Mengapa Gerhana Bulan Dianggap Fenomena Langka? Yuk, Simak Disini

Hallo sahabat semua, pasti kalian sudah tahu kan tentang gerhana bulan yang beberapa minggu lalu muncul. Gerhana yang terjadi tersebut dianggap sangat istimewa dan langka. Tapi, apa yang membuatnya langka dan bagaimana cara aman untuk melihat gerhana? Yuk, ikuti penjelasannya di bawah ini.

Pengertian

Gerhana bulan adalah peristiwa matahari, bumi dan bulan terletak pada satu garis sehingga bayangan bumi menutupi sebagian atau keseluruhan bulan. Bulan merupakan satelit bumi dimana keberadaannya selalu mengitari bumi dan hampir semua planet di galaksi kita ini mempunyai satelitnya masing- masing. Bahkan beberapa planet di tata surya memiliki satelit alam yang jumlahnya lebih dari satu.

Gerhana bulan ini dikelompokkan menjadi gerhana bulan total, gerhana bulan sebagian dan gerhana bulan cincin. Gerhana bulan total adalah jika saat fase gerhana maksimum gerhana, keseluruhan bulan masuk ke dalam bayangan inti atau umbra Bumi. Gerhana bulan total ini maksimum durasinya bisa mencapai lebih dari 1 jam 47 menit.

Sedangkan gerhana bulan cincin terjadi pada saat bulan berada pada daerah penumbra. Pada gerhana ini masih ada sinar yang mengenai permukaan bulan. Dan satu lagi yaitu gerhana bulan cincin yang terjadi pada saat seluruh bulan pada bagian penumbra. Bisa kita lihat gerhana bulan ini jika warna bulan terlihat suram.

Bulan sebagai satelit bumi yang terlihat menyala pada malam hari ini juga terkadang mengalami satu kondisi yang unik. Beberapa kondisi yang dialami oleh bulan yang terjadi pada waktu- waktu tertentu antara lain adalah gerhana bulan, super moon dan juga blood moon.

Gerhana bulan sendiri merupakan peristiwa yang jarang terjadi di suatu wilayah. Gerhana bulan merupakan suatu peristiwa dimana bulan tampak seperti hilang dan kemudian muncul kembali pada beberapa menit kemudian. Sementara super moon adalah peristiwa dimana bulan terlihat amat besar karena pada saat itu posisi bulan sangat dekat dengan bumi sehingga bulan akan terlihat lebih besar berkali- kali lipat di wilayah bumi tertentu.

Sedangkan blood moon merupakan suatu peristiwa dimana bulan akan tampak berwarna merah sehingga tampak menakjubkan sekaligus mengerikan. Warna bulan yang merah inilah yang menyebabkan peristiwa ini dinamakan dengan blood moon yang berarti darah bulan.

Gerhana bulan total yang terjadi pada tanggal (31/1/2018) pernah terjadi pada 150 tahun silam. Fenomena ini menjadi langka karena gerhana bulan total terjadi saat bulan berada di titik terdekat dengan bumi. Sehingga bulan tampak lebih besar atau disebut supermoon.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jambi, Nurangesti Widyastuti mengatakan fenomena gerhana bulan supermoon (bulan super besar) adalah fenomena astronomi dan jangan dikaitkan dengan hal-hal mistik.

Nurangesti menjelaskan, pada 31 Januari 2018 dapat disaksikan suatu fenomena alam yang disebut sebagai fenomena super blue blood moon. Peristiwa itu, katanya akan berlangsung setelah matahari terbenam dan seluruh masyarakat Indonesia bisa menyaksikan peristiwa yang jarang terjadi tersebut.

“Kita akan dapat menyaksikan supermoon yang sangat masif yang besarnya 14 persen dari bulan yang biasa kita saksikan dan juga memiliki terang cahaya 30 persen lebih terang dari biasanya. Supermoon ini terjadi karena posisi bulan berada pada jarak terdekat dengan bumi dikarenakan oleh posisi orbitnya yang oval, bukan berbentuk lingkaran,” katanya menjelaskan. Ya itulah yang membuatnya istimewa dan sangat langka.

