Mengenal Lebih Dalam Tentang Galileo Galilei

Tau dong apa itu teleskop? Kalau kamu ingin melihat lebih jelas bintang di langit maka gunakan aja alat itu. Nah lagi-lagi pasti kamu hanya tahu namanya aja ataupun hanya tahu menggunakannya aja. Kalau ditanya siapa penemunya palingan kamu langsung pasang wajah bingung sambil menaikkan alis, bener gak sih? Nih ya penemunya itu adalah Galileo Galilei yang dikenal juga dengan sebutan bapak astronomi dan masih banyak lagi penemuan lainnya. Agar lebih jelas, mari kita mengenal lebih jauh tentang beliau. Silahkan disimak ya.

Siapakah Galileo Galilei?

Galileo Galilei adalah seorang anak dari musisi yang lahir pada 15 Februari 1564 di Pisa, Toscana. Beliau merupakan seorang astronom, filsuf dan ilmuwan fisika Italia yang memiliki peran besar dalam revolusi ilmiah. Ia disebut sebagai bapak astronomi observasional, bapak ilmu fisika modern, bapak metode ilmiah dan bapak ilmu pengetahuan. Waw gak kebayang betapa pintarnya beliau.

Sumbangannya dalam keilmuan antara lain adalah penyempurnaan teleskop, berbagai pengamatan astronomi dan hukum gerak pertama dan kedua (dinamika). Selain itu, Galileo juga dikenal sebagai seorang pendukung Copernicus mengenai peredaran bumi mengelilingi matahari dan matahari sebagai sistem tata surya. Menurut Stephen Hawking, Galileo dapat dianggap sebagai penyumbang terbesar bagi dunia sains modern. Hasil usahanya bisa dikatakan sebagai terobosan besar dari Aristoteles.

Awal mulanya ia mulai belajar di Universitas kedokteran Pisa, tetapi berubah menjadi filosofi dan matematika. Pada tahun 1589, ia menjadi profesor matematika di Pisa. Dan pada tahun 1592, ia juga diangkat sebagai guru besar Matematika di Universitas Purdue sampai tahun 1610. Sembari mengajar di universitas, Galileo juga mengadakan berbagai penelitian ilmiah. Ia meneliti dan mempelajari kembali karya-karya Archimedes dan Euclid. Ia menemukan suatu kesalahan teori Archimedes tentang berat jenis. Galileo menciptakan suatu teori tentang keseimbangan hidrostatis yaitu alat untuk mengukur berat jenis benda. Ia kemudian menerbitkan tulisan ilmiah yang mengungkapkan bahwa benda yang dimasukkan ke air memiliki gaya gravitasi tertentu. Hal ini membuat teori Archimedes tentang berat jenis suatu benda bisa dipatahkan oleh Galileo.

Pada 1609, Galileo mendengar tentang penemuan teleskop di Belanda. Tanpa melihat contoh, ia membangun sebuah versi yang unggul dan membuat banyak penemuan astronomi. Termasuk juga pegunungan dan lembah pada permukaan bulan, bintik matahari, empat bulan terbesar planet Jupiter dan fase planet Venus. Karyanya pada astronomi inilah yang membuatnya terkenal dan diangkat pengadilan matematika di Florence.

Selain itu pada tahun 1614, Galileo juga dikenal sebagai seorang pendukung Copernicus mengenai peredaran bumi mengelilingi matahari dan matahari sebagai sistem tata surya. Akibat pandangannya tersebut ia dianggap melenceng dari keyakinan yang selama ini dianut oleh masyarakat maupun gereja saat itu dan diajukan ke pengadilan gereja Italia tanggal 22 Juni 1633. Pemikirannya tentang matahari sebagai pusat tata surya bertentangan dengan ajaran Aristoteles maupun keyakinan gereja bahwa bumi adalah pusat alam semesta dan ia pun dihukum dengan pengucilan (tahanan rumah).

