Penjelasan Mengenai Apa Itu Pemanasan Global

Menurut kamu apa sih yang sekarang ini menjadi masalah di dunia ini? Ekonomi? Kriminal? Atau pemanasan global? Yap, ketiganya memang masalah yang wajib di atasi. Akan tetapi, di artikel ini yang akan kita bahas adalah tentang pemanasan global. Apa sih pemanasan global tersebut? Apakah dampaknya berbahaya? Dan apa penyebabnya? Nah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, silahkan simak artikel di bawah ini.

Apa Itu Pemanasan Global?

Pemanasan global adalah kenaikan suhu permukaan bumi yang disebabkan oleh peningkatan keluaran (emisi) gas rumah kaca seperti karbondioksida, metana, dinitro oksida, hidrofluorokarbon, perfluorokarbon dan sulfur heksafluorida di atmosfer.

Pemanasan global yang biasa disebut juga dengan global warming merupakan sinar matahari yang memancarkan cahayanya sampai menembus ke lapisan atmosfer sehingga menyebabkan sebuah radiasi yang gelombang nya akan diserap oleh gas rumah kaca sehingga menyebabkan sebuah gelombang terperangkap ke dalam sebuah atmosfer bumi, daratan hingga lautan.

Pada awal abad ke 20 suhu di bumi sudah mulai mengalami peningkatan. Peningkatan suhu ini membuat naiknya permukaan air laut, perubahan jumlah, perubahan cuaca ekstrim hingga pola presipitasi. Data ini menunjukkan bahwa iklim bumi telah berubah selama skala munculnya efek rumah kaca tersebut.

Semakin lama suhu semakin terasa panas dan hal inilah yang dikhawatir banyak orang, karena dapat mengakibatkan melelehnya es di kutub utara dan selatan. Apa jadinya kalau semua itu benar-benar terjadi, hmm entahlah. Penyebab pemanasan global dikarenakan oleh ulah manusia sendiri dengan pertumbuhan populasi teknologi dan industri serta penambahan populasi penduduk yang semakin bertambah dan hal ini lah yang akan menyebabkan pemanasan global di seluruh dunia.

Dan selama 20 abad ini, kenaikan suhu diperkirakan mencapai 0,3-0,8°C. Untuk 100 tahun kedepan, kenaikannya diperkirakan mencapai 4°C. Kenaikan suhu ini dapat merubah iklim sehingga menyebabkan perubahan pola cuaca yang dapat menimbulkan peningkatan dan perubahan curah hujan, angin dan badai serta terjadinya bencana alam yang dapat memakan banyak korban jiwa.

Bukan hanya itu, akibat adanya pemanasan global juga mengancam hasil pertanian. Di mana nantinya hasil pertanian menjadi kurang bagus, beberapa spesies binatang punah hingga gleteser di kutub menghilang. Sungguh sangat mengerikan bukan?

Penyebab Terjadinya Pemanasan Global

Dengan kebutuhan manusia yang semakin hari semakin meningkat, bahaya dari pemanasan global mungkin akan sulit dihindari. Karena memang banyak sekali aktivitas manusia yang secara tidak langsung mendorong terjadinya global warming. Berikut ini merupakan penyebab terjadinya global warming yang semakin meningkat:

  • Banyaknya bangunan dengan konsep rumah kaca

Memang benar adanya apabila rumah kaca memiliki tampilan yang lebih indah. Bahkan semakin hari semakin banyak gedung-gedung tinggi yang memanfaatkan kaca sebagai dindingnya. Padahal ini dampaknya sangat buruk, mengapa? Sebab dinding kaca ini tidak dapat menyerap sinar matahari namun justru memantulkannya ke udara. Inilah yang menjadikan lingkungan semakin terasa panas.