Peristiwa langka ini mungkin akan terlihat sekilas pada 31 Januari 2018 di bagian barat Amerika Utara, Asia, Timur Tengah, Rusia dan Australia. Kejadian ini menimbulkan keramaian karena gerhana tersebut menggabungkan tiga peristiwa bulan yang tidak biasa, yaitu supermoon ekstra besar, bulan biru dan gerhana bulan total. Selain itu banyak rumor yang beredar mengaitkan fenomena gerhana bulan dengan gempa bumi.

Apa hubungan gerhana bulan dengan gempa? Ya mungkin karena peristiwa gempa dan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 itu terjadi 2 pekan sebelum supermoon 10 Januari 2005. Begitu juga dengan gempa 9 SR di Jepang pada 11 Maret 2011.

Menurut peneliti Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Danny Hilman Natawidjaja menegaskan, tidak ada kaitan antara kedua fenomena alam tersebut. kedua hal tersebut terlalu jauh untuk dikaitkan. Sejauh ini tidak ada kaitannya karena yang satu fenomena astronomi yang satu fenomena terkait geologi.

Dampak Gerhana Bulan Yang Akan Terjadi

Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangkates, Musripan, menghimbau masyarakat di kawasan pesisir utara Jawa Timur untuk mewaspadai dampak gerhana bulan terlama abad ini. Yakni terjadinya pasang surut gelombang air laut. Ketinggian air laut akan naik sekitar satu setengah meter.

Hal itu juga dapat berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani garam dan perikanan darat serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan sehingga masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang air laut maksimum tersebut.

Gerhana bulan seringkali dikaitkan dengan kesehatan mental. Faktanya, gerhana bulan memang dapat mempengaruhi mood. Namun ini sebenarnya berkaitan dengan tekanan darah dan ritme jantung yang cenderung naik karena gelombang air laut yang lebih tinggi dari biasanya.

Saat gerhana bulan, biasanya jumlah nyamuk menjadi lebih banyak. Penelitian menyebutkan bahwa jenis nyamuk yang bertambah pada saat tersebut adalah Aedes, Anopheles, Culex dan Psorophora. Dan satu hal yang mungkin paling berbahaya dari gerhana bulan adalah bulan tidak bersinar seterang biasanya. Sehingga mungkin suasana di sekitar kamu menjadi lebih gelap. Bila tidak hati-hati, kamu mungkin bisa tersandung ketika berjalan.

Hal Yang Dikaitkan Dari Gerhana Bulan

Terjadinya gerhana bulan ini mengundang beberapa fakta yang menarik yang melekat di kalangan masyarakat mengenai gerhana bulan seperti berikut ini:

  • Blood Moon Tidak Berbahaya

Banyak orang yang takut dengan peristiwa alam ini. Padahal sebenarnya, fenomena gerhana bulan sama sekali tidak berbahaya. NASA menjelaskan bahwa fenomena alam ini tidak akan berdampak apapun bagi manusia. Warna merah yang terlihat di permukaan bulan tersebut disebabkan oleh pantulan bayangan dari bumi sendiri.

  • Disebut- Sebut Sebagai Pertanda Kiamat

Ini merupakan salah satu fakta yang paling unik mengenai gerhana bulan. Gerhana bulan darah yang bertepatan dengan peristiwa super moon yang terjadi pada tanggal 28 September 2015 disebut- sebut sebagai pertanda datangnya kiamat oleh sebagian orang. Pada kurun waktu dua tahun, yakni pada tahun 2014 hingga 2016, fenomena gerhana bulan raksasa ini sudah terjadi selama empat kali.

Padahal sebelum tahun 2014, fenomena gerhana bulan darah raksasa ini terjadi pada tahun 1982 yang lalu. Salah satu tokoh, yakni PastuR Hagee pun menyatakan bahwa peristiwa yang demikian ini sebagai salah satu pertanda akan datangnya kiamat.

  • Blood Moon Menjadi Super Moon

Peristiwa blood moon atau gerhana bulan darah yang terjadi setiap beberapa puluh tahun sekali itu bisa mengalami perbedaan. Salah satunya adalah ketika blood moon terlihat lebih besar dari biasanya dan berubah menjadi super moon. Alasannya cukup bisa dinalar, karena ternyata saat terjadi gerhana bulan merah, bulan sedang berada di jarak yang paling dekat dengan bumi. Itu dia yang membuat fenomena gerhana blood moon beberapa hari lalu terlihat besar.

