“Hanko”, Stempel Pengganti Tanda Tangan Di Negara Jepang

Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar stempel? Cap atau kertas? Mungkin kamu udah gak asing lagi dengan benda yang satu ini, namun tahu gak kamu sejarah munculnya itu kapan dan fungsi sebenarnya itu apa? Nah untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas, kita akan membahas lebih jauh lagi tentang stempel. Silahkan simak artikel di bawah ini ya.

Sejarah Stempel

Stempel adalah suatu benda atau alat yang bisa membantu kebutuhan kita dalam pengesahan dan biasanya stempel digunakan pada pengesahan ijazah, nota dan masih banyak lagi pengesahan-pengesahan lainnya. Kalau pada suatu toko biasanya stempel digunakan untuk alat bukti seperi lunas, terimakasih dan masih banyak lagi bukti-bukti dari stempel. Stempel bukanlah benda yang asing, karena kita bisa melihatnya atau bahkan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pada zaman dahulu, stempel digunakan sebagai penanda dari sebuah kerajaan. Stempel dibubuhkan pada lembaran kertas atau surat berharga untuk menandai keabsahan dari sebuah dokumen tentang lahan kekuasaan, surat berisikan perintah maupun wewenang dari sang raja atau pejabat pemerintah dalam daerah kekuasaannya. Bahkan ada beberapa stempel dengan bentuk sebuah cincin yang biasa dipakai seorang raja atau pejabat tertentu dan berbahan dasar emas atau logam mulia lainnya.

Benda yang satu ini memiliki permukaannya berukir gambar, tulisan atau keduanya yang dapat menghasilkan cap. Ketika membuat stempel, ada hal yang harus diperhatikan yaitu ukiran pada permukaannya yang harus dibuat terbalik agar menghasilkan cap sesuai keinginan. Cara tersebut dilakukan terutama pada gambar dan tulisan yang tidak simetris. Jika ukiran gambar dan tulisan itu simetris (misalnya huruf-huruf A, M, T, V dan sebagainya) maka hal itu tidak menjadi masalah karena cap akan memperlihatkan gambar dan tulisan yang sama seperti ukiran pada stempel.

Stempel umumnya dibuat dari bahan-bahan yang keras misalnya dari logam atau batu semi permata. Bahan lain yang elastis misalnya karet dapat juga digunakan. Bentuk permukaan stempel umumnya bundar atau lonjong, tetapi ada juga yang segi empat panjang, bujur sangkar, segi delapan dan lain-lain.

Lalu apakah stempel dengan cap itu sama? Sebenarnya stempel dan cap itu sama, namun tidak semua yang dihasilkan dengan cara mencetak disebut cap. Pengertian cap terbatas sebagai tanda keabsahan sebuah dokumen. Permukaan stempel yang berukir ditekan dengan tangan pada bahan-bahan lunak seperti lak, tanah liat dan lilin (beeswax). Bahan-bahan untuk cap ini sudah digunakan sejak awal abad ke-1 Masehi dan mulai jarang digunakan hingga abad ke-19.

Selain bahan-bahan lunak tersebut, orang juga menggunakan bahan cair (tinta) untuk membuat cap dan ini yang sangat umum digunakan pada masa sekarang. Cap yang dihasilkan dari bahan itu lazimnya dikenakan pada lembaran kertas, biasanya ini dikenakan pada bahan yang keras yaitu logam. Caranya stempel dihantam dengan palu sampai membekas pada kepingan logam (misalnya uang logam) dan menghasilkan sebuah cap, selain cara di atas mungkin orang juga pernah membuat cap tanpa memerlukan stempel. Cara yang dimaksud adalah dengan memahat atau mengukir pada batu atau menggores pada logam.

Jenis-Jenis Stempel

Stempel merupakan benda yang tentunya sangat kita butuhkan untuk pengesahan dokumen. Nah ketika kamu ingin menggunakan stempel, ada baiknya kamu mengenali karakteristik beberapa stempel untuk menemukan jenis yang paling sesuai dengan preferensi kamu. Berikut ini adalah jenis-jenis stempel yang ada di pasaran:

Stempel warna

Stempel warna adalah stempel yang bisa digunakan tanpa bantalan tinta, itu artinya stempel ini menyimpan tinta di dalam karetnya. Stempel ini menggunakan karet khusus yaitu karet flash yang dapat menyerap tinta dan menyimpannya dalam waktu lama.

