Yuk, Kenali Lebih Jauh Tentang Tanaman Bambu

Kamu pasti pernah melihat tanaman bambu di pinggir jalan yang banyak semak-semaknya bukan? Ya, tanaman ini memang bisa kamu jumpain di mana saja. Nah, menurut kamu bambu tersebut termasuk jenis pohon atau rumput? Mungkin sebagian orang masih banyak yang belum mengetahui tentang tanaman tersebut, maka dari itu kita akan membahas semuanya di artikel ini.

Pengertian

Bambu merupakan tanaman yang berjenis rumput-rumputan yang memiliki batang beruas, berongga serta berakar serabut. Tanaman ini mempunyai nama lain yaitu buluh, aur dan eru. Di seluruh dunia terdapat 75 genus dan 1.500 spesies bambu. Di Indonesia sendiri dikenal ada 10 genus bambu antara lain, Arundinaria, Bambusa, Dendrocalamus, Dinochloa, Gigantochloa, Melocanna, Nastus, Phyllostachys, Schizostachyum dan Thyrsostachys.

Tanaman bambu disebut juga Hiant Grass (rumput raksasa), berumpun dan terdiri dari sejumlah batang (buluh) yang tumbuh secara bertahap dari mulai rebung, batang muda dan sudah dewasa pada umur 3-4 tahun. Batang bambu memiliki ranting bukan dahan, ranting bentuknya lebih kecil jika dibandingkan dengan dahan. Ranting tidak mengubah bentuk asli pohon itu yang berarti dengan tumbuhnya ranting pada bambu tersebut, maka bentuk asli tidak akan berubah.

Apabila kita perhatikan bentuk tanaman bambu dari bawah sampai atas adalah lurus, tidak terbagi-bagi oleh ranting. Nah ranting tanaman bambu dari bawah sampai atas tidak akan mengubah bentuk aslinya. Di beberapa belahan dunia bambu merupakan salah satu tanaman dengan pertumbuhan paling cepat, kenapa? Karena bambu memiliki sistem perakaran yang unik. Dalam sehari bambu dapat tumbuh sepanjang 60cm (24 Inchi) bahkan lebih dari itu, tergantung pada kondisi tanah dan klimatologi tempat di mana bambu tersebut di tanam.

Tanaman bambu banyak ditemukan di daerah tropik di Benua Asia, Afrika dan Amerika. Namun beberapa spesies ditemukan pula di Australia. Benua Asia merupakan daerah penyebaran bambu terbesar. Penyebarannya meliputi wilayah Indoburma, India, Cina dan Jepang. Daerah Indoburma dianggap sebagai daerah asal tanaman ini dan selain di daerah tropik, bambu juga menyebar ke daerah subtropik dan daerah beriklim sedang di dataran rendah sampai di dataran tinggi.

Bagian-bagian bambu:

Tanaman bambu dapat diketahui melalui akar, batang, rebung, daun dan sebagainya. Berikut ini adalah penjelasannya:

Akar bambu

Akar tanaman bambu yang berada di dalam tanah membentuk sistem percabangan. Bagian pangkal rimpang lebih sempit dari bagian ujungnya dan setiap ruas mempunyai kuncu dan akar. Bagian kuncup pada akar tersebut akan membentuk rebung yang akan memanjang dan akhirnya akan membentuk bulu.

Batang bambu

Batang tanaman bambu berbentuk silinder memanjang dan terbagi dalam ruas-ruas, tinggi tanaman bambu berkisar 0,3-30 meter, batang berdiameter 0,25-25 cm dan memiliki ketebalan dinding sampai 25 mm.

Tunas atau rebung bambu

Tunas atau batang bambu muda yang baru muncul di permukaan dasar rumpun dan rhizome atau disebut dengan rebung. Rebung ini tumbuh dengan berbentuk kuncup di bagian akar rimpang didalam tanah atau dari pangkal bulu yang sudah tua.

Rebung ini dbedakan beberapa jenis dari bambu yang menunjukan ciri khas warna pada ujung dan bulu yang terdapat dipelapah. Bulu pelepah rebung berwarna hitam, coklat atau putih terdapat pada bambu cengkreh (Dinochloa scandens) dan bulu rebung yang tertutup oleh bulu berwarna coklat adalah bambu betung (Dendrocalamus asper).

Daun bambu

Daun tanaman bambu memiliki daun yang lengkap karena memiliki bagian-bagian tertentu misalnya pelepah daun, tangkai daun dan helaian daun. Bagian bangun daun berbentuk lanset, bagian ujung meruncing, bagian pangkal daun tumpul, bagian tepi daun merata dan daging daun tipis serta pertulangan daun sejajar. Memiliki permukaan yang kasar dan berbulu halus dan selain itu, daun memiliki warna hijau mudah dan kekuningan.

