Bagaimana Proses Pengolahan Kelapa Sawit Menjadi Minyak Goreng? Yuk, Ikuti Ulasannya

Tahukah kamu darimana minyak goreng itu berasal? Apa pun yang kamu masak, tentu saja memakai minyak goreng meskipun tidak semua masakan ya. Kembali ke pertanyaan tadi, kira-kira kamu tahu gak minyak goreng itu terbuat dari apa? Yap, dari kelapa sawit.

Kelapa sawitlah yang menjadi bahan baku dalam pembuatan minyak goreng yang berada di dapur kamu. Nah dalam artikel ini, kita akan membahas tentang pohon kelapa sawit dan bagaimana proses pengolahannya sehingga menjadi minyak goreng. Yuk, ikuti terus artikel ini.

Tanaman Kelapa Sawit

Kelapa sawit merupakan tumbuhan industri penghasil minyak seperti minyak masak, minyak industri dan minyak bahan bakar (biodesel). Pohon kelapa sawit ini memiliki tinggi yang dapat mencapai 24 meter. Akar serabut tanaman kelapa sawit mengarah ke bawah dan samping.

Selain itu juga terdapat beberapa akar napas yang tumbuh mengarah ke samping atas untuk mendapatkan tambahan aerasi. Kelapa sawit berkembang biak dengan cara generatif. Buah sawit matang pada kondisi tertentu embrionya akan berkecambah menghasilkan tunas (plumula) dan bakal akar (radikula).

Seperti jenis tanaman palma lainnya, daunnya tersusun majemuk menyirip. Daun berwarna hijau tua dan pelepah berwarna sedikit lebih muda. Penampilannya agak mirip dengan tanaman salak, hanya saja dengan duri yang tidak terlalu keras dan tajam. Batang tanaman diselimuti bekas pelepah hingga umur 12 tahun. Setelah umur 12 tahun pelapah yang mengering akan terlepas sehingga penampilan menjadi mirip dengan kelapa.

Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam, ungu hingga merah tergantung bibit yang digunakan. Buah bergerombol dalam tandan yang muncul dari tiap pelapah dan minyak dihasilkan oleh buah. Kandungan minyak bertambah sesuai kematangan buah. Setelah melewati fase matang, kandungan asam lemak bebas (FFA, free fatty acid) akan meningkat dan buah akan rontok dengan sendirinya.

Buah terdiri dari tiga lapisan:

  • Eksoskarp, bagian kulit buah berwarna kemerahan dan licin.
  • Mesoskarp, serabut buah
  • Endoskarp, cangkang pelindung inti

Kelapa sawit (Elaeis guineensis) ini berasal dari Afrika barat dan sudah ada dari tahun 1848. Yang mana diperkenalkan oleh orang-orang Belanda. Saat itu ada 4 batang bibit kelapa sawit yang ditanam di Kebun Raya bogor (Botanical Garden) Bogor, dua bibit kelapa sawit berasal dari Bourbon (Mauritius)dan dua lainnya dari Hortus Botanicus, Amsterdam (Belanda).

Pada awalnya tanaman ini ditanam sebagai tanaman hias namun dengan berkembangnya waktu, maka tanaman ini di tanam secara komersial karena dapat menghasilkan produk-produk berkualitas. Perkebunan kelapa sawit pertama berlokasi di Pantai Timur Sumatera (Deli) serta juga Aceh dengan luas perkebunan sekitar 5.123 Ha.

Perkebunan kelapa sawit maju pesat sampai bisa menggeser dominasi ekspor Negara Afrika pada masa itu. Akan tetapi pada masa pendudukan Jepang, Budaya kelapa sawit mengalami penurunan yang sangat dratis dari segi produksi maupun dari segi luasan lahan.

