Kenapa Banyak Orang Tidak Menyukai Pelajaran Matematika? Simak Jawabannya Disini

Banyak orang yang tidak menyukai mata pelajaran MATEMATIKA, kenapa? Ya, kalau ditanya pasti jawaban mereka adalah karena matematika itu sangat sulit. Nah kalau banyak orang menganggap itu sulit, lalu gimana dengan guru matematika ya? Kenapa mereka bisa menguasai ilmu matematika yang sulit? Nah dalam artikel ini kita akan membahas tentang matematika dan mengapa banyak orang tak suka dengan pelajaran itu. Yuk, ikuti terus artikel ini.

Asal Usul Ilmu Matematika

Matematika adalah ilmu yang pasti. Matematika merupakan ratu ilmu karena semua cabang ilmu pasti memerlukan perhitungan. Kata metematika berasal dari bahasa Yunani Kuno yaitu, “mathema” yang berarti “pengkajian, pembelajaran, ilmu”. Kesimpulannya bahwa matematika adalah ilmu pasti yang berkenaan dengan suatu penalaran. Matematika adalah ilmu yang mendasari dari kehidupan manusia. Matematika masih terus berkembang secara dinamis seiring perubahan zaman.

Matematika mulai muncul dan berkembang pertama kali di Mesopotamia, Mesir Kuno dan Yunani Kuno. Manusia prasejarah telah berhasil mengetahui bagaimana caranya mencacah objek-objek fisik dan mereka juga mengenali bagaimana cara mencacah besaran abstrak seperti waktu (Hari, Musim dan Tahun). Manusia pada zaman prasejarah menggunakan hakikat alam untuk mengindentifikasi atau mengetahui ruang dan waktu sehingga terbentuklah ide dan konsep mengenai waktu itu sendiri.

Pengertian matematika menurut para ahli:

  • James and James (1976). Matematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran dan konsep-konsep yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan jumlah yang banyak dan terbagi ke dalam tiga bidang, yaitu aljabar, analisis dan geometri.
  • Johnson dan Rising (1972). Matematika adalah pola fikir, pola mengorganisasikan, pembuktian yang logik, matematika itu adalah bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas dan akurat, representasinya dengan simbol dan padat, lebih berupa bahasa simbol mengenai ide daripada mengenai bunyi.
  • Reys, dkk (1984). Matematika adalah telaah tentang pola dan hubungan, suatu jalan atau pola fikir, suatu seni, suatu bahasa dan suatu alat.
  • Ruseffendi E. T (1988:23). Matematika terorganisasikan dari unsur-unsur yang tidak didefinisikan, definisi-definisi, aksioma-aksioma dan dalil-dalil dimana dalil yang telah dibuktikan kebenarannya berlaku secara umum, karena itulah matematika sering disebut ilmu deduktif.
  • Kline (1973). Matematika itu bukan ilmu pengetahuan menyendiri yang dapat sempurna karena dirinya sendiri, tetapi adanya matematika itu terutama untuk membantu manusia dalam memahami dan menguasai permasalahan ekonomi, sosial dan alam.
  • Paling (1982) dalam Abdurrahman (1999:252). Mengemukakan ide manusia tentang matematika berbeda-beda, tergantung pada pengalaman dan pengetahuan masing-masing. Ada yang mengatakan bahwa matematika hanya perhitungan yang mencakup tambah, kurang, kali dan bagi tetapi ada pula yang melibatkan topik-topik seperti aljabar, geometri dan trigonometri. Banyak pula yang beranggapan bahwa matematika mencakup segala sesuatu yang berkaitan dengan berpikir logis.

Sebenarnya matematika sangat berguna untuk kehidupan sehari-hari, misalnya saja dalam transaksi perdagangan, dalam kegiatan pertukangan, dalam berbagai macam pengukuran dan masih banyak lagi hal lainnya yang berhubungan dengan ilmu Matematika. Seseorang yang ahli dalam bidang Matematika disebut dengan Matematikus atau disebut juga dengan Matematikawan. Sedangkan untuk sesuatu yang sangat pasti dan sangat tepat biasanya disebut dengan Matematis.