Baru pada tahun 1992 Paus Yohanes Paulus II menyatakan secara resmi bahwa keputusan penghukuman itu adalah salah dan dalam pidato 21 Desember 2008 Paus Benediktus XVI menyatakan bahwa Gereja Katolik Roma merehabilitasi namanya sebagai ilmuwan. Konfliknya dengan Gereja Katolik Roma (Peristiwa Galileo) adalah sebuah contoh awal konflik antara otoritas agama dengan kebebasan berpikir (terutama dalam sains) pada masyarakat Barat. Meskipun penemuan-penemuannya berkembang, Galileo harus menghabiskan delapan tahun menjadi tahanan rumah sampai akhirnya ia meninggal. Gereja katolik tersebut pun melarang semua yang sudah ditemukannya untuk dipublikasi.

Penemuan Galileo

Ia merupakan orang pertama yang mempelajari langit dengan teleskop. Menjadi pembangun teleskop yang ahli dan menghasilkan uang dengan menjualnya ke pedagang di Venesia yang sangat ingin melihat kapal mana yang datang sesegera mungkin dalam upaya menghasilkan uang di pasar berjangka. Kemudian menemukan bulan pertama yang diketahui mengorbit planet selain Bumi. Empat bulan terbesar Jupiter yang ia temukan: Io, Europa, Ganymede dan Callisto.

Ditemukannya juga bahwa Venus memiliki fase seperti bulan, mulai dari bulan sabit yang tipis hingga penuh. Ini adalah bukti pengamatan praktis pertama yang menunjukkan bahwa matahari berada di pusat Tata Surya yang dikorbit oleh planet-planet. Menemukan cincin Saturnus, meski ia menemukan penampilan mereka yang sangat membingungkan, menemukan bulan yang memiliki gunung serta menemukan bahwa Bima Sakti terdiri dari bintang-bintang.

Dan sekarang ini kita tahu dari gambar di dalam buku catatannya bahwa ia orang pertama yang pernah melihat planet Neptunus. Dia mengamati kalau planet tersebut bergerak dan berbeda dengan yang lain. Ia juga menyatakan bahwa tidak ada hambatan udara di dunia karena semua akan jatuh ke tanah dengan tingkatan beratnya dan masih banyak lagi pengetahuan yang telah diciptakan olehnya.

Ilmuwan Yang Bertanggung Jawab

Ia juga telah berhasil membelokkan kebiasaan umum para ilmuwan kala itu yang selalu berpegangan pada teori-teori Aristoteles yang seakan–akan kalau teori Aristoteles tidak pernah salah padahal setelah dibuktikan oleh Galileo, banyak dari teori Aristoteles justru yang salah besar.

Hal ini membuat para ilmuwan tidak lagi terlalu percaya dengan ajaran Aristoteles, ilmuwan harus melakukan eksperimen dahulu baru melakukan penarikan kesimpulan. Sejak itu penekanan yang cermat terhadap perhitungan secara kuantitatif menjadi dasar bagi penyelidikan pengetahuan bukan lagi percaya buta pada teori ilmuwan tertentu.

Galileo termasuk ilmuwan yang berani dan memiliki tanggung jawab besar terhadap terbuktinya suatu kebenaran. Galileolah ilmuwan Eropa yang pertama kali menekankan pentingnya eksperimen dan pengamatan serta perhitungan yang cermat dalam menarik kesimpulan atas fenomena pengetahuan. Secara berani Galileo telah menolak pendapat bahwa kebenaran ilmiah diputuskan oleh kekuasaan entah itu atas nama gereja atau atas nama Aristoteles.

Galileo memiliki pandangan ilmiah yang berdasar pada pembuktian bukan dogma dan bukan mistis. Hal ini kemudian diteruskan oleh ilmuwan selanjutnya yang bernama Newton yang menyatakan kesimpulan ilmiah dengan percobaan yang benar dan penuh perhitungan bukan oleh dogma.

Ya, itulah penjelasan lebih dalam tentang bapak astronomi tersebut, bapak ilmuwan yang begitu pintar yang semua penemuannya sangat bermanfaat sampai saat ini. Sungguh luar biasa bukan?