Mengapa Keringat Dingin Bisa Terjadi? Yuk, Simak Ulasannya

Hai guys apa kabarnya nih? Di dalam aktivitas sehari-hari pasti kamu sering dong berkeringat, entah saat kamu sedang berjalan kaki atau pun saat kamu sedang berolahraga dan masih banyak lagi hal yang bisa menyebabkan keringat keluar. Nah ngomongin soal keringat nih ya, kalian semua pada tahu gak sih apa itu keringat dan bagaimana proses terjadinya keringat tersebut? Dan benar gak sih kalau berkeringat tersebut bisa mengurangi lemak? Untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas lagi, mari kita simak aja langsung artikel di bawah ini.

Pengertian Keringat

Keringat adalah cairan yang dihasilkan oleh kulit untuk mengatur suhu tubuh. Itu sangat penting untuk menjaga homeostasis dan merupakan bagian dari fungsi ekskretoris kulit. Homeostasis adalah proses di mana tubuh mempertahankan lingkungan internal yang stabil. Lingkungan internal ini terdiri dari banyak faktor, termasuk pH, produksi energi dan suhu. Ketika tubuh terlalu panas, sistem saraf akan merangsang kelenjar kulit mulai memproduksi cairan ini yang digunakan untuk mendinginkan tubuh dan membawa suhu turun. Tubuh manusia dilengkapi oleh sekitar dua sampai lima juta kelenjar keringat yang tertanam dalam kulit dan menyebar di sekujur tubuh.

Keringat mendinginkan tubuh saat menguap dari kulit. Penguapan adalah proses dari cair menjadi gas dan selama penguapan, permukaan kulit biasanya akan menjadi dingin seperti keringat daun. Dengan melakukan ini, tubuh dapat membantu dalam ‘pendinginan’ dan mempertahankan suhu tubuh normal. Biasanya ketika kita berkeringat, tubuh akan melanjutkan proses ini sampai suhu di sekitar kita diturunkan atau aktivitas fisik telah berhenti.

Banyak orang yang menghindari berlama-lama beraktivitas di luar ruangan karena tidak suka berkeringat. Hal itu karena memang keringat itu bikin badan lengket dan bau apek. Tapi, tahukah kamu kalau keringat memiliki manfaat? Berikut ini penjelasannya:

  • Membuang racun dari tubuh

Keringat adalah cara alami tubuh kamu untuk membuang racun. Selain mengandung cairan tubuh, keringat juga membawa berbagai jenis senyawa termasuk sejumlah kecil logam seperti kadmium, aluminium dan mangan yang berpotensi beracun jika terlalu banyak disimpan dalam tubuh.

  • Memperlancar sirkulasi darah

Berkeringat juga dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Ketika tubuh memanas dan mengeluarkan keringat, jantung bekerja lebih keras untuk meningkatkan sirkulasi darah. Mekanisme ini bermanfaat bagi kesehatan jangka panjang.

  • Mengurangi stres

Keringat tidak secara langsung dapat menurunkan stres atau meningkatkan suasana hati. Namun, meningkatkan panas tubuh dengan berolahraga atau sauna dapat melepaskan endorfin dan senyawa kimia lainnya yang dilepaskan otak untuk memperbaiki mood dan menurunkan stres secara natural.

  • Dapat mempercantik kulit

Keringat mengandung sejumlah kecil antibiotik yang dapat melawan bakteri yang ditemukan secara alami pada kulit. Berkeringat juga dapat membersihkan pori-pori sehingga membuat kulit terlihat cerah dan halus. Banyak berkeringat juga dapat memperlambat tanda-tanda penuaan dini dan mengurangi efek kerusakan kulit.

  • Menyeimbangkan cairan tubuh

Natrium dan kalium merupakan zat mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Namun sayangnya, kelebihan zat tersebut malah menimbulkan penyakit. Untungnya keringat mampu membantu mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna sehingga cairan dalam tubuh bisa seimbang.

  • Mencegah asma

Jika kamu berkeringat banyak setelah berolahraga, maka memungkinkan kamu untuk meminimalisir terjadinya asma. Penelitian dari Universitas Michigan mengatakan bahwa berkeringat dapat membantu menurunkan resiko terjadinya asma. Dan semakin kamu berkeringat ketika berolahraga maka akan semakin baik karena semakin kamu berkeringat, semakin rendah resiko kamu mengalami asma.