Namun pada tahun 1980 sampai sekarang ini, luas areal tanaman kelapa sawit terus berkembang dengan pesat di Indonesia. Ekspor minyak sawit (CPO) Indonesia sudah merajai dunia misal ke Belanda, India, Cina, Malaysia dan Jerman. Sedangkan untuk produk minyak inti sawit (PKO) lebih banyak diekspor ke Belanda, Amerika Serikat dan Brasil. Perkebunannya menghasilkan keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit kedua dunia setelah Malaysia.

Proses Pengolahan Kelapa Sawit Menjadi Minyak Goreng

Proses produksi kelapa sawit sangatlah menentukan kualitas dari minyak kelapa sawit yang akan dihasilkan. Minyak kelapa sawit menjadi salah satu jenis minyak yang paling banyak dikonsumsi dan diproduksi di dunia ini. Kelapa sawit menjadi salah satu komoditas bernilai tinggi.

Indonesia menjadi salah satu negara yang mampu menyediakan kebutuhan minyak sawit dunia, angkanya bahkan bisa mencapai 80 persen dari kebutuhan global. Bisnis di bidang kelapa sawit tumbuh pesat ke arah yang positif bukan tanpa alasan, karena permintaan olahan kelapa sawit berupa crude palm oil atau CPO yang terus meningkat setiap tahunnya menjadi faktor utama yang membuatnya terus berkembang.

Minyak goreng tentunya sudah sangat kita pahami penggunaannya dalam kehidupan kita sehari-hari apalagi kultur kuliner masyarakat Indonesia tidak lepas dari yang namanya gorengan dan bahkan makan pun kalau tidak ada gorengan rasanya kurang lengkap.

Ada banyak sekali alasan mengapa minyak kelapa sawit ini menjadi salah satu minyak yang paling banyak digunakan. Salah satu alasannya adalah karena minyak kelapa sawit ini murah dan proses produksinya juga sangat mudah. Selain itu minyak kelapa sawit juga sangat stabil sehingga banyak digunakan untuk beragam variasi makanan, produk kebersihan dan kosmetik.

Proses pengolahan kelapa sawit yang dijaga mutunya dengan menerapkan standar pengolahan sesuai prosedur juga menjadi salah satu kunci utama. Kelapa sawit mengalami proses panjang sebelum diolah menjadi minyak yang siap digunakan untuk berbagai kebutuhan.

Pada masa awal penanaman ada serangkai proses yang harus dilakukan mulai dari pemilihan bibit, penanaman, perawatan dan pembersihan sampai pemupukan dan siap di panen. Semua proses itu harus dilakukan dengan cermat karena kelapa sawit yang berkualitas didapatkan dari proses panjang yang tidak sembarangan. Lalu bagaimana cara memproduksinya menjadi minyak goreng? Berikut ini adalah proses pengolahannya:

  • Melakukan Pemilahan atau Sortir

Tahap yang pertama adalah ketika buah kelapa sawit yang telah memasuki masa panen harus segera dipetik dan diolah. Buah kelapa sawit yang sudah dipanen oleh para petani atau karyawan perusahaan akan dikirimkan ke PKS (Pabrik kelapa sawit ) untuk diproses menjadi CPO.

Buah yang telah siap diolah kemudian masuk dalam proses pemilahan untuk memisahkan antara buah yang layak produksi dan yang tidak. Tingkat kematangan yang pas dapat mempengaruhi kualitas CPO yang dihasilkan tidak heran proses pengolahan kelapa sawit ini menjadi sangat penting dan harus teliti agar tidak mempengaruhi hasil akhir.

Buah dengan kematangan yang tepat diukur dari tingkat rendemen atau kualitas CPO dan asam lemak bebas atau ALB. Kedua elemen tersebut menjadi penentu yang paling signifikan untuk mengetahui kematangan, normalnya untuk kematangan yang pas kadar rendemen berada pada kisaran 18 hingga 23 persen sementara kadar ALB-nya sekitar 2,2 hingga 3 persen.

