Darimana Sebenarnya Lemang Berasal? Lihat Di Sini Jawabannya

Hai guys buat kamu para pecinta kuliner pasti udah gak asing lagi dengan makanan yang namanya lemang. Siapa sih yang gak suka dengan gurih dan lembutnya ketan yang ada di dalam bambu ini? Mulai dari anak kecil sampai orang tua menyukai makanan yang satu ini. Cerita punya cerita, ada yang tau gak nih darimana sih sebenarnya lemang berasal? Nah, kita lihat yuk informasi yang lebih jelasnya lagi dalam artikel berikut ini.

Sejarah

Lemang merupakan salah satu makanan yang berasal dari Indonesia, bahan dasar makanan ini adalah ketan yang dicampur dengan air santan lalu dimasukkan ke dalam bambu kemudian dimasak dengan cara dibakar. Nah, memasak lemang ini tidaklah gampang, kenapa? Proses pembakaran membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu sekitar tiga sampai 4 jam mulai dari dibakar di atas kayu bakar sampai pemanggangan di atas bara.

Untuk masalah bambu juga tidak boleh asal pilih, bambu yang dibutuhkan adalah bambu berkulit tebal karena harus tahan dibakar karena jika berkulit tipis dapat merusak rasa lemang itu sendiri. Namun belum tahu darimana sebenarnya asal makanan yang satu ini karena bisa dijumpain di hampir seluruh Indonesia.

Di masing-masing daerah memiliki nama yang berbeda untuk menyebut lemang seperti masyarakat batak menamainya Lomang, masyarakat melayu menamai Lemang dan masyarakat minangkabau menamainya Lamang. Bagi masyarakat melayu zaman dahulu yang sering mengadakan perjalanan jauh atau mungkin karena alat transportasi yang masih ala kadarnya sehingga perjalanan ke luar kota bisa menempuh waktu berhari-hari, maka banyak orang yang memasak lemang ini.

Usut punya usut sih, makanan ini juga makanan khas suku dayak. Suku dayak sangat identik dengan lemang setiap ada acara misalnya tahun baru padi yang diadakan setelah panen padi, hampir setiap rumah akan menyediakan lemang untuk di hidangkan bagi para tamu yang datang. Suku dayak tidak pernah lepas untuk membuat panganan lemang sebagai hidangan setiap ada acara.

Makanan ini memiliki rasa yang gurih dan nikmat dengan kelembutan dari beras ketan yang dicampur dengan santan, bentuknya pun menyerupai lontong cuma bedanya lemang dimasukan ke dalam bambu dengan balutan daun pisang yang akan menambah aroma wangi khas dari daun pisang dan satu lagi bedanya dengan lontong, lemang dibuat dari beras ketan sedangkan lontong terbuat dari beras biasa.

Makanan ini sering dijadikan hidangan untuk berbuka puasa dan juga untuk makanan pelengkap di hari lebaran. Tidak hanya itu saja, lemang juga sering hadir saat ada hajatan atau acara-acara keagamaan. Menurut catatan, makanan yang satu ini sudah ada sejak tahun 1852. Harga setiap bambu dipatok berkisar Rp 25.000 dan itu sudah termasuk selai. Setiap satu bambu bisa menjadi 17 hingga 20 potong lemang.

Seiring berjalannya waktu lemang ini dikombinasikan dengan berbagai makanan jenis lainnya seperti sebut saja Lemang Tapai. Sampai saat ini lemang tapai masih dapat kita jumpai di daerah Sumatera, khususnya untuk ramadhan lemang tapai menjadi teman berbuka masyarakat melayu. Selain itu ada juga lemang jagung, lemang batok dan lain sebagainya.

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya mengenai lemang ini, tapai ketan hitam biasa menjadi padanan yang pasnya. Tapai ketan hitam yang dihasilkan oleh proses fermentasi ini menciptakan rasa asam dan manis yang khas menjadi paduan yang selaras dengan Lemang yang berasa asin gurih. Cara mengkonsumsinya bisa dengan diaduk seperti mengkonsumsi kolak, adapula dengan mencocolkan irisan tipis lemang ke dalam tapai ketan hitam. Adapula yang memakan lemang dengan rendang dan durian. Untuk menyantap lemang ini alangkah lebih nikmatnya kalau masih dalam keadaan hangat.

