Edelweis, Bunga Keabadian Yang Menyimpan Rahasia Dibalik Keindahannya

Pernahkah kalian mengetahui apa itu bunga Edelweis? Mungkin untuk para pendaki sudah gak asing lagi dengan bunga yang satu ini, secara ya bunga ini memang berada di dataran tinggi. Percaya gak sih kalau bunga ini gak pernah mati? Masa iya sih bunga gak ada matinya, aneh juga ya. Nah untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas lagi, mari kita simak sama-sama artikel di bawah ini.

Sejarah

Edelweis atau Edelweis Jawa (Javanese edelweis) juga dikenal sebagai “Everlasting Flower atau Bunga Keabadian” yang mempunyai nama latin “Anaphalis javanica” yang hanya tumbuh di ketinggian di atas 1500 mdpl. Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian 8 meter dengan batang mencapai sebesar kaki manusia, meskipun pada umumnya tidak melebihi 1 meter.

Bunga ini tumbuh membentuk rimbunan kecil di permukaan tanah dan pertumbuhan bunga ini bisa dibilang termasuk cepat karena walaupun hanya memiliki tinggi 1 meter tetapi bisa menghasilkan bunga–bunga generatif yang melimpah. Sebenarnya bunga edelweis ini adalah bunga “Leontopodium” yang hanya bisa dijumpain di pegunungan Alpen.

Sedangkan yang tumbuh di luar pegunungan Alpen tersebut merupakan hanya kelopak bunganya saja. Karena sebenarnya bagian dari bunga tersebut adalah bubuk kuning yang dalam 1-3 hari setelah mekar akan jatuh keluar dan yang ditinggalkan hanya kelopak bunga. Nah, kelopak bunga inilah yang sering diambil oleh para pendaki dan dibudidayakan oleh masyarakat sekitar.

Menurut cerita pada zaman dahulu, ada sebuah kerajaan yang dijaga peri-peri salju yang berada di dalam sebuah gua di salah satu pegunungan Alpen. Di kerajaan tersebut hidup seorang raja dengan putrinya yang dikenal sangat cantik, tetapi memiliki hati yang dingin seperti es. Oleh karena itu, banyak pendaki ingin membuktikan kebenaran cerita dan mencoba menemui putri cantik tersebut.

Namun, beberapa pendaki gagal mencapai puncak karena mereka tidak bisa menahan dinginnya cuaca. Tetapi ada juga beberapa pendaki yang berhasil menemukan istana dan kagum dengan keindahannya serta kecantikan sang putri. Mereka mencoba untuk memenangkan hati sang putri dengan cara merayunya, namun sayang sang putri sama sekali tidak tersentuh oleh rayuan para pendaki tersebut.

Sampai suatu saat, ada seorang pendaki yang berhasil mendapatkan hati sang putri, keduanya saling jatuh cinta. Akan tetapi peri-peri penjaga kerajaan istana tersebut iri pada pendaki yang berhasil mendapatkan hati sang putri sehingga melakukan apapun untuk menjauhkan ia dari kerajaan.

Pendaki tersebut tidak pantang menyerah untuk selalu ke kerajaan tersebut sampai akhirnya dia terjatuh ke lembah yang berada jauh dari istana yang disebabkan oleh penjaga kerajaan tersebut tanpa sepengetahuan sang putri. Putri pun berpikir mengapa pendaki tersebut pergi meninggalkannya dan hal tersebut membuat ia sangat sedih.

Setelah beberapa tahun berlalu, sang putri mengetahui kalau pendaki yang dicintainya tersebut telah menikah dengan gadis kampung biasa. Ia pun merasakan sedih yang sangat teramat dalam karena merasa dikhianati, ia terus-menerus menangis dan tanpa disadarinya setiap tetes air matanya berubah menjadi butir-butir bunga kecil yang indah.

Bunga yang tidak pernah layu dan mati, selalu abadi seabadi rasa cinta sang putri pada pendaki tersebut. Bunga tersebutlah yang kita kenal sekarang dengan bunga edelweis, bunga yang juga melambangkan ketulusan dan pengorbanan besar namun sekarang bunga tersebut telah dianggap langka karena banyak orang yang memetiknya untuk dijadikan oleh-oleh.

