Pengertian Rematik, Penyebab Dan Cara Mengobatinya

Setiap orang tentu tidak ada yang menginginkan sakit, namun terkadang tak ada satu orang pun juga yang tahu kapan penyakit akan datang. Salah satu penyakit yang mungkin sering kamu dengar adalah rematik, apakah kamu tahu apa penyebabnya? Nah kalau kamu belum memahami tentang penyakit tersebut, di artikel kali ini kita akan membahasnya agar mendapatkan informasi yang lebih jelas lagi. Silahkah disimak ya…

Apa Itu Rematik?

Rematik adalah penyakit yang menimbulkan rasa sakit akibat otot atau persendian yang mengalami peradangan dan pembengkakan. Jika diantara kamu ada yang mengalami gejala penyakit rematik, sebaiknya menghindari mandi pada malam hari karena dapat membuat otot menjadi kaku sehingga persendian sulit digerakan.

Bagian yang paling sering terkena rematik yaitu tangan, pergelangan tangan, kaki dan lutut. Akan tetapi, rematik juga bisa menjalar ke bagian yang lain seperti bagian pinggul yang dapat mengakibatkan si penderita sulit untuk berjalan, berlutut, membungkuk dan bahkan berdiri.

Penyakit rematik tersebut bisa menyerang setiap orang dari anak-anak sampai orang tua yang sangat mengganggu kesehatan tubuh kita dalam melakukan aktivitas atau kerja karena badan kita akan terasa kaku dan pegal serta terasa sakit di gerakin juga.

Jika terus berkembang, penyakit rematik dapat menyebabkan kerusakan pada sistem persendian dan berakibat pada pergerakan sendi mulai sulit bahkan dalam kondisi parah yaitu dapat menyebabkan kelumpuhan secara permanen. Maka dari itu untuk mencegah agar tidak terlalu parah, kamu harus mengenali tanda-tanda rematik seperti berikut ini:

  • Pembengkakan pada sendi
  • Sering mengalami kesemutan
  • Sendi sering kaku dan sulit digerakan
  • Lebam pada kulit
  • Kulit merah seperti memar
  • Demam ringan
  • Mudah lelah
  • Sakit pada tulang pada malam hari
  • Jari kaku pada pagi hari atau ketika dingin

Penyebab

Sebenarnya penyebab pasti terjadinya penyakit rematik belum bisa diketahui, namun ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya penyakit rematik dan mengakibatkan penyakit rematik lebih parah yang diantaranya sebagai berikut:

  • Infeksi yang menyebabkan peradangan pada sendi
  • Sikap badan yang salah saat melakukan pekerjaan terutama pada pekerjaan yang mengangkat benda berat
  • Stres yang disertai dengan kelelahan
  • Obesitas / kegemukan
  • Sirkulasi darah yang tidak lancar

Munculnya rematik pada anak

Rematik ini memang bisa menyerang siapa saja, namun lebih identik terjadi pada orang dewasa. Lalu kalau terjadi pada anak-anak, kira-kira apa ya penyebabnya? Rematik yang terjadi pada anak maupun orang dewasa adalah bentuk penyakit autoimun. Dalam hal ini, sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh dari unsur asing justru malah menyerang dan merusak jaringan tubuh yang sehat. Akibatnya muncul peradangan yang ditandai dengan kemerahan, pembengkakan serta sensasi rasa panas dan nyeri.

Jika dalam bahasa medisnya rematik umum disebut rheumatoid arthritis, rematik pada anak punya nama lain yaitu Juvenile Rheumatoid Arthritis (JRA). Penyakit radang sendi ini paling umum menyerang anak-anak di bawah usia 17 tahun. Sampai saat ini para peneliti masih belum mengetahui mengapa rematik bisa terjadi pada anak-anak. Namun, para peneliti yakin jika genetik dan faktor lingkungan seperti virus berperan sebagai salah satu penyebab JRA.

Sebagian anak-anak mungkin tidak sadar jika dirinya mengalami JRA. Pasalnya, gejala awal rematik pada anak sekilas seperti kelelahan biasa yang umumnya tidak disertai dengan rasa nyeri di bagian sendi. Walaupun begitu, ada pula beberapa anak yang mungkin tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan keluhan yang mereka rasakan terkait kekakuan dan sensasi nyeri pada bagian persendiannya. Oleh karena itu, jika anak mengeluhkan rasa sakit pada bagian persendiannya seperti lutut, pergelangan tangan dan pergelangan kaki, maka para orang tua patut waspada.