Jenis-Jenis Bambu Yang Ada Di Indonesia

Di dunia ini memang banyak berbagai macam jenis bambu, namun kali ini yang akan kita bahas jenis bambu yang ada di Indonesia. Indonesia merupakan salah satu wilayah yang menjadi surga bagi jenis tanaman tersebut. Silahkan simak penjelasannya di bawah ini.

Bambu kuning (Bambusa Vulgaris)

Bambu kuning dengan nama latin bambusa vulgaris adalah salah satu bambu hias yang paling banyak dibudidayakan di wilayah tropis. Spesies bambu ini bisa tumbuh sampai pada ketinggian 1.000 m dan ia sanggup bertahan pada suhu -3 derajat celcius.

Ciri-ciri:

  • Batang mengkilap berwarna kuning.
  • Memiliki tinggi rata-rata antara 10-15 cm.
  • Memiliki diameter rata-rata 5-8 cm.
  • Cabang berkerumunan dibarengi satu cabang dominan yang lebih besar, cabang juga sering bergaris.
  • Bentuk daun sempit dan panjang 15-20 cm lebar 2-2,5 cm.
  • Pembubuhan dan penetapan benih terakhir kali dilaporkan pada tahun 1873.

Di kawasan Asia Tenggara, bambu jenis ini banyak dibudidayakan dan sering dijumpai di desa-desa, di pinggir-pinggir sungai dan sebagai tanaman hiasan di perkotaan. Bambu kuning dapat diperbanyak dengan cara rhizoma, stek rumpun atau cabang, cangkok dan kultur jaringan.

Bambu/pring tali

Bambu tali adalah jenis bambu yang warna kulitnya hijau tua dan kurang mengkilap. Disebut bambu/pring tali karena salah satu manfaat bambu jenis ini adalah bisa dijadikan bahan pembuat tali atau pengikat (misalnya untuk mengikat bungkus tempe yang mana pada umumnya dulu tempe dibungkus dengan daun pisang dan jati kemudian diikat menggunkan tali yang terbuat dari bambu tali yang masih muda).

Bambu/pring tulup

Bambu tulup adalah bambu yang sangat mirip warnanya dengan bambu tali, perbedaannya terletak pada diameternya yang jauh lebih kecil dan tingginya yang pada umunya maksimal 5 meter. Jarak antara ruas yang satu dengan yang lain cukup panjang.

Bambu apus (Gigantochloa Apus)

Bambu ini berasal dari daerah Asia Tenggara terkhusus di Indonesia tepatnya Provinsi Jawa, bambu ini mempunyai peranan yang penting dalam ekonomi terkhusus bagi industri kerajinan dan furnitur. Bambu tali pada umumnya memiliki diameter 3-7 cm, besar atau kecilnya tergantung kesuburan tanahnya. Untuk ketinggian/panjangnyapun bervariasi yakni antara sekitar 4-12 meter dan pada umumnya bambu tali dapat tumbuh subur di tepi sungai.

Bambu ini berumbai tebal dengan batang tegak melengkung yang bisa mencapai tinggi antara 8-22 meter. Batangnya berwarna hijau terang atau hijau kekuning-kuningan saat muda dengan diameter rata-rata antara 4-13 cm dan ketebalan dinding antara 6-13 mm. Banyak cabang yang berkerumun disimpul dengan 1 cabang dominan lebih besar, sedangkan daun berbentuk tombak dan rata-rata panjangnya 10-15 cm dan lebar antara 1,5-2 cm.

Bambu/pring wulung (Gigantochloa Atroviolacea)

Bambu wulung adalah bambu yang warna kulitnya wulung/hitam/hijau kehitaman/ungu tua dan ada garis berwarna kuning di sepanjang batang maupun rantingnya. Diameter bambu wulung mayoritas antara 5-12 cm dengan panjang dan tinggi antara 7-18 meter.

Bambu hitam (Gigantochloa Antroviolacea)

Bambu ini berasal dari Indonesia khususnya di Provinsi Jawa, bambu jenis ini jika ditempatkan pada tempat yang kering maka warna hitam keunguan akan lebih menonjol. Bambu hitam dikenal juga dengan nama gigantochloa atroviolacea atau tropical black bamboo. Batangnya lurus dan tegak yang mencapai tinggi 15 m, garis tengahnya 6-8 cm dan ruas-ruasnya sepanjang 40-50 cm, tebal dinding batangnya 8 mm. Bambu jenis ini mempunyai habitat di daerah yang kering karena semakin kering warna yang dihasilkan akan semakin bagus.

Bambu/Pring Petung (dendrocalamus asper)

Bambu ini adalah salah satu jenis bambu yang memiliki ukuran lingkar batang yang cukup besar dan termasuk ke dalam suku rumput-rumputan. Bambu betung memiliki nama lokal yang berbeda di setiap wilayah di Indonesia. Tumbuhan bambu betung yang masih muda ditutupi oleh lapisan berwarna coklat dan bertekstur seperti kain beludru. Tinggi bambu betung dapat mencapai 10 kaki sedangkan lingkar batangnya dapat mencapai 8 inchi. Bambu betung memiliki batang berkayu dan bernding tepal yaitu antara 11 sampai 20 mm.