Sejarah lemang di Malaysia

Di Malaysia, lemang telah dijadikan hidangan istimewa sejak tahun 1864 lagi. Lemang juga merupakan makanan orang asli Negrito yang ada di Kelantan dan makanan ini sering dihidangkan bersama rendang atau serunding oleh masyarakat di sana. Untuk cara memasaknya hampir sama dengan lemang yang ada di Indonesia.

Bahan Dan Pembuatan

Pada umumnya membuat lemang adalah dengan beras ketan dan santan tetapi kalau kamu tertarik membuatnya sendiri di rumah, berikut ini adalah bahan-bahannya dan langkah pembuatannya:

Bahan:

  • Beras ketan 1 liter¬†(1 kg)
  • Santan 1 liter dari satu butir kelapa
  • Garam secukupnya
  • Bambu muda atau buluh dengan diameter 8 cm, cuci bersih sebelum digunakan
  • Daun pisang secukupnya

Cara membuatnya:

  • Cuci beras ketan hingga bersih dan campurkan dengan garam dan santan
  • Kemudian lapisi bambu dengan daun pisang, biarkan daun pisang lebih di pucuk bambu
  • Masukkan beras ketan yang telah anda campur santan dan garam hingga penuh
  • Bakar lemang dengan posisi tengah tetapi agak miring
  • Agar matangnya rata, putar-putar bambunya
  • Kalau sudah masak, keluarkan lemang dari bambu
  • Lemang ketan siap dihidangkan

Kandungan gizi dalam lemang

  • Jumlah Kandungan Energi Beras Ketan Putih = 362 kka
  • Jumlah Kandungan Protein Beras Ketan Putih = 6,7 gr
  • Jumlah Kandungan Lemak Beras Ketan Putih = 0,7 gr
  • Jumlah Kandungan Karbohidrat Beras Ketan Putih = 79,4 gr
  • Jumlah Kandungan Kalsium Beras Ketan Putih = 12 mg
  • Jumlah Kandungan Forfor Beras Ketan Putih = 148 mg
  • Jumlah Kandungan Zat Besi Beras Ketan Putih = 1 mg
  • Jumlah Kandungan Vitamin A Beras Ketan Putih = 0 IU
  • Jumlah Kandungan Vitamin B1 Beras Ketan Putih = 0,16
  • Jumlah Kandungan Vitamin C Ketan Putih = 0 mg

Manfaat Untuk Kesehatan

Nah, bahan dasar pembuatan lemang adalah beras ketan putih, selain menghasilkan lemang yang lezat, beras ketan juga memiliki manfaat untuk kesehatan. Ketan adalah sejenis biji-bijian serealia yang memiliki tekstur dan kandungan yang mirip dengan beras.

Ketan sendiri cukup populer dengan nama beras ketan yang didapatkan dari padi ketan yang tumbuh di daerah tropis seperti Asia Tenggara. Ketan memiliki bentuk seperti beras yaitu bulat lonjong dan berukuran sedikit lebih besar dibanding beras lokal. Warna ketan adalah putih susu dan keruh tidak seperti beras yang terlihat transparan. Ketan juga relatif lebih mudah hancur dan lunak dibanding beras.

Beras ketan merupakan salah satu makanan sangat baik karena bisa menambah energi dalam jumlah yang sangat besar dan makanan ini biasa disajikan dalam masakan di Asia Tenggara. Makanan ini memiliki sumber serat dan juga nutrisi yang diperlukan oleh tubuh dan berikut ini merupakan khasiat dari beras ketan:

Menurunkan risiko penyakit jantung

Kandungan serat dalam secangkir nasi ketan adalah 1,7 gr dan bisa menjaga kesehatan seperti berkontribusi tinggi serat dan bisa menurunkan risiko penyakit jantung.

Menetralisir racun

Hati merupakan salah satu organ penting yang harus benar-benar di jaga dan hati bertugas menetralisir racun di dalam tubuh. Selain itu hati memiliki peranan penting yang harus seimbang dengan nutrisi yang tepat sehingga dapat meminimalkan risiko kerusakan hati. Beras ketan ini memiliki kandungan yang mampu memperbaiki kerusakan pada hati seperti hepatitis.