Dalam satu stempel, warna yang dihasilkan bisa lebih dari satu warna atau beberapa warna dan kalau hasil cap sudah mulai pudar maka dapat di isi ulang lagi tintanya. Misalnya saja pada stempel sebuah toko, kamu dapat membuat logo toko berbeda warna dengan nama toko. Ini dapat dilakukan dengan teknik pisah warna.

Stempel warna flash ini juga menggunakan gagang khusus yang memiliki penutup pada bagian bawahnya. Ini berguna untuk mencegah agar tinta pada karet stempel flash tidak cepat kering dan juga berfungsi sebagai pelindung karet flashnya karena karet ini bisa rusak karena cahaya.

Stempel runaplek

Stempel ini dibuat dari karet runaflek yang berwarna kuning. Stempel runaflek ini juga sering disebut stempel dengan bantalan tinta. Cara memberi warna Stempel runaflek adalah dengan menyentuhkan karet stempel ke tinta, lalu dicapkan ke kertas atau media lain. Stempel runaflek hanya bisa satu warna Kecuali diberi gagang bermerek trodat atau shini yang bisa diberi lebih dari satu warna, hanya saja gagangnya sangat mahal di pasaran. Stempel runaplek biasanya di pasaran bergagang kayu, tetapi banyak juga yang menggunakan gagang acrilik atau biasa juga disebut gagang kristal dan gagang trodat.

Stempel tanggal atau dater

Stempel yang mempunyai fasilitas tanggal, bulan dan tahun yang dapat diubah-ubah sesuai kapan waktu pengecapan dokumen/surat tersebut bahkan ada juga yang mempunyai status penunjuk jam.

Stempel emboss

Stempel ini menggunakan tekanan agar relief stempel menjadi timbul pada permukaan kertas. Stempel timbul ini juga dapat digunakan sebagai tanda keaslian dari sebuah dokumen atau surat berharga. Namun stempel jenis ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan stempel konvensional yang menggunakan tinta.

Stempel ini tahan lama, karena terbuat dari logam. Praktis, karena tidak menggunakan bantalan tatakan tinta. Rapi, karena tidak seperti stempel konvensional yang sering belepotan karena tinta dan sulit ditiru jika dibandingkan dengan stempel konvensional yang mudah dibajak hanya dengan menggunakan scanner, software grafis dan printer.

Stempel lunas

Stempel lunas merupakan stempel yang wajib dimiliki oleh semua institusi komersial. Stempel ini berguna untuk mengesahkan total pembayaran yang masuk ke dalam institusi. Tulisan pada stempel lunas dapat bervariasi, banyak stempel lunas yang hanya memiliki tulisan “LUNAS” pada karet stempelnya. Namun ada juga varian dari stempel yang menyediakan tulisan “TERIMA KASIH” dan nama perusahaan untuk disandingkan dengan tulisan lunas pada stempel.

Bentuk-Bentuk Stempel

Pada umumnya memang bentuk yang ada pada stempel tidak terlalu diperhatikan, karena yang terpenting pada perusahaan adalah bacaan yang ada di karetnya. Namun berbeda dengan lembaga pemerintah maupun lembaga resmi lainnya yang mempunyai aturan-aturan baku dalam membuatnya. Meski demikian ada juga beberapa perusahaan yang membuat dengan bentuk resmi seperti yang ada di pemerintahan. Dan berikut ini merupakan bentuk-bentuk dari stempel yang biasa kamu temui:

Segi empat

Stempel berbentuk segi empat bagi institusi formal biasanya digunakan untuk tim kecil maupun event yang sifatnya temporer, sehingga saat acara selesai alat ini tidak bisa digunakan lagi. Bagi banyak orang stempel bentuk segi empat juga sering digunakan untuk tanda lunas pada sebuah transaksi.

Bulat

Stempel bentuk bulat atau lingkaran ini merupakan salah satu bentuk paling umum yang mudah dan sering dijumpai. Bentuk lingkaran ini biasanya dibuat oleh kebanyakan instansi pemerintah, instansi sekolah, organisasi maupun perusahaan. Perusahaan yang menggunakan bentuk lingkaran ini biasanya akan menggabungkan elemen-elemen lainnya ( logo) agar terlihat lebih dinamis dan tidak terkesan kaku.