Manfaat bambu untuk keseharian dan kesehatan

Bambu tidak hanya sekedar tanaman saja melainkan sangat bermanfaat juga bagi kehidupan manusia sehari-hari dan juga bermanfaat untuk kesehatan seperti di bawah ini.

Sebagai senjata

Pada zaman atau masa perperangan, bambu dimanfaatkan oleh pejuang arek-arek suroboyo sebagai senjata yang disebut dengan Bambu Runcing. Namun di beberapa di daerah Asia Timur dan Asia Tenggara, bambu digunakan sebagai alat bela diri. Contohnya adalah Bela diri Silambam pada Zaman Tamil Kuno, pada bela diri tersebut para petarung akan saling berpukulan menggunakan dengan tongkat bambu masing-masing.

Sebagai alat musik

Di Indonesia sendiri bambu sering dijadikan sebagai alat musik tradisional. Salah satunya adalah alat musik angklung. Tak hanya angklung, ada seruling dari bambu yang berasal dari Sunda yang juga berbahan dari pohon bambu.

Sebagai bahan pembuatan rumah

Di daerah pedesaan seperti di daerah Jawa dan Sunda masih bisa dijumpai rumah yang dindingnya berasal dari bambu. Dinding seperti ini berasal dari pohon bambu yang tebal terutama di bagian pangkal sebagai kaso. Bambu di sini juga merupakan sebagai sumber bahan bangunan yang banyak terdapat di Indonesia dan dapat diperbarui. Dari beberapa jenis bambu di dunia, 140 jenis atau 11% diantaranya berasal dari Indonesia. Bangunan berbahan bambu memiliki ketahanan terhadap guncangan gempa. Namun hal ini kurang diterapkan oleh masyarakat yang secara ruang lingkup di daerah yang rawan bencana.

Sebagai makanan hewan

Tunas atau batang bambu yang empuk dan ranting serta dedaunan dari pohon bambu di sini menjadi sumber makanan utama dari panda di Cina, panda Merah di Nepal dan lemur bambu di Madagascar. Tikus pun memakan buah bambu dan Golirra gunung Afrika juga memakan bambu serta Simpanse dan Gajah juga memakan bagian dari batang bambu.

Manfaat bambu untuk kesehatan

Hal ini tak lain karena kandungan zat yang ada di dalamnya. Tanaman tersebut mengandung protein, karbohidrat, antioksidan, serat, kalium, vitamin A, vitamin B6, vitamin E dan 12 macam asam amino yang sangat berguna bagi kesehatan tubuh.

Mencegah kanker

Manfaat batang bambu muda yang pertama adalah untuk mencegah kanker. Hal ini dikarenakan rebung mengandung serat yang mampu menjaga kesehatan usus sehingga menghindarkan resiko kanker pencernaan, tak hanya itu saja antioksidan di dalamnya juga mampu membantu tubuh melawan radikal bebas penyebab kanker.

Mencegah resiko penyakit stroke

Manfaat batang bambu muda selanjutnya yang jarang diketahui adalah untuk pencegahan stroke. Setiap 100 gram batang rebung mengandung sekitar 400 mG kalium. Kalium inilah yang kemudian membantu mencegah terjadinya serangan stroke karena mampu mengurangi desakan aliran darah.

Menurunkan kadar gula

Daun bambu yang diolah menjadi ramuan yang berupa teh dan setelah mengalami berbagai proses maka akan menghasilkanbau atau aroma yang sangat khas. Kemudian untuk bahan campuran bambu berasal bisa bunga melati maupun bunga kamboja. Daun bambu memiliki kandungan serat yang tinggi. serat yang tinggi dari daun bambu inilah yang yang sangat efektif untuk menurunkan kadar gula dalam tubuh kita.

Mengatur pencernaan

Pencernaan yang sering dialami manusia ada beberapa macam antara lain ada perut kembung, gas yang ada di perut berlebihan, perut sembelit sampai diare. Dengan mengonsumsi olahan daun bambu bisa dijadikan cara ampuh untuk mengatasi masalah pencernaan seperti itu. Daun bambu yang dirubah menjadi teh dapat membentuk semacam senyawa tertentu yang mempunyai fungsi mengatur sistem pencernaan. Efek yang ditimbulkan dari meminum teh daun bambu ini adalah perut kita menjadi terasa nyaman.

Ya, demikianlah penjelasan di atas tersebut ya, sekarang kamu udah tahu kan lebih jauh tentang tanaman bambu. Semoga saja dengan membaca artikel ini dapat memberikan informasi yang belum kamu ketahui dan tentu saja pengetahuan kamu bertambah banyak.