Mengulas Sejarah Monumen Batu Stonehenge Yang Ada Di Inggris

Siapa yang tak tahu dengan negara Inggris, negara yang memiliki sejuta pesona. Kalau kemarin kita sudah membahas tentang menara jam atau yang sering disebut dengan BIG BEN, nah sekarang kita akan membahas tentang Monumen Batu Stonehenge yang ada di negara Inggris juga. Yuk, kita simak sejarah pembangunannya.

Sejarah Monumen Batu Stonehenge

Stonehenge merupakan sebuah monumen batu peninggalan manusia purba pada zaman Perunggu dan Neolithikum yang terletak berdekatan dengan Amesbury sekitar 13 kilometer (8 batu) barat laut Salisbury Plain, Provinsi Wilshire, Inggris. Bentuknya berupa sebaran batu-batu raksasa yang sebagian disusun vertikal (tegak) dan horizontal di bagian atasnya yang berada di dalam lingkup tembok tanah.

Dengan berat rata-rata batu sekitar 50 ton dan tinggi sekitar 3 meter, batu-batuan ini disusun membentuk lingkaran berlapis. Batu-batu itu dibawa dari tempat yang jauh, seperti batu yang terbesar di Stonehenge yang disebut arsen, dengan tinggi 9 meter dan berat 25 ton yang diperkirakan berasal dari Malborough Dawns, sekitar 32 kilometer ke utara dari Stonehenge. Sementara itu ada batu lain yang lebih kecil yang disebut bluestones dengan berat 4 ton, diperkirakan berasal dari Wales Barat.

Monumen ini adalah salah satu monumen megalitik yang paling ternama di dunia. Beberapa penulis percaya kalau monumen ini dibangun oleh para alien dan yang lain percaya kalau monumen ini dibangun dengan kekuatan supranatural. Menurut mereka, mustahil manusia masa lampau dengan teknologi purbanya mampu membangun monumen yang sedemikian besar dan rumit.

Nama Stonehenge tersebut berasal dari bangunan itu sendiri, stone yang artinya batu dan henge artinya lingkaran, jadi memang monument batu tersebut berjajar membuat sebuah lingkaran, banyak hasil penelitian dan menghasilkan perbedaan pendapat mengenai usia dari bangunan monumen batu tersebut. Kebanyakan para arkeolog berpendapat bahwa bangunan Stonehenge telah dibangun dari tahun 3500 SM sampai 2000 SM.

Monumen tersebut merupakan tempat wisata di Inggris yang paling sering dikunjungi wisatawan dan salah satu peninggalan masa lalu yang paling misterius. Setiap tahunnya, tidak kurang dari satu juta pengunjung datang untuk bertamu ke monumen ini.

Turis datang dari seluruh penjuru dunia untuk memandangi pilar-pilar batu ikonik itu, lalu mengajukan pertanyaan mengapa dan bagaimana batu-batu itu menjadi sedemikian rupa.  Asal-usul Stonehenge, susunan batu raksasa di Inggris memang masih misterius. Pembangunan dan fungsinya belum sepenuhnya terkuak.

Ada banyak cerita yang menyelimuti Stonehenge, hal ini yang menjadikannya semakin misterius namun juga semakin menarik untuk dikunjungi selain karena keindahannya yang mengagumkan dan unik. Konon ada cerita yang mengatakan bahwa para raksasa di zaman itu membawa bebatuan yang sangat besar dari tempat yang jauh untuk membangun Stonehenge.

Ada juga mitos yang menyebutkan bahwa bebatuan di Stonehenge memiliki kemampuan untuk menyembuhkan. Serta ada juga yang mengatakan bahwa Stonehenge dulunya digunakan untuk mempelajari pergerakan matahari dan bulan.

Selama berabad-abad lamanya, para ahli mencoba memahami mengapa Stonehenge dibangun. Tidak dapat diketahui dengan pasti apa tujuan pembuatan batu itu. Batu-batu yang kita lihat sekarang merupakan Stonehenge dalam kehancuran. Banyak dari batu asli telah jatuh atau telah dihapus oleh generasi sebelumnya untuk konstruksi rumah atau perbaikan jalan.

Batu raksasa ini sudah lama diyakini menjadi rumah bagi druid, para imam Inggris kuno, disamping itu juga menjadi tempat pengorbanan manusia. Tapi faktanya, Stonehenge selesai dibangun seribu tahun sebelum agama Druidic berkembang di Inggris. Meski demikian, Stonehenge masih dianggap memiliki banyak arti seremonial atau agama.

Para peneliti menemukan jejak sebuah perayaan atau pesta yang digelar di Stonehenge pada proses pembangunannya. Temuan tersebut membuat ahli percaya bahwa proses memilih, memindahkan dan mendirikan Stonehenge merupakan bagian dari proses pengumpulan, sosialisasi dan perayaan manusia setempat.

Jejak perayaan yang ditemukan peneliti adalah piring tanah di sekitar Durrington Walls, desa Neolitik yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Stonehenge. Para ahli memeriksa 38.000 tulang dan gigi. 90 persen di antaranya berasal dari tulang dan gigi babi, sedangkan sisanya dari berbagai ternak lainnya.

