Kenapa Pria Jarang Terlihat Menangis? Ternyata Ini Alasannya

Ketika kita sedang sedih atau merasakan sesuatu yang begitu bahagia, pasti hampir sebagian dari kamu akan menangis. Apalagi untuk kaum perempuan, tentu sangat identik dengan menangis. Terkadang juga menangis merupakan sebuah ungkapan ketika bibir tak bisa berucap. Tapi, pernah gak sih di antara kalian bertanya-tanya kenapa laki-laki jarang terlihat menangis? Apakah memang mereka memiliki hati yang kuat dibanding kaum perempuan? Nah untuk lebih jelasnya lagi, mari kita simak artikel ini.

Pengertian Menangis

Menangis merupakan reaksi atas tersentuhnya hati oleh sebuah kejadian. Menangis memang sangat identik dengan perempuan, mengalirkan air mata sering dianggap sama dengan menunjukkan kelemahan. Arti air mata yang tercurah saat menangis merupakan ungkapan perasaan atas kebahagiaan, kekecewaan juga kesedihan. Orang yang menangis pun kerap kita anggap sebagai orang yang cengeng, lemah dan penakut.

Wanita dan air mata adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Namun percayalah bahwa ketika wanita itu menangis bukan karena ia sedang mencari perhatian atau alasan lainnya. Karena menangis adalah satu-satunya cara bagi mereka ketika bibirnya tidak lagi mampu menjelaskan apa yang dirasakannya.

Pada beberapa kasus, menangis adalah sinyal yang dikirimkan oleh seseorang pada orang lain untuk memberitahukan bahwa seseorang itu benar-benar sedih atau tertekan. Menangis sudah menjadi identitas manusia sejak dilahirkan bahkan bagi bayi, menangis dapat disimbolkan sebagai pemberitahuan bahwa ada masalah pada bayi, mungkin merasa sakit atau tidak nyaman.

Menangis menjadi hal pertama yang bisa dilakukan generasi Adam dan Hawa di bumi ini. Sebelum bisa bicara, sebelum mampu tertawa dan sebelum siap berjalan, tangis itu sudah ada pada diri tiap manusia. Secara psikologis, menangis mampu membuat perasaan menjadi lebih baik, nyaman dan tenang karena tangisan dapat membantu menyingkirkan kimiawi stres dalam tubuh.

Tidak hanya itu, air mata yang dikeluarkan saat menangis tersebut bukanlah hal yang sia-sia. Kenapa? Karena menangis memiliki manfaat yang mungkin tidak kamu sadari seperti berikut ini:

Meningkatkan mood

Menangis bisa menurunkan tingkat depresi seseorang. Dengan menangis, mood akan terangkat kembali. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena luapan perasaan atau emosi mengandung 24% protein albumin yang bermanfaat dalam mengatur kembali sistem metabolisme tubuh. Air mata tipe ini jelas lebih baik dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata.

Membantu penglihatan mata

Air mata ternyata membantu penglihatan seseorang, jadi bukan hanya mata itu sendiri. Cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang bisa membuat penglihatan menjadi kabur.

Mengurangi stres

Penelitian menyatakan bahwa air mata ternyata juga mengeluarkan hormon stres yang terdapat dalam tubuh yaitu endorphin leucine-enkaphalin dan prolactin.

Melegakan perasaan

Sepertinya setiap orang merasakan hal ini setelah menangis. Setelah menangis, berbagai masalah dan cobaan yang mendera, kekesalan dan amarah yang menyesak serta goresan sakit hati biasanya berkurang dan muncullah perasaan lega.

Menjadi penghalang agresivitas

Orang yang sedang memuncak tingkat emosinya, meletup amarahnya biasanya akan berlaku dan bersikap lebih agresif bahkan bisa berdampak destruktif. Emosi yang diluapkan dengan menangis mampu menjadi penghalang agresivitas.

Menangis akan mengeluarkan racun dalam tubuhmu

Penelitian selama bertahun-tahun yang dilakukan oleh seorang ahli biokimia, William Frey mengungkapkan bahwa ternyata air mata yang kita keluarkan saat kita merasa emosional seperti sedih atau stres ternyata berbeda dengan air mata yang kita titikkan saat terkena iritasi mata ringan.

Bedanya? Ternyata air mata yang kita keluarkan saat sedang emosional itu mengandung racun yang tidak ditemukan pada air mata saat kita mengalami iritasi mata ringan. Ini bukan berarti air mata kita beracun, justru ini membuktikan bahwa air mata mampu membantu proses detoksifikasi tubuh.

Mengapa Pria Jarang Terlihat Menangis?

Pada umumnya, perempuan identik lebih mudah menangis dan mengeluarkan air mata daripada pria. Penelitian terbaru yang mempelajari kekuatan biologis dan proses menangis menunjukkan bahwa ada berbagai jenis air mata dan perbedaan dalam cara menangis laki-laki dan perempuan.

“Laki-laki juga diajarkan untuk tidak menangis, hal ini ternyata cukup terbantu dengan adanya hormon testosteron yang membantu meningkatkan ambang antara stimulus emosional dan keluarnya air mata,” ujar Dr. Louann Brizendine, seorang neuropsikiatri di University of California, San Francisco, seperti dikutip dari Wall Street Journal.

Menurut Dr. Brizendine, ada beberapa hal yang menyebabkan seorang pria lebih susah mengeluarkan air mata dibanding perempuan, yaitu:

  • Memiliki hormon testosteron yang lebih tinggi sehingga lebih kuat menahan tangis
  • Memiliki saluran air mata yang lebih besar sehingga air mata tidak gampang jatuh
  • Adanya perbedaan pada sel-sel kelenjar air mata

Air mata yang keluar saat seseorang menangis mengandung protein, garam, hormon dan zat lain. Tapi pada air mata yang keluar karena emosional mengandung kadar protein yang lebih tinggi. Salah satu hormon yang keluar saat menangis adalah hormon prolaktin yang merupakan katalis laktasi (menyusui).

Pada perempuan yang telah mencapai usia 18 tahun, tingkat hormon prolaktin ini meningkat 50-60 persen lebih tinggi dibandingkan dengan pria. “Kami percaya bahwa ini menjadi salah satu alasan perempuan lebih mudah menangis,” ujar Dr. William H Frey II, seorang ilmuwan saraf dan biokimia dari Regions Hospital di St. Paul, Minnesota.

Selain itu, pria adalah makhluk yang dianggap kuat dibandingkan wanita. Pria dikenal dengan kegagahannya dan tidak cengeng tetapi mau tidak mau harus diakui kalau pria juga bisa menangis. Nyatanya pria juga bisa bersedih bahkan air mata yang dikeluarkan pria lebih jujur daripada wanita.

Air mata yang ada pada wanita biasanya digunakan sebagai senjata, kadang dibuat untuk menutupi kebohongan dan kadang dibuat untuk mempengaruhi prianya agar lebih mengalah dan juga kadang agar bisa dipenuhi permintaannya hanya dengan sebuah tangisan. Tetapi jika pria menangis, itu adalah kejujurannya. Sayangnya air mata pria selalu tersembunyi, ia akan terlihat tetap tersenyum dihadapan wanitanya walaupun wanitanya menyakitinya.

Nah udah tau kan kenapa kaum laki-laki jarang terlihat menangis, tapi bukan berarti mereka tidak pernah menangis ya. Hanya saja memang dari kecil udah diajarkan kalau laki-laki tidak boleh menangis. Okey sekian dulu ya perjumpaan kita, see you bye-bye….