Bagaimana Proses Terjadinya Petir? Yuk, Simak Penjelasannya

Biasanya kalau udah ada petir atau kilat berarti gak lama kemudian hujan pun turun. Hmmm kadang gak juga sih, belum tentu hujan turun walaupun udah bunyi petir. Tapi, kamu tau gak sih darimana asal mula petir itu bisa terjadi? Nah biar kamu mendapatkan informasi yang lebih jelas lagi, mari kita simak sama-sama.

Proses Terjadinya Petir

Apa itu petir? Petir, kilat atau halilintar adalah gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan di saat langit memunculkan kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan. Beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar yang disebut guruh. Perbedaan waktu kemunculan ini disebabkan adanya perbedaan antara kecepatan suara dan kecepatan cahaya.

Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya. Proses terjadinya muatan pada awan karena dia bergerak terus menerus secara teratur dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya.

Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai keseimbangan. Pada proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Pada saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan suara.

Mengapa Suara Dan Cahaya Kilat Tidak Datang Bersamaan?

Hal ini terjadi dikarenakan suara guntur mencapai pendengaran kita dengan kecepatan suara (340 m/detik di udara), sedangkan petir mencapai visual (penglihatan) kita dengan kecepatan cahaya (99, 793 km/detik). Ini menyebabkan perbedaan waktu antara dua peristiwa dan dengan demikian membuat kilatan atau petir mencapai bumi lebih dulu sebelum guntur atau gemuruh.

Petir memanaskan udara di sekitarnya hingga 30.000 derajat celcius dalam sepersejuta detik. Udara yang dipanaskan meluas dan menyebarkan gelombang suara yang lebih cepat dari kecepatan suara; dengan tekanan 100 kali lebih besar dari tekanan atmosfir normal. Sama halnya dengan pesawat yang melintas dengan kecepatan suara, ini menyebabkan ledakan suara (gemuruh) di udara sehingga dinamakan guntur atau gemuruh.

Kekuatan sambaran dari kilat petir itu dapat menyalakan hingga 100 buah bola lampu dalam sesaat saja. Sambaran kilat petir hanyalah terjadi dalam beberapa detik saja, yakni sekitar 0,2 detik. Meskipun demikian dalam satu jalur sambarannya akan diikuti oleh banyak kilatan dan sambaran lainnya. Dari sekian banyak sambaran yang terjadi hanya akan ada satu sambaran saja yang mengenai target.

Faktanya kekuatan yang dimiliki petir itu sangatlah besar dan cukup menakutkan. Bayangkan saja, sambaran kilat yang dimiliki oleh petir tersebut diperkirakan 5 kali lebih panas dari permukaan matahari. Jika dibuat dalam skala derajat celcius, maka panasnya itu bisa mencapai 15000 hingga 20000 derajat celcius. Waw bukan gosong lagi tuh namanya kalau udah kena sambar petir.

Hebatnya lagi energi yang dilepas oleh sekali kilatan petir lebih besar dari pada energi yang dihasilkan seluruh pembangkit listrik di Amerika. Satu kilatan petir dapat menyalakan 100 watt bola lampu selama lebih dari tiga bulan. Wah lumayan juga kan buat dirumah jadi hemat listrik, hehehe.

Jenis – Jenis Petir

Petir yang biasa terjadi dan yang kita lihat juga memiliki berbagai jenis, berikut ini adalah beberapa macam petir:

Deadly

Di Amerika Serikat, rata-rata 58 orang dibunuh setiap tahun oleh petir. Sekitar 250 orang bertahan hidup setiap tahun setelah disambar petir, namun sebagian besar hidup dengan bekas luka permanen. Biasanya petir ini muncul saat badai atau datang. Namun dalam beberapa kasus, petir ini juga kerap menyambar tiba- tiba.

Thunder Ball

Petir yang satu ini muncul karena adanya tekanan udara yang sangat tinggi dan juga karena adanya tekanan thermodinamik di udara. Dengan ini, Thunder Ball kerap kali menyambar bangunan – bangunan tinggi. Fenomena ini masih diteliti hingga saat ini dan kerap kali dikaitkan dengan kekuatan dewa petir Yunani kuno.

Multiple Striker and Long Exposure

Seperti namanya, petir ini berbahaya karena memiliki lintasan dan juga sambaran yang panjang. Petir ini akan muncul saat satu tempat di selimuti oleh angin dan juga badai yang besar.

Vulcanic Lightning

Petir yang satu ini adalah salah satu dari jenis-jenis petir yang terjadinya karena letusan gunung berapi. Jika letusan gunung berapi sangat besar, dimana material dan gas dimuntahkan oleh gunung berapi dapat memicu terjadinya petir. Oleh sebab itu, pada saat gunung meletus biasanya kita juga mendengar dentuman petir yang bertubi-tubi.

St. Elmo’s Fire

Petir jenis ini adalah petir yang paling terkenal sejak zaman peradaban Yunani kuno dan dikenal sebagai jenis petir yang paling berbahaya. St. Elmo’s Fire memiliki warna biru yang sering disebut juga dengan api biru, fenomena alam ini terjadi karena adanya angin topan bermuatan listrik yang terjadi karena adanya gas yang memiliki voltase yang sangat tinggi. Tetapi sulit membedakan antara fenomena St Elmo’s Fire dan Petir Boom.

Itu dia kurang lebih penjelasan tentang petir, proses terjadinya dan jenis-jenisnya. Apakah kamu udah cukup memahaminya? Semoga bermanfaat.