Stonehenge didirikan dan dibangun ulang dalam tiga tahap yang berbeda selama sekitar 2.000 tahun. Pembangunan pertama dimulai sekitar 3000 SM berupa parit melingkar sederhana dengan gundukan tanah di bagian dalam yang tinggi. Di dalam gundukan tanah tersebut terdapat 56 lubang yang sekarang dikenal sebagai lubang Aubrey, dinamai sesuai nama John Aubrey (1626-1697), peneliti ​​awal Stonehenge.

Pembangunan kedua dilakukan sekitar 700 tahun kemudian atau sekitar 2300 SM. Pada saat ini, dua lingkaran pilar batu biru (bluestone) ditempatkan di tengah lingkaran asli tapi tidak pernah selesai. Terahir pembangunan ketiga dilakukan selanjutnya sekitar 200 SM dan di pada pembangunan terahir ini selesai sekitar tahun 1500 SM. Pada masa itu, bentuk Stonehenge sudah menyerupai bentuknya yang sekarang.

Tentunya dengan banyaknya tahapan fase dalam pembangunan Stonehenge tersebut menunjukkan bahwa bangunan tersebut memerlukan waktu yang sangat lama dalam pengerjaannya, mulai dari pengangkutan batunya sendiri sampai tahap pengukiran pada setiap batunya.

Penemuan tersebut diketahui terdapat ukiran disetiap batu Stonehenge, hal ini baru diketahui oleh para peneliti baru-baru ini. Menurut seorang Arkeolog, Tom Goskar, dengan metode scaning laser, ukiran-ukiran pada batu tersebut baru akan terlihat. Tentunya dengan ditemukannya bentuk-bentuk ukiran pada batuan, setidaknya bisa memberikan secercah harapan untuk menguak kegunaan Stonehenge pada masa lalu.

Dengan adanya monumen Stonehenge ini maka hal tersebut menunjukkan semangat baru dan kerja sama karena pembangunan monumen batu ini merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan ribuan tenaga kerja untuk memindahkan batu-batu dari tempat yang jauh, kemudian membentuk dan mendirikannya di tempat tersebut.

Fasilitas Yang Ada Di Sekitar Monumen Batu

Setelah puas memandangi keindahan dan keunikan pada monumen batu, kamu dapat mengunjungi gedung pusat pengunjung. Di tempat inilah kamu dapat menyaksikan bagaimana perubahan musim dan perubahan zaman yang terjadi di Stonehenge melalui teknologi mutakhir yang digunakan untuk menampilkan audio-visual dengan sudut 360 derajat yang akan membawa kita seolah melintasi ruang dan waktu.

Disana juga terdapat pameran yang menampilkan objek-objek kuno peninggalan Stonehenge pada zaman dahulu yang digabungkan dengan pengalaman audio-visual. Hal menarik lainnya adalah kita dapat melihat seperti apa kira-kira wajah penduduk pada zaman itu melalui rekonstruksi wajah yang sangat canggih. Ya, hal itu semua bisa terjadi karena semakin maju dan berkembangnya teknologi dunia.

Tak hanya itu saja, di sana juga terdapat kafe yang dapat kita kunjungi. Kafe tersebut menyediakan meja kayu panjang yang dapat digunakan sambil duduk menikmati makan siang sembari melihat-lihat pemandangan yang indah melalui jendela kaca.

Kafe tersebut juga menyediakan beragam pilihan makanan, seperti misalnya sup, makanan vegetarian dan penganan tradisional serta sosis gulung, roti isi, salad, juga berbagai hidangan lainnya. Mereka menggunakan bahan-bahan dari petani lokal.

Nah setelah menghilangkan rasa lapar, kamu bisa melanjutkan perjalanan kembali. Kamu juga harus berjalan-jalan mengelilingi perumahan zaman neolitikum di luar dari gedung pusat pengunjung. Kita seakan dibawa untuk melihat bagaimana kehidupan masyarakat pada 4.500 tahun yang lalu. Disana juga ada para staff yang akan membantu dan menunjukkan pada kita bagaimana rumah-rumah tersebut dibangun dengan menggunakan material asli dan teknik pada zaman tersebut.

Bagaimana cara untuk menuju ke Stonehenge? Jika kalian ingin mengunjungi monumen batu tersebut, moda transportasi yang dapat kalian gunakan untuk mengunjungi Stonehenge yaitu dengan bus yang berangkat dari Victoria Coach Station di pusat kota London. Perjalanan membutuhkan waktu sekitar 2 jam.

Untuk harga tiket masuknya para pengunjung dewasa dikenakan biaya sebesar 19.3 poundsterling, anak-anak usia 5-15 tahun sebesar 10.50 poundsterling, keluarga (2 dewasa 3 anak) 50.20 poundsterling. Harga yang cukup fantastis sih memang, tetapi sebanding dengan pengalaman tak terlupakan yang akan kamu dapatkan disana.

Demikianlah ulasan mengenai Monumen Batu Stonehenge di atas tersebut, semoga dengan membaca artikel ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan kalian semua. Sekian dulu informasi kali ini dan sampai jumpa kembali…