Jenis-Jenis Rematik

Rematik merupakan jenis penyakit yang banyak ditemui di Indonesia, namun ternyata rematik juga banyak diderita penduduk dunia. Buktinya saja, 80% penduduk dunia pernah mengalami sakit pinggang dan sakit pinggang ini merupakan salah satu gejala awal rematik. Ada sekitar 150 jenis penyakit rematik tetapi yang paling umum terjadi hanyalah enam saja seperti di bawah ini:

  • Osteoartritis

Penyakit rematik ini biasa dialami orang dengan usia diatas 40 tahun. Jenis Penyakit rematik ini disebabkan karena menurunnya sistem kerja atau fungsi dari tulang sendi atau adanya kerusakan pada tulang rawan sendi. Osteoartritis ditandai dengan rasa nyeri, deformitas atau pembesaran sendi, lambatnya gerak pada sendi terutama pada bagian tangan dan tulang sendi besar yang biasa menanggung beban. Penyakit rematik jenis osteoartritis lebih sering terjadi pada wanita dibanding pria, hal ini dikarena wanita mudah sekali mengalami penurunan hormon.

  • Rheumatoid Arthritis

Rheumatoid arthritis merupakan jenis penyakit rematik yang paling umum diderita oleh kebanyakan orang bahkan banyak yang sering menyatakan penyakit rematik dengan rheumatoid arthritis. Rheumatoid arthritis terjadi karena sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan-jaringan pada persendian. Sendi-sendi yang diserang oleh sistem kekebalan tubuh akan mengalami radang dan menimbulkan rasa sakit.

  • Rematik peradangan

Rematik jenis ini biasanya terjadi pada kaum muda atau usia-usia produktif. Rematik peradangan salah satunya disebabkan oleh asam urat. Rasa sakit pada rematik jenis ini disebabkan oleh timbunan hasil metabolisme purin di area persendian. Rematik yang disebabkan oleh asam urat memang banyak ditemukan di Indonesia sehingga banyak orang berfikir rematik tidak akan menyerang orang dengan asam urat yang normal tetapi pendapat ini salah. Faktanya, tidak semua jenis rematik diakibatkan oleh asam urat.

  • Gout artritis

Gout atau biasa disebut dengan penyakit asam urat. Penyakit ini merupakan jenis rematik yang sangat populer di Indonesia dan jenis rematik ini umumnya sangat dipengaruhi oleh pola makan yang tidak sehat. Tetaplah konsumsi makanan yang sehat dan makanlah secara teratur.

  • Lupus

Mungkin kebanyakan orang baru mengetahui ternyata lupus adalah salah satu tipe dari penyakit rematik. Lupus atau di dunia medis disebut “Lupus eritematosus sistemik” merupakan sebuah penyakit yang berhubungan erat dengan autoimun. Dijelaskan secara sederhana, yakni keadaan dimana seseorang mengalami alergi terhadap dirinya sendiri. Sistem imun menjadi sangat hiperaktif dan digunakan untuk menyerang atau menyakiti jaringan tubuhnya sendiri.

  • Sindrom sjorgen

Sindrom sjorgen juga termasuk pada penyakit yang berhubungan dengan autoimun atau yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh. Penyakit ini bisa terjadi bersama-sama dengan penyakit autoimun lain seperti lupus dan rhematoid. Penyakit ini belum diketahui penyebabnya dan lebih sering terjadi pada wanita.

Benarkah mandi malam bisa mengakibatkan rematik? Penyebab yang satu ini sudah sangat sering kita dengar dan oleh karena itu banyak orang yang melarang untuk mandi malam-malam atau nanti bisa kena rematik. Sebenarnya benarkah hal ini? Ada benarnya bahwa kamu sebaiknya tidak terlalu sering mandi malam-malam karena yang membuat rematik sebenarnya bukan aktivitas mandinya, tapi air dan udara yang dingin. Keduanya akan dapat memicu pengerutan pada kapsul sendi sehingga akan membuat persendian semakin nyeri. Itulah mengapa mandi dengan air hangat di malam hari lebih dianjurkan ketimbang menggunakan air dingin.

