Kenapa Uang Koin Di Korea Selatan Dihapuskan? Simak Alasannya

Kenapa sih uang koin atau uang logam jarang banget digunakan? Paling kalau untuk nambah kekurangan saat belanja dalam jumlah kecil baru uang koin tersebut dibutuhkan. Hmmm kalau gak sih pasti bakalan kagak dianggap keberadaannya, hehehe benar kan guys? Tapi, buat sebagian anak kecil sangat suka sekali menabung dengan uang recehan ini lho. Terlepas dari itu semua, kamu udah tau belum kalau negara Korea Selatan udah menghapus uang logam dari pasaran? Kira-kira apa alasannya ya? Yuk, kita simak penjelasannya.

Penghapusan Uang Koin

Kebanyakan orang malas menerima kembalian uang logam entah karena gak butuh ataupun udah kelebihan uang, yang jelas sebagian orang pasti bakalan bilang “kembaliannya gak usah deh”. Selain itu, uang receh juga makan tempat dan membuat dompet cantikmu berubah bentuk, uang koin biasanya bakal hilang dan berserakan entah kemana.

Tapi, ada saatnya juga uang logam tersebut dibutuhkan. Ketika akhir bulan datang dan dompetmu kering kerontang, mengais-ngais uang koin seringkali bisa jadi kunci untuk menyambung hidup. Awalnya sih malas tapi karena butuh ya terpaksa deh.

Hal ini pun dirasakan oleh Masyarakat Korea, kenapa? Pertengahan bulan April 2017 yang lalu, pemerintah negeri gingseng ini sedikit demi sedikit akan menghilangkan semua uang koin dari peredaran. Walaupun belum jelas, tetapi banyak yang bilang ini adalah langkah pertama untuk mewujudkan cashless society atau masyarakat tanpa uang tunai di Korea Selatan nantinya.

Pemerintah Korea Selatan tengah melakukan uji coba penghapusan uang koin dari perekonomian negara tersebut. Untuk menggantikan kembalian recehan koin, para pelanggan di toko-toko tertentu bisa mendapat uang kembalian dalam bentuk penambahan saldo pada kartu prabayar seperti kartu transportasi.

Menurut Bank of Korea (BOK), pelanggan tidak perlu membawa uang kembalian berupa uang koin setelah membayar tunai dengan uang kertas. Sejumlah toko ritail besar turut ambil bagian dalam skema tersebut. Jika uji coba ini berhasil, bank-bank akan membolehkan uang kembalian langsung ditransfer ke rekening bank mulai tahun depan.

Kartu prabayar non tunai ini bisa untuk membayar biaya transportasi dan berbelanja di minimarket. Jadi ketika seseorang berbelanja di toko-toko terdekat dan seharusnya mendapat kembalian dengan nominal uang koin, maka kartu bayarnya akan langsung ditambahkan sebesar kembalian tersebut. So, gak perlu lagi deh berat-berat ngantongi uang recehan.

Biaya Produksi Uang Koin Lebih Mahal

Pembuatan recehan koin ini memakan biaya yang cukup mahal. Menurut BOK (Bank Of Korea), negara menghabiskan dana 53,7 miliar won atau Rp630,8 miliar di tahun 2016 hanya untuk memproduksi uang koin. Pemerintah menilai bahwa dana yang dialokasikan untuk pembuatan uang koin ini bisa dihemat dan dimanfaatkan untuk kebutuhan lain. Oleh karena itu ketergantungan terhadap uang koin yang umumnya digunakan sebagai alternatif kembalian pun mulai coba dihapuskan. Waw, sungguh tak disangka bukan? Uang receh yang kita anggap sepele tersebut ternyata bernilai miliaran.

Skema kembalian uang dengan penambahan saldo prabayar yang sudah berlangsung di Korea Selatan berjalan cukup efektif. Lama kelamaan bisa jadi uang tunai juga akan ditinggalkan. Berganti dengan uang elektronik yang diperbelanjakan dengan kartu prabayar, kartu debet dan kartu kredit. Uang elektronik bahkan dinilai lebih aman dan minim pencurian. Dengan adanya uang elektronik juga bisa menekan angka inflasi dan permasalahan peredaran uang. Iya juga sih kalau dipikir-pikir, lebih aman dan simple.

Rencana penghapusan uang koin pertama kali dicetuskan oleh salah satu pejabat Korsel bernama Cha Hyeon Jin. Menurutnya dengan peniadaan koin, masyarakat Korsel ke depan berpotensi besar tidak tidak lagi menggunakan uang tunai sebagai alat bertransaksi.

Nah, kira-kira Indonesia tertarik tidak ya mengikuti jejak Korea tersebut? Ya kalau untuk menghemat anggaran negara sih tidak masalah untuk diikuti, lebih baik digunakan untuk hal yang lebih penting. Namun sayangnya, alternatif pengganti uang kembalian dengan menambahkan saldo kartu prabayar belum bisa dilakukan di Indonesia. Selain setiap retail atau toko tidak semuanya memiliki sistem secanggih ini, masih jarang juga masyarakat kita yang menggunakan kartu prabayar maupun uang elektronik.

Padahal sih negara kita ini sebagian bank nya sudah menyediakan layanan uang elektronik, namun masyarakat kita nampaknya masih lebih percaya dengan uang tunai. Cuma kalau berpikir untuk jangka panjang, menghilangkan uang koin bisa jadi perubahan positif juga di Indonesia. Hal itu terkait dengan imbauan pemerintah untuk tidak memberi uang pada pengemis atau pengamen di pinggir jalan dan akan langsung berjalan kalau warga memang tidak punya uang koin.

Demikianlah uraian di atas tersebut, gimana menurut kamu guys kalau negara kita ini mengikuti jejak Korea? Baik atau tidak? Ya kalau untuk menghemat pengeluaran negara, kenapa tidak?