Oval

Selain bentuk lingkaran penuh, ada juga bentuk Oval yang biasanya digunakan untuk kebutuhan khusus yang berada di lingkup institusi tersebut misalnya kepanitiaan event, cap perpustakaan atau bisa juga digunakan oleh sub divisi dari institusi utama. Cap dengan bentuk oval ini memiliki kekuatan hukum yang bersifat mengikat pada kelompok tertentu di dalam institusi tersebut.

Stempel Pengganti Tanda Tangan Orang Jepang

Bukan Jepang namanya kalau tidak ada peristiwa unik dan kali ini tentang stempel. Tahukah kamu kalau orang Jepang tidak pernah menggunakan tanda tangan? Ya, untuk keperluan administrasi sehari-hari, orang Jepang sangat jarang menggunakan tanda tangan. Umumnya mereka menggunakan stempel pribadi bertuliskan nama diri yang disebut “Hanko atau Han”. Hanko ini digunakan untuk keperluan resmi seperti membuka rekening bank, mengisi formulir dari kantor pemerintahan, menerima kiriman pos atau parsel yang dikirim ke rumah.

Hal ini merupakan salah satu budaya Jepang yang sering membuat orang asing terheran-heran. Nama pemilik stempel hanko tersebut biasanya ditulis dalam huruf kanji dan hanya nama keluarga. Sedangkan bagi orang asing yang menetap di Jepang, penulisan nama mereka di stempel ditulis dalam huruf katakana. Nama yang tertulis pun cukup nama singkat karena terbatasnya luas permukaan stempel.

Biasanya hanko tersebut terbuat dari kayu atau plastik meskipun ada juga yang terbuat dari batu giok, gading dan tulang. Bentuk hanko ada yang bulat dan kotak, sesuai dengan keinginan si pemilik tanda tangan. Hanko dengan bentuk bulat memiliki ukuran kurang lebih sebesar uang koin dua puluh lima rupiah, sementara hanko berbentuk kotak memiliki ukuran sekitar 3 x 3 cm. Umumnya, orang Jepang akan memiliki tiga jenis hanko yang dalam bahasa Jepang disebut mitome ink, ginko ink dan jitsuin.

  • Jitsuin atau stempel resmi: Bentuknya sedikit lebih besar untuk menghindari pemalsuan dan harus didaftarkan di kantor pemerintahan. Biasanya digunakan untuk mengisi formulir pemerintahan atau pada transaksi berkekuatan hukum seperti jual-beli rumah atau kendaraan.
  • Ginkoin: Stempel yang digunakan untuk urusan perbankan dan didaftarkan di bank.
  • Mitomein: Biasanya digunakan untuk keperluan sehari-hari dan tidak perlu didaftarkan.

 

Namun sayang, tidak semua orang Jepang memiliki ketiga jenis hanko tersebut terutama hanko jitsuin. Harga pembuatan hanko bervariasi tergantung jumlah dan tingkat kesulitan hurufnya. Untuk memiliki hanko tersebut, semua orang dapat memesannya di toko khusus pembuat hanko dengan masa pembuatan relatif singkat yang hanya beberapa hari.

Syarat untuk mendaftarkan stempel ini ialah harus berusia di atas 15 tahun, warga Jepang atau warga asing yang sudah teregistrasi dan memiliki alamat tempat tinggal tetap di kota tersebut. Saat mendaftarkan stempel hanko, pemilik harus membawa stempel yang telah dibeli atau dibuatnya. Bagi warga asing, stempel yang akan didaftarkan juga harus dilengkapi dengan sertifikat pendaftaran orang asing.

Setelah didaftarkan maka kantor pemerintahan akan mengeluarkan kartu pendaftaran stempel sebagai dokumen sementara sebelum menerbitkan dokumen resmi stempel yang disebut inkan shomeisho (sertifikat stempel). Dokumen inilah yang menjadi bukti status resmi stempel.

Demikianlah penjelasan sejarah stempel serta uraian tentang stempel orang Jepang yang dipakai sebagai pengganti tanda tangan. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah pengetahuan kamu semua ya dan sampai jumpa kembali pada lain waktu di artikel berikutnya.