  • Penggunaan listrik berlebihan

Semakin banyaknya alat elektronik yang ada secara tidak langsung sudah mendorong manusia untuk lebih boros dalam menggunakan listrik. Apalagi ada yang dengan tidak pedulinya menggunakan listrik padahal alat-alat elektoronik tersebut tidak sedang digunakan. Hal ini menjadikan energi yang dibutuhkan oleh pembangkit listrik semakin bertambah.

Jangan karena kita punya banyak uang lantas bisa seenaknya menggunakan listrik. Sebab pemakaian listrik yang berlebihan akan meningkatkan pemanasan global. Inilah alasan mengapa PLN sering mengingatkan masyarakat untuk selalu bijak dalam menggunakan listrik.

Tak heran di sepanjang jalan pernah kita lihat ada kampanye di tv atau di jalanan yang menghimbau untuk hemat listrik. Karena walaupun sedikit pengaruhnya jika semakin banyak justru akan merusak lingkungan sekitar dan merugikan diri sendiri membuat lingkungan sekitar menjadi tercemar.

  • Asap pabrik

Selain bangunan rumah kaca, penyebab lain yang datang dari lingkungan masyarakat adalah adanya asap pabrik. Memang pabrik ini bisa menyerap tenaga kerja, tapi tak dapat dipungkiri pula bahwa asap pabrik ini juga menjadi penyebab pemanasan global.

  • Jumlah kendaraan yang terus bertambah

Penyebab pemanasan global ini disebabkan oleh aktivitas manusia sendiri, semakin padatnya penduduk yang ada di seluruh dunia dan populasi manusia terus bertamabah maka jumlah kendaraan bermotor juga akan selalu bertambah. Efek kendaraan bermotor sangat berpengaruh bagi pemanasan global karena gas yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor adalah gas karbon monoksida yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia serta gas karbon monoksida juga menyebabkan efek rumah kaca.

Selain itu, pemanasan global juga memiliki efek pada kesehatan. Bila pemakaian bahan bakar semakin meningkat hal ini dapat menyebabkan cadangan energi dunia akan menipis. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor juga memiliki efek buruk lain, berupa kemacetan yang cukup parah seperti di kota-kota besar.

  • Pembakaran hutan

Pembakaran hutan tidak hanya mengakibatkan banjir. Sebab, lebih dari itu pembakaran hutan yang ‘katanya’ bertujuan untuk membuka lahan pertanian malah merusak ekosistem hutan. Seringnya ada pembakaran hutan yang secara liar membuat lahan hutan semakin berkurang.

Karena hutan yang berperan penting sekali untuk makhluk hidup, hutan merupakan paru-paru dunia. Efek hutan yang semakin berkurang adalah cuaca semakin memburuk karena tidak ada yang membantu karbondioksida menjadi oksigen, pernafasan pun menjadi terganggu karena kurangnya masukan oksigen sehingga menyebabkan terjadinya pencemaran udara.

  • Efek rumah kaca

Penyebab efek rumah kaca adalah akibat efek panas yang dipantulkan ke permukaan bumi yang terperangkap oleh gas-gas yang ada di lapisan atmosfer sehingga mengalami pemberhentian dan tidak dapat diteruskan kembali ke luar angkasa dan akibatnya akan panas cahaya matahari tersebut akan dipantulkan kembali ke permukaan bumi. Efek rumah kaca juga memberikan manfaat bagi bumi serta makhluk hidup yang ada di bumi, namun jika pemanasan global terlalu berlebihan akan mengakibatkan efek yang tidak baik bagi kehidupan makhluk hidup yang ada dibumi.

  • Pembakaran sampah

Pembakaran sampah secara berlebihan setiap hari yang dilakukan juga dapat menyebabkan pemanasan global. Pembakaran sampah yang terkadang dilakukan oleh orang yang tidak brtanggung jawab dengan sampah yang sudah dibakar ditinggalkan begitu saja, hal ini dapat menimbulkan gas metana yang akan menangkap panas sehingga karbondioksida akan sulit untuk menghasilkan oksigen.

