Pengertian Kapas Dan Proses Pengolahannya Menjadi Kain

Tahukah kamu darimana asal kain katun yang lembut atau benang yang ada di rumah kamu? Nah tahukah kamu jika keduanya berasal dari kapas? Mungkin sebagian dari kamu ada yang belum tahu jika kedua benda tersebut berasal dari tanaman kapas. Untuk itu, dalam artikel ini kita akan membahas seputar tentang kapas serta prosesnya menjadi kain dan pakaian. Yuk, langsung simak artikel berikut ini.

Pengertian Kapas

Kapas adalah sebuah bahan yang berasal dari sebuah tanaman. Kapas merupakan serat alam yang berasal dari serat tumbuh-tumbuhan yang tergolong ke dalam serat selulosa alam yang diambil dari buahnya. Serat kapas dihasilkan dari rambut biji tanaman yang termasuk dalam jenis Gossypium.

Kapas dapat tumbuh subur di dataran tinggi. Misalnya saja di pulau Sumatra tepatnya di Provinsi Jambi dan Provinsi Bengkulu dan jarang di jumpai di di dataran rendah. Tanaman kapas ini merupakan komoditas tanaman perkebunan yang cukup banyak dikembangkan di tanah air.

Tanaman ini menjadi bahan baku serat yang digunakan dalam industri tekstil. Benang dan kain katun merupakan salah satu produk tekstil yang diproduksi dari buah tanaman semak yang berasal dari daratan lembah Sungai Indus, India.

Berikut ini adalah morfologi tanaman kapas:

  • Akar: Biji tanaman kapas terdiri dari endosperm dan embrio. Endosperm berisi persediaan makanan untuk perkecambahan, sedangkan embrio berisi bakal daun, lembaga, hipokotil dan bakal akar. Terjadinya imbibisi air oleh embrio menyebabkan biji membengkak, kulit bii pecah dan akar tunggang mulai tumbuh. Dari akar tunggang inilah akan tumbuh akar-akar cabang dan terus bercabang hingga membentuk akar-akar serabut. Pada waktu pertumbuhan tanaman mencapai tinggi 20-25cm.
  • Batang: Batang kapas tumbuh tegak lurus, ini merupakan batang pokok dimana ruas-ruas tumbuh daun dan cabang-cabang pada ketiak tumbuh 3 macam tunas yang akan menjadi cabang vegetatif, generatif dan senap.
  • Daun: Daun kapas terbentuk pada buku-buku batang utama dan cabang-cabang generatif. Daun pertama terbentuk di buku ke dua pada umur 10-12 hari (buku ke satu berisi daun lembaga). Bentuk daun pertama sampai dengan kelima belum sempurna, kadang-kadang agak bulat atau panjang. Bentuk daun kapas dipengaruhi oleh varietas dan bentuk daun tersebut mulai sempurna setelah daun yang ke lima. Bentuk daun kapas bermacam-macam, ada yang normal, antara normal dan okra, okra, solet dan berputar. Beberapa varietas kapas ada yang daunnya berbulu dan ada yang tidak. Warna daun kapas bervariasi dari hijau muda, hijau, hijau tua, hijau kemerahan dan merah.
  • Bunga: Tanaman kapas mulai berbunga setelah umur 35-45 hari, dari titik bunga sampai mekar,berkisar waktu 25 hari
  • Buah: Setelah persarian, maka terbentuklah buah dari bunga sampai buah itu masak, berlangsung lebih kurang 40-70 hari yang masak akan retak dan membuka.

Manfaat Tanaman Kapas

Kapas sendiri diperoleh dari pohon kapas. Pohon ini memiliki bentuk pohon yang sedang dan tidak terlalu besar dan banyak terdapat di daerah tropis, salah satunya adalah di Indonesia. Nah kamu tahu gak apa saja manfaat dari tanaman kapas ini selain untuk membuat kain? Ya, kapas mempunyai banyak kegunaan untuk kehidupan sehari-hari.

