu ngantuk, baiknya lakukan dengan posisi tidur menyamping. Namun ingat, jangan tutupi sebelah mata saat main gawai sambil tiduran jika tidak mau terkena gejala kebutaan sementara.

  • Gunakan gawai dengan posisi berbaring telungkup

Saat kamu berbaring telungkup di sofa atau di atas kasur dengan tablet kamu di lantai, sedangkan kepala dan leher tergantung di sampingnya. Ini bukanlah posisi baik untuk leher kamu. Ini bukan posisi normal untuk leher kamu karena gravitasi membuat kepala kamu harus menekuk, namun leher kamu mencoba melawannya sehingga bisa menyebabkan ketegangan otot atau ligamen. Efek samping lain yang mungkin terjadi yakni nyeri punggung.

 

Sekian dulu penjelasan di atas tersebut untuk dimengerti. Sangat penting untuk orang tua agar selalu memperhatikan anak saat menggunakan gawai. Berilah pemahaman agar anak tak selalu menggunakan gawai dalam waktu yang lama, begitu pun juga dengan orang dewasa. Hindarilah bermain gawai berjam-jam agar tak berpengaruh dengan kesehatan kamu. Sampai disini dulu ya pembahasan kita kali ini dan sampai jumpa lagi…