  • Lapisan ozon menipis

Lapisan ozon berperan membantu memfilter sinar matahari supaya gelombang berbahaya tidak sampai ke bumi. Namun dikarenakan adanya gas yang ada di udara, maka ini mengakibatkan kebocoran pada lapisan ozon. Mirisnya lagi, kebocoran ozon ini terjadi setiap saat dan untuk mengembalikannya seperti semula memerlukan waktu yang sangat lama. Bukan tidak mungkin suatu saat nanti lapisan ozon akan benar-benar musnah.

  • Kondisi bumi yang tua

Usia bumi diperkirakan dsudah mencapai 4,6 milyar dan bumi ini telah dihidupi oleh beberapa generasi mulai dari Nabi Adam hingga abad 21 sudah tidak terhitung jumlahnya. Setiap generasi pasti menyebabkan perubahan pada lingkungan termasuk menyebabkan pemanasan global sedikit demi sedikit.

Dampak Dari Pemanasan Global

Global Warming memberikan dampak yang sangat besar dan mempengaruhi kehidupan semua penghuni bumi baik itu tumbuhan, hewan maupun manusia. Dampak pemanasan global dapat terjadi karena berbagai sebab terutama dari kegiatan manusia dalam mengeksplorasi sumber daya alam secara berlebihan dan dari beragam kegiatan manusia lainnya yang tidak memperdulikan kelestarian bumi. Berikut ini adalah dampak-dampaknya:

  • Mencairnya es yang berada di kutub utara dan kutub selatan bumi

Akibat pemanasan global yang pertama ini sudah kita bahas sedikitnya tadi atas, yaitu mencairnya es yang berada di kutub utara dan juga kutub selatan bumi. Seperti yang kita ketahui bersama bahwasanya kutub utara dan kutub selatan bumi adalah berupa es. Es yang berada di area kutub volumenya lebih besar daripada yang berada di wilayah bukan kutub bumi.

Pemanasan global merupakan peristiwa naiknya suhu rata- rata yang ada bumi. Kenaikan suhu ini akan menyebabkan mencairnya es- es yang ada di bumi, termasuk juga es yang ada di wilayah kutub bumi. Hal ini tentu saja akan mengakibatkan berkurangnya volume es yang berada di bumi. Akibat selanjutnya adalah suhu di wilayah kutub Bumi menjadi lebih hangat dan penguapan air menjadi lebih banyak.

  • Banyaknya daratan yang tenggelam

Pemanasan global pada akhirnya akan mengakibatkan dampak berupa tenggelamnya daratan (terutama daerah pantai) yang ada di Bumi. Hal ini menyebabkan banyak pulau-pulau kecil dan juga daratan yang berada di pesisir pantai akan menghilang.

Hilangnya pulau-pulau kecil dan daratan di pesisir pantai tidak lepas dari 2 dampak pemanasan global yang sudah dijelaskan sebelumnya, yakni naiknya permukaan air laut dan mencairnya es yang berada di kutub utara dan kutub selatan bumi.

Mencairnya es di kutub sehingga menambah volume air laut dan mengakibatkan permukaan air laut naik akan mengikis garis permukaan pada pantai dan menggerus wilayah daratan yang bebas dari air. Akibatnya banyak pulau kecil yang akan tenggelam karena permukaannya tertutup oleh air.

  • Cuaca menjadi tidak menentu

Salah satu dampak dari pemanasan global yang paling terasa adalah iklim dan cuaca adalah menjadikan cuaca tidak menentu. Misalnya kita sangat sulit memprediksi cuaca yang akan terjadi dalam kurun waktu tertentu. Apabila kita memprediksikan hari akan cerah, tiba- tiba bisa turun hujan dan itupun hujan yang sangat deras dan terkadang disertai jenis angin dan juga petir.