  • Perebusan

Proses pengolahan kelapa sawit selanjutnya adalah dengan melakukan perebusan yaitu di tempat semacam bejana bertekanan dengan menggunakan steam atau uap panas yang dihasilkan Oleh Boiler dengan tekanan 2,8 sampai 3 bar dengan menggunakan Sterilizer atau rebusan. Tujuan dari proses perebusan ini adalah untuk mematikan enzym yang bisa merusak mutu dari minyak CPO.

Selain itu, saat dimasukkan buah masih menempel pada bagian tandannya dan masih dalam bentuk mentah belum dikupas dari cangkangnya. Dengan mesin berkekuatan tinggi buah kelapa direbus dalam suhu panas. Proses pengolahan kelapa sawit ini memiliki tujuan untuk mempermudah buah kelapa dilepaskan dari tandannya dan mudah dikupas dari cangkangnya.

  • Memisahkan Buah dari Tandan

Proses perebusan yang telah selesai menjadi langkah yang mempermudah proses selanjutnya yaitu memisahkan buah dari tandan. Pada proses pengolahan kelapa sawit ini buah akan dilepas secara bersamaan dalam sebuah mesin besar dengan sistem diputar menggunakan kekuatan tinggi.

Putaran yang menggunakan kecepatan tinggi dapat melepaskan buah yang menempel kuat pada tandan kemudian didapat satuan-satuan buah yang siap dibawa pada proses lanjutan. Sering kali, meski telah dilakukan tahap pemisahan buah tidak begitu saja lepas, maka harus ada proses kedua yang dilakukan lagi untuk memastikan buah benar-benar tidak menempel lagi pada tandan.

  • Pemerasan Daging Buah

Sebelum buah di peras, terlebih dahulu harus melepaskan biji buah dari daging buah. Hal ini memakai tekanan uap bersuhu antara 80 hingga 90 derajat. Secara perlahan dengan sendirinya daging buah akan terpisah dari bijinya dan dipindahkan untuk dilakukan proses penghalusan. Pada tahap ini membutuhkan tambahan panas sekitar 10 hingga 15 persen dari kapasitas mesin pengompres.

  • Penyaringan Minyak Kasar Atau Screwing Press

Screwing press menjadi proses pengolahan kelapa sawit selanjutnya untuk memeras daging buah yang telah dihaluskan untuk menghasilkan minyak kasar. Minyak yang masih bercampur dengan residu tersebut selanjutnya perlu ditampung dalam wadah untuk dilakukan penyaringan untuk memisahkan cairan minyak dengan ampas yang tersisa.

Pada tahap ini, minyak harus dicampur dengan air bersuhu panas untuk memudahkan proses pemisahan. Nantinya saat mendekati tahap akhir, minyak akan dibersihkan dari kontaminasi air dan bahan-bahan residual lainnya melalui tahap oil purifier.

  • Pemurnian Minyak

Minyak yang telah terpisah dengan air tidak 100% benar- benar terpisah dengan air. Hal ini membutuhkan proses pemurnian untuk benar- benar menghilangkan air di dalam minyak. Untuk dapat memurnikan minyak, minyak di bawa ke dalam vacuum drier.

Fungsi dari mesin ini adalah untuk membuang air yang terkandung di dalam minyak hingga nilai minimal atau di bawah ambang batas. Setelah melewati proses vacuum drier, minyak yang telah menjadi minyak murni dimasukkan ke dalam oil storage tank untuk di bawa ke bagian pengemasan.

Manfaat Minyak Sawit Untuk Kesehatan

Minyak sawit memiliki kandungan vitamin A dan E yang dibutuhkan manusia. Kedua unsur vitamin ini bermanfaat bagi kesehatan manusia terutama anti oksidan, anti kanker dan kesehatan kulit. Tanaman kelapa sawit merupakan salah satu tanaman yang mampu membuat berbagai vitamin khususnya vitamin A dan E.