Dalam Matematika, akan diajarkan berhitung mulai dari penambahan, pengurangan, pembagian bahkan perkalian. Selain itu, masalah bangun ruang, struktur, sudut dan bahkan perubahan dari bilangan-bilangan juga dipelajari dalam ilmu Matematika.

Matematika menjadi salah satu pelajaran yang telah diajarkan dari tingkat Dasar. Bahkan, kini matematika sudah mulai diperkenalkan dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini. Dalam matematika, ada beberapa komponen penting yang harus dipelajari seperti berikut ini:

  • Struktur: Dalam komponen struktur, ada beberapa hal yang dipelajari. Itu semua adalah fungsi, kalkulus dan juga himpunan. Itu semua telah mulai diajarkan mulai dari Pendidikan Menengah Pertama dan Menengah Atas.
  • Ruang: Komponen kedua yang dipelajari dalam ilmu Matematika adalah Ruang. Kamu tentu pernah mempelajari bangun ruang dalam Ilmu Matematika bukan? Itu semua masuk dalam komponen Ruang. Ada beberapa hal yang dipelajari dalam komponen ruang di dalam Ilmu Matematika yaitu Trigonometri, Geometri dan Teorema Phytagoras.
  • Perubahan: Komponen ketiga yang dipelajari dalam Ilmu Matematika adalah Perubahan. Dalam komponen perubahan, hal yang dipelajari ada 3 macam hal. Pertama adalah determinasi, kedua adalah fungsi dan yang terakhir adalah analysis.
  • Besaran: Komponen terakhir yang dipelajari dalam ilmu Matematika adalah besaran. Dalam komponen besaran, hal yang dipelajari adalah jenis-jenis bilangan dan juga teori bilangan.

Dalam belajar matematika, kalian sangat dibutuhkan untuk aktif. Matematika bukanlah sekedar pelajaran untuk menghitung sesuatu. Matematika adalah pelajaran yang melatih logika kita untuk problem solving. Berbeda dengan pelajaran lain, satu bab pelajaran matematika bisa meliputi berbagai macam masalah (soal) yang harus kita selesaikan.

Caranya adalah dengan membiasakan otak kita untuk menyelesaikan soal-soal itu. Ini sama saja dengan menyelesaikan permasalahan hidup. Kita harus aktif melatih kemampuan kita menyelesaikan masalah, agar jika bertemu masalah apapun, kita bisa menyelesaikannya dengan baik.

Cabang Ilmu Matematika

Seperti halnya ilmu pengetahuan yang lain, pelajaran matematika juga terbagi menjadi beberapa cabang ilmu. Cabang-cabang ilmu tersebut antara lain:

  • Aritmatika

Ini merupakan cabang ilmu matematika ‘harian’, maksudnya aplikasi aritmatika ini pasti dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu ini membahas berbagai operasi dasar bilangan seperti perkalian, pembagian, penjumlahan, pengurangan, pemangkatan dan operasi dasar lainnya. Suka atau tidak suka dengan matematika, aritmatika ini pasti digunakan.

Contoh penggunaan sederhana adalah dalam penggunaan uang, prinsip untung-rugi dalam berdagang, perhitungan bunga tabungan atau pinjaman dalam hal urusan dengan bank. Operasi dasar dalam aritmatika ini yang kita kenal dengan kabataku (kali, bagi, tambah, kurang).

  • Geometri

Secara etimoloi bahasa arti geometri ini adalah frase dari dua kata. Geo yang memiliki arti bumi dan metri arti nya ukur. Geometri secara harafiah berarti pengukuran tentang bumcabang matematika membahas tentang bidang, bentuk, ruang, volume, luas. cabang ini banyak di kuasai oleh para insinyur, arsitek. Ilmu yang membahas bentuk, bidang dan ruang suatu benda (terutama luas dan volume). Insinyur dan arsitek yang kompeten pasti menguasai cabang Matematika ini.