Ada sebuah larangan untuk tidak memetik bunga tersebut, kenapa? Karena bunga tersebut hanya tumbuh di daerah pegunungan saja, nah kalau semakin banyak pendaki yang memetik bunga tersebut dan membawanya ke bawah tentu saja hal tersebut akan mengancam pertumbuhan bunga tersebut.

Para pendaki sejati tentu saja sudah banyak yang mengetahui larangan agar tidak memetik bunga edelweis tersebut karena di setiap tempat pendakian telah dipasang aturan imbauan agar para pendaki tidak memetik edelweis. Selain itu, memetik bunga tersebut adalah hal yang melanggar kode etik pendakian gunung dan bisa terancam hukuman sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Hayati Ekosistem pasal 33 ayat 1.

Tercatat 636 batang telah diambil dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Diketahui tempat ini sebagai tempat perlindungan terakhir dalam melestarikan bunga abadi ini. Sementara itu, di Gunung Bromo dilaporkan bahwa bunga edelweis telah punah.

Dimana Saja Bisa Melihat Bunga Edelweis?

Selain di pegunungan Alpen, bunga ini juga bisa dijumpain di Indonesia. Ada beberapa wilayah pegunungan di Indonesia yang ditumbuhi bunga indah tersebut. Nah buat kamu yang penasaran gimana bentuk asli dari bunga abadi tersebut, kamu bisa melihatnya di beberapa tempat berikut ini:

Plawangan Sembalun, Gunung Rinjani

Tempat pertama untuk melihat edelweis adalah Plawangan Sembalun yang berada di gunung Rinjani, Lombok. Seakan melengkapi keindahan gunung Rinjani, di Plawangan Sembalun kamu bisa menikmati hamparan bunga Edelweis di pinggiran track dengan latar belakang danau Sagara Anak.

Plawangan ini berupa jalur sempit di puncak lembahan. Dari sini kamu bisa memandang danau Sagara Anak dari atas. Setelah berjalan menyusuri keindahan alam selama 12 Jam, setelah berhasil melewati pos 1, 2 dan 3 lalu pada ketinggian 2700 mdpl dan satu kilometer sebelum puncak Rinjani. Itulah Plawangan Sembalun, tempat indah yang akan memanjakan setiap pendaki dengan pemandangan yang indah.

Alun-Alun Surya Kencana, Gunung Gede

Menurut cerita, di tempat ini sering terdengar suara kaki kuda para prajurit Pangeran Surya Kencana. Oleh sebab itu, dataran luas di ketinggian 2.750 mdpl ini disebut dengan nama Alun-Alun Surya Kencana. Meski kekuatan mitos menyelimuti tempat indah ini, Alun-Alun Surya Kencana tidak boleh kamu lewati saat kamu mengunjungi gunung Gede, di Jawa Barat. Di sana kamu akan disuguhi hamparan bunga Edelweis yang sangat luas dan indah. Jika kamu ingin ke sana, Surya kencana bisa dicapai dengan berjalan kaki sekitar 3-5 jam dari pintu masuk jalur gunung putri dan juga bisa lewat jalur Cibodas.

Gunung Lawu

Hanya di jalur pendakian gunung Lawu ini kamu bisa jumpain bunga edelweis dengan warna yang sedikit berbeda, yaitu ungu. Bunga edelweis dengan warna ungu hanya bisa dijumpai di tengah-tengah track gunung Lawu dan terkadang tertutup oleh bunga edelweis lain yang dominan berwarna coklat dan putih. Maka dari itu, tidak semua pendaki bisa menemukan edelweis ungu ini.

Tegal Alun, Gunung Papandayan

Tempat selanjutnya adalah Tegal Alun yang berada di kawasan puncak gunung Papandayan, kabupaten Garut. Gunung dengan ketinggian 2.665 mdpl ini punya magnet bagi para pendaki, kenapa? Tentu saja karena hamparan luas yang ditumbuhi edelweis di puncak gunung.

Kalimati

Tempat ini berada tepat di bawah Gunung Mahameru. Menikmati bunga edelweis di tempat ini akan memberikan sebuah pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan. Gimana tidak, kamu bisa menikmatinya dengan latar belakang tanah tertinggi di pulau Jawa yang tentu saja dengan pemandangannya yang sangat indah.

Yang paling menarik dari bunga edelweis tersebut, meskipun dipetik tidak akan berubah bentuk dan warnanya selama disimpan di tempat yang kering dengan suhu ruangan. Padahal edelweis merupakan tumbuhan pelopor bagi tanah vulkanik muda di hutan pegunungan dan mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya di atas tanah yang tandus, karena mampu membentuk mikoriza dengan jamur tanah tertentu yang secara efektif memperluas kawasan yang dijangkau oleh akar-akar dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara.