Tips Aman Melihat Gerhana Bulan

 

Fenomena angkasa yang satu ini terbilang aman disaksikan dengan mata telanjang tanpa alat bantu seperti binokuler atau teleskop. Melihat gerhana bulan yang sangat cantik di langit Indonesia adalah fenomena yang sangat jarang terjadi, jangan sampai kamu melewatkannya. Lalu apa tipsnya?

  • Gunakan Cermin

Gunakan cermin kecil yang ditutupi kertas dengan sebuah lobang di tengah. Lobang tersebut tidak harus bundar, tapi disarankan tidak lebih lebar dari lima milimeter. Lobang yang besar akan menghasilkan pantulan yang menyilaukan. Topang cermin sedemikian rupa agar pantulan matahari terpantul ke dinding.

Gerhana dapat terlihat saat bulan “menggigit” matahari dengan posisi terbalik. Jangan melihat langsung cermin saat terjadi gerhana karena sama berbahayanya dengan melihat matahari secara langsung. Keuntungan cara ini adalah gerhana dapat dilihat oleh beberapa orang.

  • Teleskop atau Teropong

Tutup salah satu lensa teropong dan arahkan lensa satunya ke matahari. Lensa yang tidak ditutup akan memproyeksikan gerhana ke sebuah kertas yang ditempatkan satu kaki dari ujung teropong. Disarankan teropong ditaruh di atas tripod.

  • Memakai Kamera

Momen indah ini bisa disimpan dalam memori seseorang jika memang kamu tidak bisa memotretnya. Kamu bisa menciptakan momen spesial seperti melamar seseorang ketika gerhana bulan muncul. Kamu juga bisa memotret pakai timelapse, jadi secara berkala bulan dipotret dan bisa kelihatan proses terjadinya gerhana mulai tahap awal sampai akhir gerhana. Selain itu kamu juga bisa merekamnya dengan video kamera. Lebih kerennya lagi kamu dapat menghubungkan kamera kamu ke teleskop untuk mendapatkan foto Bulan saat gerhana terjadi.

  • Kaca Mata Gerhana

Ini satu-satunya cara untuk melihat gerhana matahari secara langsung. Sama dengan kaca mata tiga dimensi, kaca mata gerhana terbuat dari kertas dan bahan khusus yang dapat mengurangi tingkat kesilauan cahaya matahari sampai 100 ribu kali.

  • Perkirakan Waktu Yang Tepat

Gerhana bulan total mempunyai durasi totalitas1 jam 16 menit. Secara detail waktunya, yakni sekitar jam 18.48 WIB kamu bisa melihat proses gerhana bulan sebagian atau bisa dikatakan waktu antara maghrib dan isya. Lalu gerhana dimulai sekitar jam 19.51 WIB mulai gerhana bulan total dan berakhir sekitar jam 21.07 WIB. Kemudian pada jam 22.11 WIB kamu bisa menyaksikan akhir gerhana bulan sebagian.

  • Perkirakan Cuaca

Gerhana bisa dilihat ketika langit sedang terang, tidak berawan dan tidak hujan. Jadi memperkirakan cuaca saat malam datangnya gerhana bulan total sangatlah penting. Sebelum melakukan perjalanan dan tempat melakukan pengamatan bulan, kamu harus tahu bahwa daerah tersebut akan cerah walaupun malam hari. Kamu juga bisa cek cuaca di televisi ataupun di koran sebelum berangkat.

  • Lubang Jarum

Lubang kecil dapat berfungsi seperti lensa. Buat sebuah lubang kecil di selembar kertas. Posisikan berdiri menghadap matahari. Letakkan kertas putih lain di belakang kertas dengan lubang untuk menangkap proyeksi gerhana matahari.

Nah demikianlah penjelasan yang sudah dijelaskan di atas tersebut, apakah kamu sudah cukup memahaminya? Jika sudah mengerti, maka sampai disini dulu ya pembahasan kita kali ini. Semoga bertemu lagi di lain waktu…