Pengobatan

Penderita rematik hanya bisa melakukan perawatan dan pengobatan untuk meringankan gejalanya, karena sampai saat ini masih belum ada obat yang dapat menyembuhkan rematik sepenuhnya. Perawatan bisa membantu mengurangi gejala peradangan di persendian, mencegah atau memperlambat kerusakan persendian, mengurangi tingkat disabilitas dan membuat penderita rematik bisa tetap hidup aktif. Berikut ini cara membantu mengurangi gejala rematik:

  • Obat pereda sakit: Cara mengobati rematik yang pertama adalah dengan obat pereda sakit seperti paracetamol atau codein yang digunakan untuk meredakan rasa sakit. Selain itu, obat anti-inflamasi non steroid (NSAID) juga bisa digunakan.
  • Steroid: Steroid atau kortikosteroid merupakan obat sintetis yang menyerupai sebuah hormon yang dihasilkan tubuh secara alami, yaitu kortisol. Obat ini bisa berbentuk tablet, salep atau cairan suntik yang bisa disuntikkan langsung ke otot atau persendian yang sakit.
  • Terapi: Penderita rematik dapat melakukan terapi untuk membuat persendian lebih fleksibel serta membantu meningkatkan kekuatan otot dan kebugaran tubuh. Beberapa terapi yang bisa dilakukan adalah terapi okupasi, podiatri dan fisioterapi.

Makanan Yang Harus Dihindari

Apabila seseorang telah mengalami rematik, sebaiknya penderita tersebut harus memiliki pantangan rematik dengan cara menghindari konsumsi beberapa makanan pemicu rematik tersebut. Berikut adalah makanan yang harus dihindari:

Santan

Makanan pantangan rematik yang harus kamu hindari adalah santan. Memang santan akan menjadikan makanan bertambah lezat dan menjadi gurih. Akan tetapi santan mengandung zat purin yang tinggi dan kaya akan zat kolesterol. Jadi segala makanan yang mengandung santan, sebaiknya tidak boleh dikonsumsi atau menjadi pantangan rematik. Kandungan zat purin pada santan menjadi pemicu sendi menjadi sakit bagi pengidap rematik dan juga asam urat.

Seafood

Seafood merupakan makanan yang lezat, sebab rasanya yang gurih dan bisa diolah ke dalam berbagai jenis masakan. Namun sayangnya bagi penderita penyakit rematik, seafood dapat memicu munculnya gejala rematik dan membuat kambuh. Seafood yang harus dihindari adalah berbagai jenis kepiting dan udang.

Daging Kambing

Sate kambing memiliki rasa yang begitu lezat, bukan? Apalagi jika diolah dengan cara disate atau ditongseng. Daging kambing dengan lemak menjadi pantangan orang yang memiliki penyakit seperti hipertensi, kolesterol dan rematik. Zat purin yang tinggi menjadikan daging kambing sering menjadi pantangan bagi orang yang memiliki penyakit tersebut.

Kafein

Mengkonsumsi kafein akan membuat tubuh dehidrasi. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memperburuk rasa sakit pada sendi. Kafein juga menguras nutrisi penting dari tubuh sehingga kamu lebih rentan terhadap rasa sakit.

Alkohol

Alkohol membuat kalsium tidak diserap ke dalam tulang yk bagi orang yang meang berakibat pada kerapuhan tulang. Alkohol benar-benar burumiliki osteoarthritis. Jadi, disarankan jangan mengkonsumsi minuman yang ada alkoholnya buat para penderita rematik.

Jeroan

Jeroan merupakan makanan yang diambil dari dalaman hewan yang terdiri dari usus, hati, ampela, jantung, otak dan lainnya. Jeroan ini memang memiliki rasa yang lezat, terlebih lagi jika diolah dengan cara di sop dengan menggunakan santan.

Akan tetapi jeroan merupakan makanan pantangan rematik yang apabila si penderita memakannya akan memicu kambuh dan nyeri sakit di bagian yang terserang. Selain dapat memicu rematik, jeroan juga menyebabkan penyakit lain seperti jantung, hipertensi, obesitas dan komplikasi penyakit lainnya.

Ya, itulah penjelasan tentang penyakit rematik di atas tersebut. Saya harap dengan membaca artikel ini dapat memberikan informasi yang penting buat semuanya. Sekian dulu pembahasan kita dan semoga bermanfaat.