  • Aljabar

Penamaan dari bahasa Arab ini mengandung arti pertemuan atau hubungan atau juga bisa dimaknai dengan kata penyelesaian. Cabang Aljabar ini disebutkan sebagai bentuk karakteristik bentuk umum dari aritmatika. Sub topik pembahasn aljabar ini bisa dikelompokkan menjadi struktur aljabar abstrak dan aljabar dalam bidang. Ilmu ini membahas manipulasi operasi aritmatika untuk mencari suatu nilai variabel yang belum diketahui. Profesi seperti programer dan ahli komputer biasanya wajib menguasai ilmu ini.

  • Trigonometri

Secara bahasa trigon berarti tiga sudut, metri berarti mengukur, cabang ini membahas tentang sudut segitiga dan fungsi trigometri seperti sinus, cosinus, tangen. Contoh dalam kehidupan sehari – hari sistem navigasi satelit, menghitung tinggi pohon (Pramuka). Cabang matematika yang didedikasikan untuk mempelajari semua properti pada segitiga (terutama sudut dan sisi) beserta manipulasinya. Trigonometri juga harus dikuasai oleh para insinyur dan arsitek.

  • Kalkulus

Secara bahasa calculus (bahasa latin) artinya batu kecil untuk menghitung. Cabang ilmu matematika yang mencakup limit, turunan, integral dan deret tak terhingga. Kalkulus merupakan cabang ilmu wajib yang harus dipelajari bagi semua profesi yang berkaitan dengan matematikan seperti programmer, insinyur, arsitek bahkan ahli ekonomi menggunakan ilmu ini.

Ilmu kalkulus mempelajari laju perubahan sesuatu, penjumlahan sesuatu yang banyak sekali menuju suatu nilai pasti, sampai pendekatan yang luar-biasa akurat untuk menghitung sesuatu yang “nyaris” mustahil dipecahkan untuk dihitung menggunakan operasi matematika biasa.

  • Statistik

Cabang ilmu ini digunakan untuk mengumpulkan, mengolah data serta menyajikan suatu data. Ilmu ini biasanya sering dikaitkan dengan ilmu hitung peluang.

Mengapa Matematika Tidak Disukai?

Tak usah ditanyakan lagi kalau pelajaran matematika merupakan pelajaran yang paling susah dan paling dibenci banyak siswa di sekolah. Namun hal tersebut tidak berlaku buat mereka yang sangat suka dengan pelajaran tersebut dan untuk mereka yang menyukai tantangan dalam berhitung baik itu menghitung uang, memperkirakan potongan diskon dan menghitung lainnya.

Bagi kebanyakan anak-anak sekolah, matematika mungkin merupakan pelajaran yang sangat sulit dan membosankan sehingga pelajaran ini tidak begitu digemari dibandingkan pelajaran lainnya. Dalam satu kelas, hanya sebagian kecil siswa yang menyukai pelajaran matematika.

Ketidakgemaran siswa untuk mendalami pelajaran matematika tentu menjadi masalah dalam proses belajar mengajar, khususnya bagi guru matematika sendiri, padahal matematika adalah pelajaran yang diutamakan negara.

Ada beberapa hal yang menyebabkan pelajaran ini terlihat berbeda dengan pelajaran lain. Untuk bisa menguasai matematika, kamu harus punya logika yang kuat, punya strategi atau rumus tepat serta sikap dan mental pantang menyerah. Berikut ini beberapa alasan kenapa pelajaran matematika tidak disukai banyak orang:

  • Rumus dan angka

Alasan utama matematika sangat sulit adalah karena matematika merupakan pelajaran abstrak yang hanya berisi angka dan rumus. Dalam pelajaran matematika, sudah pasti akan selalu berurusan dengan angka sehingga itu akan sangat membosankan.

Bagi siswa sendiri, permainan angka tentu lebih sulit dibandingkan dengan mendengarkan cerita dan kisah sejarah yang memang berhubungan dengan kehidupan secara real. Setiap orang suka bercerita, apalagi jika kisah itu bagus, pasti banyak orang yang mau mendengarkannya. Namun seringkali guru matematika tidak menambahkan cerita ketika sedang mengajar. Alhasil, matematika terasa membosankan.