Hal inilah yang menyebabkan ramalan cuaca yang kadang kita dengar atau baca berbeda dengan kenyataannya. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa ramalan cuaca atau prakiraan cuaca ini merupakan hal yang sangat penting.

  • Produksi pertanian menurun

Akibat lain yang akan dirasakan dari pemanasan global adalah menurunnya produksi pertanian. Hal ini tidak terlepas dari dampak pemanasan global yang membuat iklim tidak stabil. Tidak stabilnya iklim akan membuat lamanya musim hujan dan kemarau menjadi sulit diprediksi. Lama tidaknya curah hujan ini akan mengganggu produksi pertanian yang ada.

Akibatnya para petani sangat kesulitan untuk menentukan masa tanam dan juga masa panen. Belum lagi ditambah berbagai bencana alam yang sering terjadi akibat musim atau cuaca yang tidak menentu. Beberapa bencana alam yang sangat ditakuti oleh petani adalah hidrometeorologi yakni banjir, kekeringan serta angin puting beliung. Ketiganya sangat berpengaruh terhadap produksi pertanian sehingga akan menurunkan produksi pertanian dari petani.

  • Topan siklon tropis

Topan siklon tropis merupakan salah satu dari akibat pemanasan global. Menurut Jan Egeland Koordinator Bantuan PBB, mengatakan bahwa topan yang telah terjadi sejak tahun 1960 dan merusak kehidupan orang Amerika ini merupakan akibat pemanasan global. Pernyataan ini diperkuat beberapa ilmuwan lainnya yang mengatakan bahwa topan siklon tropis terbentuk akibat gejolak di atas laut diakibatkan oleh kenaikan temperatur yang merupakan dampak pemanasan global.

  • Banyak hewan laut yang mati

Pemanasan global secara langsung bisa membunuh ekosistem laut atau makhluk- makhluk hidup yang habitatnya di bawah laut, ini semua karena perubahan keadaan yang dialami oleh laut. Beberapa perubahan keadaan adalah suhu air laut yang meningkat. Tidak semua makhluk hidup bawah laut tahan akan suhu air laut yang menghangat, akibatnya beberapa makhluk hidup yang tidak dapat bertahan tersebut akan mati.

Selain itu, pemanasan global juga dapat memicu terjadinya beberapa peristiwa laut yang dapat menjadi pembunuh massal bagi ikan- ikan laut. Pernah kita mengetahui banyak kasus di luar negeri mengenai ikan- ikan yang mati dan hal ini disebabkan oleh peristiwa laut akibat pemanasan global.

  • Kesehatan manusia menurun

Apa hubungan pemanasan global dengan kesehatan manusia? Akibat pemanasan global terhadap kesehatan manusia misalnya adalah meningkatnya kasus alergi dan penyakit pernapasan karena udara yang lebih hangat memperbanyak polutan seperti serbuk sari tumbuhan dan spora jamur.

Selain itu pemanasan global juga dapat membantu memperluas penyebaran penyakit. Misalnya penyakit malaria dan DBD yang semula merupakan penyakit tropis, saat ini telah menyebar ke daerah subtropis. Hal tersebut disebabkan karena suhu di udara subtropis menjadi lebih hangat sehingga patogen dapat berkembang biak di daerah subtropis.

  • Suhu udara yang terasa semakin panas

Suhu udara memang selalu mengikuti kita kemana- mana sehingga kita pun dapat merasakannya di setiap waktu. Salah satu akibat yang dapat kita rasakan dan kita bandingkan daripada zaman dulu adalah udara terasa semakin panas. Namun, panas akibat pemanasan global ini berbeda dengan panas terik oleh matahari.

Panas akibat pemanasan global terasa lebih menggigit di kulit sehingga kita akan merasa cepat gerah. Meskipun kita sudah menyalakan kipas angin untuk meredam panasnya udara, namun keberadaan kipas angin tersebut seolah tidak memberikan fungsi apa- apa dan justru malah menambah panas tersebut menjadi berputar- putar di seluruh ruangan.