Dalam setiap volume yang sama, minyak sawit ternyata mengandung vitamin A sebanyak 15 kali dari kandungan vitamin A wortel. Bahkan dibandingkan dengan kandungan vitamin A yang terdapat pada pisang, kandungan vitamin A minyak sawit hampir 100 kali lipat lebih besar.

Selain vitamin A, minyak sawit juga mengandung vitamin E yang cukup tinggi dan tertinggi dibandingkan dengan minyak nabati lain termasuk lemak hewan. Dibandingkan minyak zaitun yang sering dinilai mengandung vitamin E tinggi (sehingga dianggap obat) masih jauh lebih rendah dari kandungan vitamin E minyak sawit.

Minyak zaitun hanya mengandung vitamin E sebesar 51 ppm. Tetapi dalam minyak sawit kandungan vitamin E jauh lebih tinggi yaitu 1172 ppm. Demikian juga minyak nabati lain seperti minyak kedelai, minyak jagung, minyak kacang tanah, kandungan vitamin E-nya lebih sedikit dibandingkan dengan minyak sawit.

Minyak kelapa sawit alami berwarna kemerahan-oranye karena memiliki kandungan beta-karoten yang sangat tinggi. Hal ini juga salah satu dari sedikit lemak nabati jenuh alami yang berarti minyak kelapa sawit dapat membantu mencegah penyakit kardiovaskular. Nah di bawah ini juga merupakan manfaat lain dari minyak sawit:

  • Sebagai Sumber Energi

Kebanyakan orang mengetahui bahwa sumber energi tubuh didapat dari makanan pokok seperti beras, jagung atau ubi-ubian. Disamping itu, energi juga dapat didapat dari cadangan lemak dalam tubuh. Minyak sawit ini mempunyai kandungan lemak baik yang sangat dibutuhkan oleh tubuh sebagai sumber energi cadangan.

  • Mencegah Kanker

Manfaat minyak sawit berikut ini juga akan kamu peroleh berkat kandungan tokoferol atau sejenis vitamin A yang merupakan zat antioksidan. Antioksidan tidak hanya mampu menjaga kesehatan mata akan tetapi juga dapat mencegah pertumbuhan sel kanker dalam tubuh manusia. Cara kerjanya ialah dengan mencegah mutasi sel yang nantinya dapat menjadi sel kanker.

  • Baik Untuk Wanita Hamil

Kekurangan vitamin adalah beberapa kondisi yang paling berbahaya yang bisa dihadapi wanita hamil dan anak-anak mereka yang belum lahir. Tingginya kandungan vitamin A, D dan E yang ditemukan dalam minyak kelapa sawit dan karena tubuh tidak dapat secara alami mempertahankan vitamin ini, maka perlu untuk mengkonsumsinya secara teratur.

  • Mencegah Stroke

Selama ini banyak orang yang beranggapan bahwa kandungan lemak pada minyak sawit dapat menimbulkan flek dan menghambat saluran darah sehingga muncul penyakit stroke. Akan tetapi, faktanya justru minyak sawit dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan mencegah penyakit stroke. Karena kandungan dalam lemak minyak sawit merupakan jenis lemak baik.

  • Menjaga Kesehatan Mata

Beta-karoten juga sangat penting untuk meningkatkan penglihatan. Selain itu, antioksidan dalam minyak kelapa sawit bermanfaat untuk metabolisme sel dan dapat melindungi tubuh dari radikal bebas karena radikal bebas dapat menyebabkan banyak kerusakan seluler, mutasi dan kerusakan yang dapat menyebabkan masalah penglihatan. Menggunakan minyak kelapa sawit dapat mencegah degenerasi makula dan katarak.

  • Menjaga Organ Otak

Manfaat kelapa sawit juga berguna untuk melindungi otak kamu. Kandungan di dalam buah ini mampu menjadi pelindung bagi otak. Tidak hanya itu, buah yang satu ini juga dapat meningkatkan kinerja otak agar bisa berfungsi dengan baik sebagai organ utama pikiran kamu.