Ini ibarat siswa ditanya oleh guru matematika, “10.000 dibagi 4 sama dengan berapa ?”, siswa akan berpikir lebih lama untuk menjawabnya. Berbeda jika guru memberikan uang Rp. 10.000 yang dibagikan kepada 4 siswa, tentu siswa dengan cepat membagi uang masing-masing mendapatkan Rp. 2.500.

Membangun cerita ketika sedang mempelajari sesuatu adalah metode yang kerap dipakai untuk mengajar. Hampir semua mata pelajaran punya kisah yang dapat diceritakan. Namun matematika tetaplah pelajaran logika dan fakta, tidak semuanya mengandung cerita menarik. Terlebih jika diajarkan pada anak usia dini, mereka akan cepat bosan.

  • Guru yang membosankan

Matematika adalah pelajaran yang penuh dengan angka. Jika guru hanya terpaku oleh rumus baku, pelajaran akan terasa membosankan. Kebanyakan guru matematika adalah guru yang serius dan sering dikabarkan bahwa guru matematika adalah guru yang killer dan sangat jarang ditemui guru matematika yang bisa menghibur dan memotivasi siswa.

Berbeda dengan pelajaran lain yang terkadang ada metode yang menyenangkan untuk dipelajari. Contohnya adalah dalam pelajaran bahasa Inggris yang dimana tidak hanya membaca saja, melainkan juga ada mendengar dan berdialog.

Hal ini mungkin karena materi matematika yang menuntut siswa untuk belajar serius dengan konsentrasi dan ketelitian lebih, sehingga se asyik apapun guru matematika menyampaikan materi, siswa tetap merasa guru matematika sangat serius. Bagaimana dengan guru matematika kamu?

  • Tidak bisa di hafal

Di dalam pelajaran pasti ada metode pembelajaran dengan menghafal. Di dalam matematika, logika yang harus berjalan, meskipun kamu menghafal semua rumus tetapi belum tentu rumus tersebut yang cocok untuk menjawab soal.

Contohnya, guru memberikan contoh soal dan memberikan rumus, lalu sebelum pulang memberikan soal untuk dikerjakan di rumah. Rumusnya pasti sama, namun soalnya berbeda sehingga kamu tidak bisa menghafal jawaban dalam soal matematika.

  • Takut salah dalam menjawab soal

Berbeda dengan pelajaran lain, jawaban kamu mungkin bisa ditolerir dan dianggap benar meski terdapat sejumlah kesalahan. Pelajaran Bahasa Indonesia misalnya, karena jawabanmu panjang lebar, kamu mungkin akan dapat poin kendati jawaban yang kamu berikan sebenarnya salah.

Akan tetapi, aturan main pelajaran matematika sangat sederhana, kalau nggak salah ya benar. Meskipun kamu sudah menjabarkannya dengan rumus canggih dan penjelasan panjang lebar tapi kalau jawaban akhirmu salah, maka ya salah. Banyak yang menyerah dalam menjawab soal matematika dan tidak mau mencoba karena mereka takut salah dalam menjawab soal.

  • Ada banyak rumus untuk memecahkan soal sederhana

Untuk memperoleh angka 15 saja, ada banyak rumus yang bisa kamu pakai, misalnya 5×3, 10+5 atau 18-3. Maksudnya, untuk memecahkan persoalan matematika, kamu bisa memakai berbagai rumus untuk mendapatkan suatu jawaban yang sama. Inilah yang terkadang membuat siswa kebingungan. Belum lagi ada berbagai rumus dan turunannya. Dalam suatu kondisi, kamu pasti pernah merasa kebingungan memilih rumus yang hendak kamu gunakan.

Waktu mengerjakan satu soal matematika tentu lebih lama dibandingkan mengerjakan soal bahasa atau sejarah. Ini karena jawaban memang harus kompleks dengan langkah yang sistematis bahkan untuk soal sederhana. Begitu pula demikian, materi dasar yang diajarkan di sekolah dasar akan selalu terkait dengan materi yang diajarkan sampai ke tingkat perkuliahan. Jika kamu belum menguasai materi matematika sekolah dasar, pastinya kamu harus belajar giat lagi untuk kembali mempelajarinya.