Hal Kecil Yang Bisa Membantu Atasi Pemanasan Global:

  • Jangan membuang sampah organik secara sembarangan. Sebab sampah-sampah ini dapat menghasilkan gas metana yang merupakan salah satu penyebab pemanasan global.
  • Mengurangi penggunaan listrik yang tidak perlu, penggunaan listrik berlebihan dapat memicu peningkatan karbondioksida maka sebaiknya kamu mematikan lampu disaat tidur malam hari. Gunakan peralatan listrik yang hemat energi seperti lampu LED. Bijak dalam menggunakan listrik merupakan salah satu usaha untuk mengatasi pemanasan global. Jadi, mulai sekarang bijaklah dalam menggunakan listrik. Matikan listrik jika tidak digunakan dan gunakan alat elektronik seperlunya saja.
  • Lakukan perawatan pada kendaraan. Saringan pembuangan pada kendaraan yang rutin dibersihkan tidak akan menghasilkan zat emisi yang berbahaya bagi kesehatan dan juga lapisan ozon.
  • Hindari membuang sampah organik sembarangan karena sampah – sampah tersebut akan menghasilkan gas metana yang merupakan penyebab pemanasan global.
  • Ubah kebiasaan berkendara. Bila kamu tidak terburu – buru maka sebaiknya kamu berjalan kaki ke tempat lain atau kamu dapat membeli sepeda untuk bepergian jarak dekat, selain hemat energi juga dapat menghemat biaya.

Apakah Ada Teknologi Yang Bisa Mengatasi Pemanasan Global?

Pemanasan global ini bisa diatasi jika semua orang di seluruh bumi ini mau melakukan upaya-upaya untuk mengurangi penyebab pemanasan global. Ya, seperti yang sudah dijelaskan di atas tadi. Akan tetapi, hal ini tidak serta merta mudah. Lalu apakah ada teknologi yang mampu membantu menangani ini semua?

Seluruh ilmuwan di dunia telah sepakat tentang pentingnya pengurangan emisi efek rumah kaca, sebagaimana upaya memenuhi target global yang disepakati pada Perjanjian Paris. Fokus utama Perjanjian Paris adalah menjaga temperatur bumi tetap berada di bawah dua derajat celcius.

Namun, laporan terbaru menunjukkan sekelompok ilmuwan Eropa berpendapat bahwa seluruh teknologi yang telah digunakan untuk melawan pemanasan global, terbukti tidak lebih dari ekspektasi yang terlalu optimis. Beberapa ilmuwan mengingatkan bahwa kemajuan teknologi saat ini, tidak benar-benar mampu mengurangi dampak pemanasan global.

“Kita tidak bisa mempercayakan sepenuhnya penanganan isu pemanasan international pada teknologi. Meskipun begitu, teknologi yang kita miliki saat ini masih bisa dmanfaatkan hingga pertengahan abad ke-21 dan kini kami berpikir untuk mengembangkan penelitian teknologi emisi negatif”.

Teknologi emisi negatif sendiri merupakan upaya untuk memotong langsung jumlah karbon dioksida di atmosfer dan mengumpulnya seketika setelah lepas ke udara. Selanjutnya, karbon yang ditangkap dapat dicegah untuk kembali memasuki atmosfer, yakni salah satu caranya menimbun di dalam tanah. Tanah memiliki sistem alami yang unik, di mana mampu mengikat karbon dioksida dan perlahan mengubahnya menjadi beragam zat kimia, termasuk beberapa di antaranya bermanfaat untuk kehidupan.

Demikianlah penjelasan mengenai global warming atau pemanasan global di atas tersebut. Untuk itu mari kita bekerja sama mencegah meningkatnya pemanasan global agar dampaknya tidak semakin merebak. Semoga dengan adanya pembahasan ini dapat meningkatkan kepedulian kamu untuk bumi kita ini ya. . .