Bunga-bunganya yang biasanya muncul diantara bulan April dan Agustus sangat disukai oleh serangga, lebih dari 300 jenis serangga seperti kutu, tirip, kupu-kupu, lalat dan lebah terlihat sering hinggap di atasnya. Di dalam bunga edelweiss juga terkandung hormon etilen, yakni hormon yang berfungsi sebagai penekanan hormon sehingga bunganya tidak bisa gugur dan yang hebatnya lagi bunga tersebut dapat mekar sampai 10 tahun lamanya.

Manfaat Bunga Edelweis

Bunga abadi edelweis merupakan bunga yang memiliki banyak kandungan dan bermanfaat untuk mengobati berbagai penyakit seperti disentri, diare, TBC serta masih banyak lagi. Dan ternyata bunga ini sudah digunakan sejak dahulu sebagai salah satu bahan untuk obat herbal yang kaya akan kandungan yang baik untuk tubuh. Tidak hanaya itu saja, berikut ini adalah manfaat yang lainnya:

Mengatasi pembengkakan

Bunga ini juga terbukti dapat digunakan untuk mengatasi radang atau pembengkakan yang terjadi pada tubuh. Itu disebabkan karena kandungan dalam bunga abadi edelweis tersebut memiliki sifat anti inflamasi yang berguna untuk mengatasi radang atau pembengkakan pada tubuh.

Menjaga daya tahan tubuh

Bunga ini juga memiliki kandungan yang kaya akan antioksidan untuk menjaga daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit yang dapat menyerang tubuh setiap saat. Selain itu, bunga ini juga dapat menangkal radikal bebas yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Menghentikan diare

Diare dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti pola makan yang buruk, memakan makanan yang pedas dan masalah lainnya. Jika dibiarkan, hal itu akan menyebabkan sistem pencernaan terganggu sehingga dapat mengakibatkan diare. Tentu saja diare akan menggaggu aktivitas kita sehari-hari, maka dari itu bunga abadi edelweis ini dapat dimanfaatkan untuk obat herbal sebagai obat menghentikan diare.

Mengobati disentri

Selain dapat menghentikan diare, ternyata bunga abadi edelweis ini juga memiliki berbagai kandungan yang dapat dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit lainnya. Seperti mengobati disentri atau buang air besar yang disertai dengan lendir dan nanah. Caranya dengan menyeduh bunga ini dengan segelas air kemudian minumlah selagi hangat. Kandungan di dalam bunga ini dipercaya dapat berfungsi untuk mengobati disentri.

Mencegah hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi kronis di mana tekanan darah pada dinding arteri (pembuluh darah bersih) meningkat. Kondisi ini dikenal sebagai “pembunuh diam-diam” karena jarang memiliki gejala yang jelas. Nah bunga edelweis juga bisa dimanfaatkan untuk mencegah hipertensi.

Menjaga kulit tetap sehat

Bunga tersebut berfungsi untuk membantu kamu agar memiliki kulit yang sehat, bercahaya serta membuat kulit terlihat segar. Saat kulit mulai kehilangan pesonanya atau biasa disebut dengan wajah kusam, itu disebabkan oleh sel kulit mati yang menumpuk. Salah satu jalan keluarnya adalah dengan memanfaatkan ekstrak bunga edelweis. Ekstrak edelweis menjadi bahan favorit perawatan kulit secara alami.

Mengobati infeksi

Sifat bakterisida yang menyerupai Air Infuse (rendaman/celupan) dari bunga edelweis digunakan sebagai obat alami tradisional yang bersifat herbal terhadap tonsilitis, faringitis, infeksi telinga dan bronkitis serta bisa mengobati sakit maag.

Demikianlah kurang lebih penjelasan di atas tentang bunga edelweis yang juga disebut dengan bunga keabadian tersebut. Apakah kamu tertarik untuk mendaki salah satu gunung yang udah disebutkan di atas untuk melihat keindahan bunga edelweis? Harus di ingat ya guys, jangan pernah memetik bunga tersebut karena yang harus kamu lakukan itu adalah melestarikannya agar tidak punah. Okey sampai sini dulu ya pembahasan kita dan sampai jumpa lagi…