Asal Mula Kata “Hallo” Saat Menerima Telepon

Para sobat sekalian, kata apa sih yang kalian ucapkan pertama kali ketika mengangkat telepon? Yap, tentu saja bilang HALLO. Tapi, kamu tau gak kenapa harus kata hallo yang diucapkan? Kenapa gak yeah atau apa gitu? Nah kata hallo yang kita ucapin saat angkat telepon itu juga ada sejarahnya lho. Yuk, langsung aja baca artikel yang satu ini untuk mengetahui lebih jelasnya lagi.

Sejarah Penemuan Telepon

Hampir semua orang di dunia ini memakai telepon dalam kehidupan sehari-hari, hal ini sangat berguna sekali untuk komunikasi. Lalu apakah kamu tahu siapa penemu telepon tersebut pertama kalinya? Ya, penemunya adalah Alexander Graham Bell. Dengan adanya telepon, kita semua bisa melakukan panggilan kemana saja dan kepada siapa saja, hal tersebut juga dapat mempersingkat waktu dan menghemat biaya.

Sejak berusia 18 tahun, Graham Bell sudah bekerja untuk mewujudkan idenya mengirimkan suara. Pada tahun 1874, ia bekerja di perusahaan telegraf dan ia mengembangkan ide untuk telepon di mana kabel yang digunakan pada telegraf tersebut tidak hanya bisa mengirimkan sinyal listrik yang berupa kode – kode Morse. Akan tetapi, sinyal listrik itu juga bisa diubah menjadi suara.

Pada tahun 1877, telepon untuk pertama kalinya dibuat oleh Graham Bell yang mencakup jarak 3 mil (4,8 km). Bell telah berhasil membuat 10.000 telepon yang dapat digunakan. Pada tahun 1880 dilakukan pembaruan sirkuit yang awalnya one-wire menjadi two-wire (sirkuit metallic) untuk mengurangi gangguan. Ini merupakan pertama kalinya sirkuit metalik digunakan pada telepon.

Kemudian di tahun 1891 telepon pertama kali menggunakan nomor dial sehingga telepon akan secara otomatis menghubungkan penelepon ke operator dengan menekan nomor dial sebagai instruksinya. Ini menghemat waktu lalu pada tahun 1913, AT&T mempraktekkan sistem amplifiers elektrik untuk pertama kalinya dan sistem ini memungkinkan hubungan telepon antar benua.

Telepon di zaman dahulu masih menggunakan kabel dengan tombol nomor berbentuk bundar (rotary dial). Seiring berjalannya waktu, bentuk dan fungsi telepon mengalami perubahan yang signifikan. Kini fungsi telepon tak hanya sekadar untuk berkomunikasi, tetapi juga untuk aktivitas hiburan. Apalagi sekarang ini semua orang sangat terikat dengan telepon genggam untuk kegiatan sehari-hari.

Cara Kerja Dan Jenis Telepon

Telepon kabel menggunakan sistem wirteline sehingga membutuhkan kabel agar dapat berfungsi, cara kerja telepon kabel antara lain yaitu:

  • Suara dari pengirim diterima oleh alat yang disenut microphone.
  • Microphone mengubah gelombang suara menjadi sinyal listrik kemudian disalurkan oleh perangkat telepon.
  • Sinyal tersebut disalurkan melalui kabel ke pusat telekomunikasi.
    Dari pusat telekomunikasi sinyal tersebut diteruskan kepada penerima.
  • Setelah sampai ke penerima, maka sinyal tersebut diubah lagi menjadi gelombang suara oleh alat yang disebut speaker.

Telepon bekerja dengan cara mengirimkan gelombang suara melalui arus listrik dalam jaringan telepon sehingga kita bisa berkomunikasi dengan pengguna telepon lainnya. Penerima telepon akan menangkap getaran elektrik suara kita sebagaimana suara yang didengarnya.

Jenis-jenis telepon:

Nah telepon ini tidak hanya ada satu macam saja ya guys, akan tetapi terdiri dari 3 kelompok yaitu:

  • Telepon Kabel
  • Telepon Selular
  • Telepon IP

Sejarah Kata Hallo Pada Telepon

Kalau di atas tadi kita sudah membahas tentang telepon, sekarang waktunya kita membahas kata HALLO disaat kita mengangkat telepon. Saat menerima telepon, kita sering mengucapkan kata sapaan “hallo” dan hal itu terjadi di Indonesia. Namun ternyata di negara lain juga memiliki sapaan yang sama dengan kata hallo Indonesia seperti kata Hello (English), Moshi-Moshi (Jepang), Wei (Cina) dan Yeoboseyo (Korea) yang di mana semua bahasa tersebut memiliki makna hallo.

Setelah diteliti, kata hallo yang sering diucapkan memiliki makna tolong perhatiannya. Yang menjadi pertanyaan adalah saat menerima telepon wajah lawan tidak terlihat tapi kenapa minta tolong perhatiannya? Aneh bukan? Dan kenapa kabel telepon melingkar-lingkar dan tidak dibuat lurus saja? Semua itu ada alasannya lho guys, bukan sengaja asal-asalan dibuat.

Kabel telepon sengaja diciptakan melingkar agar tidak berantakan saat tidak digunakan. Kabel yang dibuat melingkar-lingkar akan berfungsi seperti spiral yang bisa memanjang saat ditarik dan memendek otomatis saat tidak digunakan. Selain itu, bentuk melingkar juga mencegah kabel telepon tertekuk yang bisa mengakibatkan putusnya kabel telepon.

Untuk kata “Hallo”, bukanlah Bell yang pertama kali menjadikan sebagai kalimat sapaan tersebut, melainkan sang penemu lampu yaitu Thomas Alva Edison. Edison lebih menyukai hallo sebagai ucapan telepon karena mudah didengar dan dibedakan dari kata lain bahkan untuk transmisi dengan jarak yang lebih jauh.

Kata hallo ini muncul sejak tahun 1877 dimana misteri kata “Hallo” ini pertama kali dipakai oleh Edison saat menerima panggilan telepon dengan kata “Ahoy” yang artinya “hai”. Kata ahoy ini sebenarnya digunakan Edison sebagai kata penarik perhatian dan mengekspresikan keterkejutan.

Namun sang pencipta telepon, Alexander Graham Bell tidak menyambut baik ide tersebut karena dirinya memandang kata “Ahoy” yang sudah digunakan sejak dahulu kala sebagai kata sapaan tepat untuk mengawali percakapan telepon. Tapi, ide Edison memenangkan hati mereka yang bekerja di perusahaan perangkat komunikasi hingga ke level pemerintahan.

Kata hallo akhirnya dijadikan standar kata pengawal percakapan lewat telepon di seluruh Amerika Serikat, baik yang personal maupun yang resmi. Percakapan lewat telepon dengan kata hallo untuk pertama kalinya terjadi di New Haven pada tanggal 28 Januari tahun 1878.

Ya itulah guys cerita dari kata Hallo di atas tersebut, udah pada tau kan kenapa kalau angkat telepon kata pertama yang diucapkan itu adalah kata hallo. Ternyata sebuah kata aja ada sejarahnya ya guys, hehehe. Oke sampai sini dulu lah ya perjumpaan kita, semoga dengan membaca artikel ini pengetahuan kalian bisa bertambah dan semoga kita berjumpa di artikel berikutnya. See you next time …