Sebagian dari kita mungkin tidak menyadari apa saja manfaaat serat kapas, meskipun sebenarnya kita sering merasakannya. Lalu apa saja sebenarnya manfaat dari kapas? Berikut ini beberapanya:

  • Bahan pembuatan benang

Manfaat pertama dari serat kapas adalah diolah menjadi bentuk benang. Benang yang terbuat dari serat kapas dapat diolah lagi sebagai bahan dasar pada pabrik tekstil dan juga konveksi ataupun dapat dijual secara gulungan ke toko-toko kain yang nantinya akan dibeli sebagai bahan produksi dari tukang jahit dan bagi siapapun yang hobi menjahit.

  • Bahan pembuatan kain dan tekstil

Serat kapas yang sudah menjadi lembaran benang-benang kemudian dapat dimasukkan ke dalam pabrik tekstil. Di dalam pabrik tekstil inilah, serat dari kapas diolah menjadi lembaran kain tenun yang saat ini sering kita kenal dengan istilah kain katun. Biasanya, kain ini sering dimanfaatkan oleh para produsen tekstl untuk memproduksi hasil kain yang bermanfaat untuk masyarakat luas seperti :

  1. serbet
  2. saputangan
  3. sprei dan bed cover
  • Cotton bud

Cotton bud adalah sebuah alat yang digunakan untuk membersihkan kotoran yang tak dapat dijangkau karena tempatnya yang sempit seperti telinga. Cotton bud efektif membersihkan telinga. Kapas di cotton bud berada pada kedua ujungnya, serat kapas dililitkan pada batang sedotan kecil di kedua ujungnya. Dengan teksturnya yang lembut dan halus, maka tidak perlu khawatir cotton bud akan menimbulkan infeksi dan luka pada baian telinga kita.

  • Kapas kecantikan dan kapas pembersih

Salah satu produk yang dihasilkan dari pohon kapas adalah kapas kecantikan dan kapas pembersih. Produk ini cukup membantu dalam perawatan wajah. Kapas ini sangat dibutuhkan untuk mengangkat kotoran yang disebabkan oleh debu dan untuk mengangkat sisa makeup yang menempel di wajah.

Kapas kecantikan ini biasanya berwarna putih dan dikemas dalam plastik tertentu. Selain bermanfaat untuk membersihkan wajah, kapas ini juga dapat digunakan untuk membersihkan benda elektronik dengan menggunakan alkohol.

  • Spons bedak

Bedak merupakan benda yang sudah tidak asing lagi dalam kehidupan sehari-hari, terutama wanita. Tahukah kamu serat kapas dapat digunakan sebagai bahan pembuatan spons bedak? Banyak yang tidak mengetahui bahwa kapas digunakan sebagai bahan dasar spons bedak. Oleh karena itu, spons bedak memiliki permukaan yang halus dan lembut ketika bersentuhan dengan kulit.

  • Perban luka

Serat kapas dapat juga bermanfaat sebagai bahan dasar pembuatan perban dan plester. Perban sendiri sering juga disebut dengan kain kasa yang sering digunakan ketika luka dan banyak terdapat di tempat medis. Untuk plester luka, sering digunakan jika sedang terluka ringan sedangkan plester luka digunakan untuk menutup luka. Barang-barang tersebut sangat berfungsi untuk pertolongan pada kecelakaan atau luka lain, terutama dalam dunia kedokteran.

  • Sebagai komoditi ekspor

Kapas merupakan salah satu komoditi ekspor yang menjanjikan. Hal ini tentu saja dapat meningkatkan pemasukan negara kita. Keadaan ini juga dapat membantu meningkatkan pendapat per kapita dari suatu negara, karena adanya ekspor kapas ke luar negeri.

Proses Pembuatan Kain Dari Kapas

 

Pakaian yang kamu pakai sekarang ini, telah melalui serangkaian proses yang cukup panjang sebelum menjadi selembar baju yang siap pakai dan semua pakaian jenis apapun berasal dari kain yang dibuat dari serat-serat kapas dan bahan lainnya yang diproses dengan cara-cara tertentu. Berikut ini adalah langkah-langkah proses pembuatan kain dari kapas sampai menjadi pakaian:

  • Ginning atau penjeratan

Proses produksi kain yang pertama harus dilakukan setelah musim panen di ladang kapas selesai, karena setelah itu kapas akan diproses di mesin ginning dengan cara memisahkan serat kapas dari polong dan biji yang melekat. Serat kapas kemudian dikeringkan dan ditampung ke dalam tas besar untuk diangkut ke pabrik tekstil.

