Kenapa Ada Orang Meninggal Dengan Mata Terbuka? Ternyata Ini Alasannya

Kamu mungkin pernah bertanya-tanya kenapa ada orang yang meninggal dengan mata terbuka kan? Bukankah seharusnya tertutup? Begitu banyak mitos tentang orang meninggal dengan mata terbuka tanpa tahu apa yang sebenarnya yang terjadi. Nah untuk mendapatkan informasi yang lebih jelasnya lagi, mari kita simak sama-sama dalam artikel ini.

Meninggal Dengan Mata Terbuka

Di dunia ini, terkadang orang meninggal tidak selalu dengan mata tertutup. Lalu apa bedanya meninggal dengan mata terbuka? Jenazah dengan mata terbuka sering menimbulkan cerita teka-teki bagi yang melihatnya. Dan itu bisa pula memunculkan cerita negatif atau mitos yang macam-macam, sedangkan orang yang meninggal dengan mata tertutup sering dianggap meninggal dengan tenang dan tanpa penyesalan.

Bahkan ada orang yang menggunakan koin untuk menutup mata orang yang sudah meninggal agar tetap tertutup. Hal ini dikarenakan meninggal dengan mata terbuka sering dikaitkan dengan rasa tidak tenang atau ketakutan yang disebabkan oleh tindakan di masa lampau, sehingga kita sering sekali merasa panik bila melihat orang yang meninggal dengan mata terbuka.

Menurut dunia medis, hal tersebut disebut dengan “Ptosis”. Ptosis terjadi saat seseorang kehilangan nyawanya dan ditandai dengan jatuhnya kelopak mata bagian atas. Pada umumnya, hal ini terjadi pada mereka yang meninggal karena stroke atau penyakit lainnya yang bisa mempengaruhi saraf pada sekitar mata. Selain itu, ptosis juga bisa terjadi pada mereka yang meninggal dengan spontan. Ptosis sendiri bisa membuat mata tertutup seluruhnya, mata tertutup sebagian hingga mata tertutup pada satu sisi saja.

Dalam sebuah penelitian di rumah sakit, disebutkan bahwa 63 persen orang yang meninggal menutup matanya. Kondisi ini juga dikaitkan dengan sistem saraf pusat pada tubuh mengingat menutupnya mata juga dipicu oleh kontraksi pada otot dan kelopak mata dan melibatkan ribuan serabut saraf. Hanya saja untuk beberapa kasus, kondisi saraf atau otot-otot pada sekitar mata ini tidak bekerja dengan semestinya sehingga seseorang pun akan meninggal dengan kondisi mata yang masih terbuka.

Menurut Islam

Menurut Ustadz Masudi HS kepada jemaah Salat Subuh Masjid Al Jiahd Banjarmasin, jenazah dengan mata terbuka itu bukan hal aneh apalagi negatif. “Menurut Rasulullah, mata jenazah yang terbuka itu pertanda ketika sakratul maut dia melihat bagaimana ruhnya terpisah dari raga,” ujar Ustadz Masudi. Tentu cara berpisah ruh dengan raga itu berbeda-beda. Ada yang indah hingga jenazahnya tersenyum, tapi ada pula yang mengerikan hingga mata terbelalak seram. Ada juga syuhada pejuang Palestina yang meninggal dalam keadaan demikian bahkan sambil tersenyum. Sebenarnya tertutup atau tidak tertutupnya mata orang meninggal disebabkan oleh penyakit bukan karena hal-hal yang negatif, itu sama sekali tidak ada hubungannya.

Lalu Apa Yang Terjadi Pada Tubuh Setelah Meninggal?

Ketika orang meninggal, seluruh aliran darah, pernafasan serta kinerja otak tentu akan berhenti. Darah yang mengalir ke seluruh organ tubuh hanya akan tergenang dan menggumpal di bagian-bagian tertentu. Kemudian organ-organ tubuh lain seperti jantung, ginjal dan hati pun akan berhenti berfungsi.

Akan tetapi, dalam waktu beberapa menit sel-sel dalam tubuh kamu tak akan langsung mati. Seorang pakar patologi forensik dr. Judy Melinek menjelaskan bahwa “karena sel-sel masih hidup dalam beberapa menit setelah kematian masih ada peluang untuk melakukan donor organ, tergantung pada kondisi fisiknya sebelum meninggal.”

Sel-sel tubuh akhirnya akan mati karena tak ada asupan oksigen lagi dalam tubuh. Kemudian kalsium pun akan menumpuk dalam otot di sekujur tubuh. Inilah yang menyebabkan badan orang yang sudah meninggal beberapa jam lamanya jadi sangat kaku.

Kulit orang yang telah meninggal juga akan mengering dan jadi keriput selang beberapa jam setelah ia meninggal. Dan setelah beberapa hari setelah seseorang meninggal, tubuh akan memproduksi zat pengurai alami yang disebut kadaverin serta putresin. Kedua zat pengurai ini menghasilkan bau tak sedap yang cukup menyengat.

Setelah beberapa minggu, berbagai serangga dan binatang seperti belatung akan berkembang biak dan mendiami tubuh setelah kematian. Menurut penelitian dari Australian Museum, belatung mampu menghabiskan hingga 60% tubuh manusia dalam waktu seminggu. Rambut dan bulu halus yang tadinya berakar pada kulit akan mulai rontok.

Dan ketika memasuki waktu setahun, tulang-belulang tidak akan ada lagi yang tersisa dari tubuh. Orang yang sewaktu hidupnya cantik, gagah, ganteng, kaya dan berkuasa, sekarang hanyalah tumpukan tulang-belulang yang menyedihkan. Nah demikianlah penjelasan di atas tersebut, semoga dengan adanya artikel ini dapat menghilangkan mitos-mitos negatif yang kamu pikirkan selama ini.