Benarkah dengan berkeringat dapat membakar lemak? Tak sedikit orang yang beranggapan bahwa ketika tubuh berkeringat berarti ada pembakaran lemak yang terjadi di dalam tubuh. Faktanya, berkeringat tidak ada hubungannya dengan pembakaran lemak. Keringat muncul saat tubuh kita mengeluarkan air dan melarutkan garam dari kelenjar keringat di dalam tubuh bersama dengan sejumlah kecil urea. Selama berolahraga, ketika otot-otot menjadi panas akibat pengerahan tenaga, tubuh akan cenderung mengeluarkan banyak keringat. Namun jumlah keringat yang keluar tidak ada hubungannya berapa banyak jumlah lemak yang terbakar atau seberapa efektif olahraga yang telah kamu lakukan.

apa itu keringat dingin?

Keringat dingin merupakan sebuah kondisi di mana permukaan kulit akan terasa lebih lembap dan terasa dingin di bagian permukaan kulit. Kondisi ini bisa dirasakan oleh diri sendiri maupun oleh orang lain. Saat udara di sekitar kamu terasa panas atau suhu tubuh kamu meningkat misalnya karena demam, tubuh akan secara otomatis mengeluarkan keringat. Akan tetapi, terkadang keringat bisa muncul bahkan saat kamu berada di ruangan yang sejuk dan hal tersebutlah yang dinamakan keringat dingin.

Kira-kira keringat dingin tersebut berbahaya tidak ya atau jangan-jangan gejala suatu penyakit? Karena secara normal tubuh akan mengeluarkan keringat ketika suhu lingkungan terasa panas, sumpek, di bawah terik matahari atau setelah berolahraga (latihan) dan pada saat itu juga badan terasa gerah maka keluarnya keringat itu. Keringat dingin mungkin merupakan gejala dari kondisi serius atau mengancam jiwa yang harus segera dievaluasi dalam kondisi darurat. Ada beberapa faktor yang bisa memicu munculnya keringat dingin seperti di bawah ini:

  • Kurang oksigen

Kalau seseorang tiba-tiba sulit bernapas, suplai oksigen dalam darah pun akan menurun. Akibatnya, otak tidak menerima kadar oksigen yang cukup. Otak kemudian membaca situasi tersebut sebagai ancaman dan akhirnya memproduksi keringat dingin. Kekurangan oksigen bisa disebabkan oleh penyakit paru, keracunan atau berada di tempat tinggi (altitude sickness).

  • Kanker

Gejala umum penyakit kanker yang tidak ditunjukkan secara khusus adalah keringat dingin. Tubuh bisa mengalami panas atau demam sementara keringat dingin terus keluar. Beberapa jenis kanker yang sering ditunjukkan oleh gejala ini adalah kanker limfoma, kanker ovarium dan beberapa jenis kanker lain. Jika gejala ini disertai dengan penurunan berat badan dan masalah nafsu makan maka bisa harus segera mendapatkan pemeriksaan.

  • Tekanan darah rendah

Tekanan darah yang normal berkisar pada angka 120/80 mm Hg. Jika tekanan darah kamu turun di bawah kadar tersebut, kamu akan merasa pusing, lemas dan muncul keringat dingin. Beberapa hal pemicu tekanan darah rendah antara lain kurang minum air, kurang gizi atau faktor genetik.

  • Jantung

Hati-hati jika kamu memiliki riwayat penyakit jantung. Munculnya keringat dingin bisa menandakan serangan jantung apabila disertai dengan rasa sakit di dada (angina), nyeri pada lengan, pusing sampai hilang kesadaran. Serangan ini bisa terjadi jika darah tidak bisa mencapai jantung karena pembuluh darah kamu terhambat. Pemicunya antara lain kurang tidur, kebiasaan merokok dan obesitas.

  • Infeksi

Berbagai infeksi yang disebabkan oleh virus dan bakteri juga menjadi penyebab keringat dingin. Keringat dingin merupakan reaksi tubuh yang terjadi untuk melawan berbagai jenis penyakit dari infeksi virus dan bakteri. Penyakit yang disebabkan oleh virus seperti HIV, tuberkulosis, influenza dan hepatitis akan menunjukkan gejala lain di samping keringat dingin yang perlu kamu waspadai seperti lemas, nyeri otot dan demam.

Mengapa Bisa Terjadi Keringat Berlebih?

Seseorang bisa mengeluarkan keringat yang sewajarnya, keringat dingin bahkan keringat berlebih. Tapi, kira-kira apa sih penyebab keringat berlebih? Keringat berlebihan bisa menandakan adanya masalah kesehatan pada tubuh apalagi disertai dengan gejala-gejala lain.