  • Proses pemintalan

Setelah proses penyortiran serat kain yang akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan benang, proses selanjutnya adalah tahapan pemintalan. Pemintalan merupakan proses dimana serat yang relatif pendek disejajarkan satu sama lain agar menjadi ukuran tertentu lalu dipilin supaya serat-seratnya tidak terlepas untuk menghasilkan pintalan benang. langkah dalam pembuatan kain ini adalah proses yang cukup memerlukan kehati –hatian.

  • Soft Winder

Setelah menyelesaikan proses spinning dengan benar, selanjutnya adalah melalui proses soft winder. Proses Soft winder adalah proses untuk menggulung helaian benang hasil dari proses spinning.

  • Pencelupan

Usai menyelesaikan proses soft winder, langkah selanjutnya adalah melalui proses yang dinamakan pencelupan. Pada proses pencelupan yang satu ini, benang yang telah digulung atau melalui proses soft winder tadi akan dicelupkan guna menghasilkan beragam warna. Setelah pencelupan berhasil dilakukan, benang harus segera dikeringkan.

  • Weaving atau penenunan

Kemudian setelah menghasilkan benang dengan beragam warna, barulah benang – benang yang sebelumnya telah mengalami proses pencelupan, ditenun menjadi kain. Proses weaving ini adalah proses utama dari mengubah benang menjadi kain.

Untuk melewati proses ini, benang perlu dianyam hingga berbentuk anyaman kain. Setelah itu, kita bisa menambahkan benang buatan ke dalam kain katun sehingga bisa menghasilkan jenis kain katun yang berbeda kadar kapasnya.

  • Proses shiage

Berlanjut dari proses weaving atau menenun kain menuju langkah selanjutnya yaitu proses Shiage. Proses ini adalah bagian dari proses pemeriksaan setelah kain telah ditenun dengan sempurna. Proses ini berfungsi untuk menentukan grade dari kain-kain tersebut.

Bila dari pemeriksaan ditemukan kecacatan maka kain dikirim ke bagian perbaikan. Di proses ini juga dilakukan proses klasifikasi kain sesuai dengan jenisnya. Untuk jenis t-shirt biasanya hasilnya berupa bahan cotton carded, cotton combed atau Teteron Cotton. Sementara untuk polo shirt, biasanya terbuat dari jenis cotton pique yang berpori-pori lebih besar.

  • Treatments

Untuk meningkatkan kualitas kain, maka proses yang satu ini sangat penting, yaitu proses treatments. Proses pada treatments ini dapat berupa penggosokan pada beberapa area spesifik kain untuk dibersihkan. Selain itu, juga bisa dilakukan pemutihan atau penambahan warna pada kain. Ada juga industri yang melakukan pemutihan kapas sebelum ditenun.

  • Finishing atau penyelesaian

Pada proses finishing atau penyelesaian ini dilalui dengan cara penambahan bahan kimia dan bahan lainnya untuk menghasilkan kain yang lebih berkualitas dan dapat terlindung dari paparan sinar UV atau matahari.

Sebelum kain dikirim ke pasaran ada proses penggulungan dan pengepakan kain sesuai dengan pesanan dari pelanggan. Sampai tahap ini selesailah proses produksi kain di pabrik. Kemudian kain akan dipasarkan ke pelanggan-pelanggan atau distributor dan pusat-pusat grosir kain.

Dari pusat-pusat grosir inilah biasanya industri garmen mendapatkan supply bahan baku kain. Industri-industri garmen ini meliputi industri konveksi, sablon atau percetakan hingga ke level industri rumah tangga. Nah setelah sampai disitu, barulah kain dipotong sesuai ukurannya masing – masing untuk dijadikan berbagai produk fashion seperti kaos, jaket, kemeja, polo shirt dan masih banyak lainnya lagi.

Ya begitulah kurang lebih proses dan cara pembuatan kain secara singkat. Siapa yang menyangka bukan? Awalnya hanya serat kapas, namun setelah melewati serangkaian proses maka akan menjadi sebuah pakaian yang kita butuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Sekian dulu pembahasan kita kali ini dan sampai jumpa lagi ya…