  • Kenangan buruk dengan matematika

Misalkan kita pernah mendapatkan nilai yang jelek di sekolah lalu kita beranggapan matematika itu sulit dan diperburuk oleh ejekan dari orangtua, guru maupun teman bahwa kita tidak bisa berhitung maka akan menambah kemalasan dan lama-lama keyakinan pun berubah yang menyebabkan kita malas belajar dan ujungnya kita menganggap bahwa matematika itu sulit padahal bisa saja kita belum mendapatkan cara pengajaran yang baik dari guru atau tidak masuk kelas waktu belajar bukan faktor tidak bisa.

  • Muncul keraguan tentang fungsi rumus

Bagi kebanyakan orang, matematika adalah permainan angka dengan menggunakan beberapa rumus untuk menemukan jawaban benar. Jika memang jawabannya sudah benar, mungkin akan mendapat nilai lebih dari guru. Pada akhirnya, meski kamu sudah benar dalam menjawab soal dan mendapat kepuasan batin, namun akan ada pertanyaan yang mungkin mengganjal di benakmu:

  • “Apakah rumus-rumus itu berguna untuk kehidupan sehari-hari? Jika iya, bagaimana penerapannya?”
  • “Sebenarnya apa tujuan dan manfaat matematika jika hanya untuk menemukan angka benar saja ?”
  • “Apa keuntungan saya jika saya bisa matematika kalau cuma menjadi guru matematika saja ?”

Pertanyaan-pertanyaan itu muncul karena memang secara teori matematika seperti teka-teki angka, hanya sebagian kecil dari matematika yang berhubungan dengan kehidupan nyata.

  • Terpengaruh omongan hater matematika

Alasan utama kenapa banyak orang benci dengan matematika adalah karena mereka terpengaruh omongan orang lain. Secara tidak langsung, otakmu akan tersugesti oleh omongan negatif terhadap mata pelajaran ini. Orangtuamu mungkin pernah bilang begini, “Ayah dulu pelajaran matematika cuma dapat nilai 5!”.

Sementara itu, kakakmu mengatakan,” Guru matematika ku dulu killer dan pelit nilai banget.” Ucapan-ucapan miring seputar matematika tersebut bakal membuatmu ikut-ikutan tidak suka kepada mata pelajaran yang satu ini.

Orang-orang di sekitar kita juga sering mengeluh atau melontarkan kata bahwa matematika itu susah, sehingga secara tidak sadar kita terbawa oleh pendapat-pendapat yang keliru tersebut.

Matematika kurang disukai karena menuntut jawaban yang persis, akurat dan tanpa salah setitikpun. Berpikir dan berproses sampai kesana itu tidak mudah. Sebenarnya dalam sebuah matematika kita dituntut untuk menyelesaikan permasalahan dengan sebuah logika.

Namun banyak orang kesulitan dengan pemilihan logika yang akan dipakai sehingga mempengaruhi tingkat kesulitan dalam pengerjaan suatu permasalahan. Jika seseorang dapat menemukan logika permasalahan tersebut, maka lebih mudah juga dalam penyelesaian matematisnya. Sebenarnya susah atau tidaknya suatu ilmu atau keahlian adalah hal yang relatif. Tiap orang mempunyai kemampuan yang berbeda-beda dan mempunyai ketertarikan yang berbeda-beda pula.

Perkembangan ilmu matematika ini nyatanya tidak pernah berhenti hingga zaman sekarang meskipun banyak yang tak menyukainya. Seperti yang telah dijelaskan di atas, hal ini dikarenakan ilmu matematika selalu dikaitkan dalam kehidupan sehari-hari. Itulah mengapa Ilmu Matematika terus berkembang dari masa ke masa dan tidak pernah lekang oleh waktu.

Ya begitulah kira-kira penjelasan mengenai matematika serta mengapa banyak orang yang tidak menyukainya. Kalau dipikir-pikir sih memang ribet, akan tetapi bagaimana pun ilmu matematika itu takkan pernah luntur dari muka bumi ini. Karena memang sangat berguna untuk kehidupan sehari-hari, nah sampai disini dulu pembahasan kita kali ini ya dan semoga artikel ini bermanfaat.