  • Membantu Mengurangi Rasa Luka Bakar

Manfaat lainnya adalah sebagai bahan campuran pendingin saat kulit mengalami luka bakar. Mendinginkan luka bakar dengan menggunakan putih telur dan juga minyak kelapa sawit yang dingin bisa mengurangi rasa dan efek luka bakar.

Manfaat lain dari minyak sawit

  • Sebagai Campuran Bahan Bakar Biodiesel

Diesel merupakan salah satu jenis mesin yang memiliki keunggulan, terutama untuk kendaraan niaga dan pertambangan yang membutuhkan tenaga dalam jumlah torsi yang besar untuk mengangkut hasil kebun, tambang dan juga pendistribusian komoditas antar daerah.

Selain itu, diesel juga sering dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Bahan bakar utama dari diesel dapat diperoleh dengan menggunakan campuran dari minyak kelapa sawit yang dinilai ramah lingkungan, dibandingkan bahan bakar diesel biasa.

  • Bahan Baku Pembuatan Cat

Minyak kelapa sawit juga dapat dibuat menjadi salah satu bahan baku dalam pembuatan cat atau pewarnaan tembok, mobil, vernis dan juga compound yang sering kita gunakan untuk melakukan proses pemolesan atau pengecatan pada permukaan body luar mobil.

  • Bahan Pembuatan Mentega

Manfaat kelapa sawit yang ini pasti sudah tidak asing lagi bukan? Ya, mentega merupakan bahan yang sering dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, baik itu untuk menumis hingga untuk membuat kue. Salah satu bahan utama dari pembuatan mentega itu adalah minyak kelapa sawit.

  • Sebagai Dempul

Minyak kelapa sawit juga merupakan salah satu bahan baku dalam pembuatan dempul. Dempul sendiri merupakan bentuk pasta yang berfungsi untuk perbaikan-perbaikan pada patahan tertentu pada bagian atau permukaan dari besi dan plastik.

  • Bahan Pembuatan Lotion Dan Cream Kulit

Berbagai macam cream dan juga lotion yang biasa kita gunakan pada kulit kita juga terbuat dari bahan baku utama dari minyak kelapa sawit. Minyak kelapa sawit yang diformulasikan dengan menggunakan berbagai macam bahan berupa serum dan juga vitamin yang baik untuk kesehatan kulit.

  • Sebagai Bahan Baku Dalam Industri Baja

Kelapa sawit juga bermanfaat sebagai bahan baku pada industri baja. Dalam industri baja, minyak kelapa sawit digunakan untuk memberikan lapisan pada baja dan besi agar menjadi lebih tahan terhadap karat dan juga korosi.

  • Merawat Bahan Dari Kulit

Produk perabotan rumah tangga maupun fashion yang terbuat dari kulit memiliki ekstra perawatan lebih agar tetap dalam kondisi baik. Ada cara sederhana yang bisa kamu lakukan yaitu dengan memanfaatkan minyak kelapa. Kamu hanya cukup mengoleskan minyak tersebut pada permukaan bahan dari kulit kemudian diamkan beberapa saat agar cairan minyak tersebut meresap ke dalamnya. Setelah itu cukup mengelap dengan kain lembut sebisa mungkin dari bahan katun. Sedangkan untuk baju, jaket, celana, sepatu, sandal dan sejenisnya bisa langsung anda simpan kedalam tempatnya semula.

Nah demikianlah penjelasan tentang tanaman sawit serta bagaimana proses pengolahannya menjadi minyak goreng. Gimana? Baru tahukan kalau sebenarnya sawit dan minyaknya memiliki banyak manfaat? Karena udah cukup jelas pembahasan kita kali ini, sampai disini dulu ya perjumpaan kita….