Sumber energi

Selain dapat menurunkan risiko penyakit jantung, beras ketan memiliki beberapa manfaat lain. Salah satunya sebagai sumber energi di dalam tubuh. Tubuh memerlukan karbohidrat kompleks termasuk yang di temukan dalam makanan ini yang nantinya akan diubah menjadi glukosa yang kemudian digunakan untuk bahan bakar hati, otak serta fungsi otot.

Melancarkan peredaran darah

Beras ketan putih memiliki kandungan senyawa zat besi yang sangat baik untuk melancarkan peredaran darah dan membantu pembentukan zat hemoglobin atau sel darah merah sehingga membantu tubuh kita bisa terhindar dari masalah penyakit anemia atau kekurangan darah yang dapat membahayakan kesehatan tubuh.

Melindungi kesehatan kulit

Kulit yang tidak dirawat dengan baik bisa menimbulkan flek hitam dan terlihat kusam. Nah untuk melindungi agar kulit bisa sehat sepanjang hari, kamu bisa mengkonsumsi beras ketan putih dengan jumlah yang cukup karena beras ketan mengandung vitamin A yang kaya akan antioksidan sehingga terjadinya gangguan kulit dan radikal bebas yang dapat merusak dan merugikan kesehatan kulit.

Menghaluskan kulit wajah

Setiap wanita ingin memiliki kulit halus terutama kulit wajah. Berbagai macam produk kecantikan disajikan untuk menghaluskan kulit, namun masih banyak produk kecantikan yang tidak aman untuk kulit terutama kulit wajah. Buat kamu yang tidak cocok dengan produk lain, silahkan coba dengan bahan alami saja. Salah satunya dengan beras ketan putih, karena beras ketan putih sudah terbukti menghaluskan kulit terutama wajah, hal ini karena beras ketan putih mengandung kandungan antioksidan yang tinggi sehingga mampu mempercepat produksi kolagen.

Meningkatkan kesehatan tulang

Beras ketan putih juga sangat baik dalam meningkatkan kesehatan tulang, dikarenakan beras ketan juga mengandung senyawa kalsium yang sangat baik dalam meningkatkan kinerja tulang dan dengan pengkonsumsian yang cukup. Kandungan beras ketan juga sangat membantu tulang terhindar dari penyakit osteoporosis.

Mencegah obesitas

Adanya kandungan vitamin B6 pada beras ketan akan sangat berguna sebagai neurotransmitter serotonin. Hal ini berguna untuk mengatur pola dan nafsu makan kamu setiap harinya. Pola makan teratur akan membuat kamu senantiasa sehat dan terhindar dari obesitas. Ya, mungkin buat kamu yang sedang melakukan program diet bisa beralih ke ketan agar kamu dapat mengontrol nafsu makan.

Namun untuk penderita maag disarankan agar tidak mengkonsumsi makanan yang satu ini, kenapa? Karena karbohidrat yang terdapat dalam ketan dapat dengan cepat meningkatkan asam lambung berlebih di lambung sehingga rasa mual dan ingin muntah sering dialami oleh kita sesudah makan nasi.

Selain beras ketan, ada beberapa makanan yang mengandung sumber karbohidrat yaitu putih telur, kentang, biji bijian, kacang kacangan dan ubi talas, singkong serta jagung. Oleh karena itu, hindari makanan yang mengandung tinggi karbohidrat agar penyakit maagnya tidak mudah kambung dan atasi secepatnya agar penyakit maag tidak menjadi penyakit maag kronis.

Satu lagi, orang yang tidak boleh mengonsumsi beras ketan adalah penderita diabetes. Para penderita diabetes dilarang makan secara berlebihan karena ketan memiliki kandungan glikemik yang tinggi yaitu dapat meningkatkan kadar gula dalam darah dengan cepat secara signifikan.

Demikianlah kurang lebih penjelasan tentang sejarah lemang di atas beserta manfaat yang diberikan oleh bahan dasar pembuatan lemang yaitu beras ketan. Ya, selain menghasilkan berbagai macam makanan yang lezat, ternyata beras ketan juga memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan dan mungkin belum kamu ketahui sebelumnya. Semoga dengan adanya artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat buat semuanya.