Keringat berlebihan dapat memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan, kulit yang terus menerus basah dan lembap akan lebih rentan terhadap infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan jamur. Kondisi ini biasanya dialami oleh seluruh anggota tubuh atau hanya pada bagian tubuh tertentu yang normalnya sering berkeringat seperti ketiak, telapak tangan, kaki, wajah dan selangkangan.

Keringat berlebih bisa jadi seseorang tersebut mengidap Hiperhidrosis. Hiperhidrosis adalah kondisi yang terjadi ketika keringat keluar berlebihan padahal tidak dipicu oleh suhu lingkungan yang panas maupun aktivitas fisik yang berat. Kebanyakan hiperhidrosis tidak membahayakan kesehatan tetapi dapat berdampak psikologis dan sosial karena bisa menimbulkan perasaan malu dan canggung bagi penderitanya.

Cara Mengatasi

Mengalami keringat yang berlebih tentu saja membuat seseorang malu atau pun tidak percaya diri karena akan mengurangi penampilan. Maka dari itu untuk mengatasinya, mungkin hal ini dapat membantu kamu agar tetap percaya diri:

  • Pakai baju tipis yang menyerap keringat

Baik untuk tidur, bepergian maupun saat berolahraga, pastikan baju kamu dibuat dari bahan yang mudah menyerap keringat misalnya baju dan celana dari katun. Usahakan untuk memilih baju dari 100% katun asli karena kemampuannya menyerap keringat sangat baik. Hindari pakaian dari bahan sintetis atau polyester yang tidak bisa menyerap kelembapan.

  • Ganti sepatu setiap hari

Jangan pakai sepatu yang sama selama dua atau tiga hari. Pastikan sepatu kamu sempat “beristirahat” dan mendapatkan sirkulasi udara yang lancar selama paling tidak sehari. Dengan begitu, sepatu yang sudah kena keringat dari kaki kamu tidak akan jadi sarang bakteri penyebab bau kaki tak sedap.

  • Berhenti merokok

Merokok akan memaksa tubuh untuk bekerja lebih keras membuang berbagai zat beracun seperti nikotin. Hal ini akan memicu kelenjar keringat untuk terus memproduksi keringat berlebih. Jadi berhenti merokok adalah cara mengatasi keringat berlebih yang sangat ampuh.

  • Jaga berat badan

Orang yang kelebihan berat badan atau obesitas akan memerlukan energi lebih besar untuk bergerak dan beraktivitas. Akibatnya suhu tubuh akan lebih cepat naik dan kamu pun berkeringat lebih banyak. Karena itu pastikan kamu yang mudah berkeringat menjaga agar berat badan tetap ideal. Kalau masalah ini pasti sudah tidak asing lagi terjadi bahwa mereka yang kelebihan.

  • Pakai kaos kaki

Kaki kamu juga bisa memproduksi keringat berlebih yang mengakibatkan kaki bisa jadi bau tak sedap. Untuk mengatasi keringat berlebih dan bau kaki tak sedap, pastikan kamu pakai kaos kaki dari bahan yang menyerap keringat kalau sedang mengenakan sepatu yang tertutup. Jangan lupa, kamu tidak boleh pakai kaos kaki yang sama dua hari berturut-turut. Selain itu, kalau kaos kaki kamu sudah basah oleh keringat, misalnya habis berolahraga langsung ganti dengan yang baru.

  • Pilih deodoran yang bagus

Kalau pakai deodoran biasa tidak mempan mencegah keringat berlebih, coba pakai deodoran mengandung antiperspirant lebih kuat yang dijual di apotek atau toko obat. Kamu bahkan bisa mendapatkan produk khusus yang diresepkan dokter kalau memang butuh deodoran yang formulanya lebih manjur.

Pastikan kamu selalu membawa antiperspirant di tas dan juga sebaiknya tak lupa memakainya sebelum tidur. Di malam hari produksi keringat kamu tidak sebanyak di siang hari. Dengan begitu, antiperspirant akan lebih cepat diserap kulit dan kelenjar keringat sehingga efeknya lebih manjur.

Demikianlah penjelasannya tentang keringat di atas berikut, nah satu lagi yang penting nih guys kalau berkeringat yang berlebih juga dapat menyebabkan dehidrasi jadi kamu harus minum yang cukup ya. Well, sampai sini dulu pembahasan kita dan sampai jumpa lagi.