Halusinasi: Pengertian, Penyebab Serta Cara Mengatasinya

Kamu pasti sudah sering mendengar tentang halusinasi bukan? Atau salah satu dari kalian pernah mengalami yang namanya halusinasi? Kira-kira apa sih yang menyebabkan seseorang mengalami hal tersebut? Nah untuk tahu jawabannya, mari kita simak artikel ini sama-sama.

Pengertian Halusinasi.

Halusinasi adalah suatu keadaan seseorang melihat, mendengar atau merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak nyata. Halusinasi juga bisa diartikan sebagai sebuah persepsi palsu yang terjadi tanpa adanya stimulus dari luar. Persepsi palsu tersebut dapat terjadi pada salah satu dari lima panca indra.

Halusinasi merupakan gangguan kejiwaan yang cukup serius. Jika tidak diatasi secara bijak, maka akan dapat mengakibatkan penderita mengalami distorsi kejiwaan. Dalam kondisi yang lebih parah, maka akan menimbulkan kegilaan terselubung.

Setiap orang berpotensi untuk terserang halusinasi, hanya tergantung frekuensi dan tingkat keparahannya. Umumnya, penyebab halusinasi adalah gangguan mental. Akan tetapi, halusinasi adalah gejala yang juga cukup sering dilaporkan pada orang dengan kelainan saraf seperti penyakit Parkinson.

Tanda Dan Gejala Halusinasi

  • Bicara, senyum dan tertawa sendiri
  • Mengatakan mendengar suara
  • Tidak dapat membedakan hal yang nyata dan hal yang tidak nyata
  • Tidak dapat memusatkan konsentrasi / perhatian
  • Pembicaraan kacau kadang tidak masuk akal
  • Tidak mampu melaksanakan asuhan mandiri seperti mandi, berpakaian.
  • Muka merah kadang pucat
  • Ekspresi wajah tegang
  • Tekanan darah meningkat

Penyebab

Halusinasi terjadi pada diri seseorang dengan berbagai gejala yang bisa ditimbulkan seperti yang sudah disebutkan di atas tadi. Terjadinya suatu halusinasi pada diri seseorang mempunyai faktor yang menyebabkan halusinasi tersebut terjadi, berikut ini beberapa faktor penyebabnya:

  • Kurang tidur

Halusinasi adalah kondisi yang bisa muncul jika kamu benar-benar kurang tidur. Seseorang lebih berkemungkinan mengalami halusinasi apabila ia telah terjaga selama beberapa hari atau belum cukup tidur dalam jangka waktu yang lama. Tidur merupakan waktu yang bisa digunakan oleh otak atau organ lainnya untuk istirahat. Jangan sampai kamu membiarkan tubuh kamu mengalami kekurangan istirahat atau tidur.

  • Alkohol

Alkohol jika dikonsumsi oleh orang untuk diminum maka akan membahayakan kesehatan tubuh serta dapat mengakibatkan seseorang mengalami halusinasi. Alkohol sifatnya dalam merusak kesehatan tubuh sama seperti jenis obat narkoba atau obat-obatan terlarang.

  • Obat-obatan

Obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan tubuh juga bisa menyababkan efek samping halusinasi. Beberapa obat-obatan yang dapat mempunyai efek halusinasi yaitu seperti obat penyakit pakinson, depresi, psikosis serta epilepsi.

  • Depresi

Depresi merupakan suatu kondisi kejiwaan yang menyangkut tentang perasaan yang merasa sedih atau putus asa yang ekstrim. Perasaan sedih yang dialami karena depresi bukan perasaan sedih yang normal tetapi sampai membuat semua aktifitas sehari-harinya tidak dilakukan.

  • Kelelahan

Seseorang yang mengalami kelelahan akibat aktifitasnya yang banyak dalam keseharian maka dapat menyebabkan mengalami halusinasi.

Jenis-Jenis Halusinasi

Halusinasi yang bisa terjadi pada manusia ada beberapa jenis yaitu diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Halusinasi auditori: Dalam kondisi ini, kamu mungkin akan mendengar suara yang berasal dari dalam atau luar pikiran kamu. Suara tersebut bisa jadi seperti berbicara dengan satu sama lain atau memerintahkan kamu untuk melakukan sesuatu. Halusinasi auditori adalah tipe halusinasi yang paling umum.
  2. Halusinasi visual: Halusinasi penglihatan seseorang akan mengalami seperti melihat sesuatu yang tidak nyata, seperti bisa berupa cahaya bayangan atau orang, tetapi sebenarnya tidak ada apa-apa yang orang lain bisa lihat.
  3. Halusinasi olfactory: Halusinasi penciuman ini merupakan halusinasi yang terjadi seolah-olah kita mencium bau sesuatu seperti bau wangi ditengah malam atau bau bangkai yang tidak enak secara tiba-tiba, namun sebenarnya tidak terjadi apa-apa hanya perasaan kita yang seperti nampak mencium bau.
  4. Halusinasi gustatori: Tipe halusinasi ini melibatkan indra pegecap. Tidak seperti halusinasi olfaktori, rasa yang kamu kecap pada halusinasi gustatori sering kali tidak sedap. Halusinasi gustatori sering terjadi pada orang dengan epilepsi.

Bagaimana Cara Mengatasi Halusinasi?

Jika dibiarkan terus menerus, tentu saja halusinasi menjadi hal yang membahayakan bagi orang yang mengalaminya. Halusinasi merupakan kondisi yang mengkhawatirkan bagi siapa pun yang terlibat, baik penderita maupun orang yang menyaksikan. Lalu bagaimana cara mengatasinya? Simak di bawah ini.

  • Kurangi stres

Halusinasi bisa saja disebabkan stres yang dirasakan sehari-harinya. Untuk itu, pelajari terlebih dahulu penyebab dari stres yang kamu alami. Sehingga bisa mengurangi intensitas dan tingkat keparahan dari halusinasi yang kamu rasakan.

  • Periksa suhu tubuh

Demam tinggi dapat menyebabkan halusinasi semua tingkat, khususnya pada anak-anak dan lansia. Bahkan meskipun kamu bukan anak-anak ataupun lansia, demam tetap dapat menyebabkan halusinasi. Halusinasi dapat terjadi saat mengalami demam bersuhu lebih dari 38 derajat Celsius. Namun, halusinasi lebih umum terjadi saat demam lebih dari 40 derajat Celsius.

  • Relaksasi

Selanjutnya kamu bisa melakukan relaksasi. Cara ini terbilang efektif untuk meredakan tekanan pada pikiran yang menjadi pemicu dari halusinasi. Relaksasi juga bisa menenangkan kondisi fisik kamu menjadi lebih relaks dari sebelumnya.

  • Konseling psikologis

Konseling juga berperan penting dalam mengatasi halusinasi, terutama apabila halusinasi disebabkan oleh kondisi kesehatan mental. Konselor dapat membantu pasien mengerti lebih dalam mengenai kondisinya dan memberikan strategi untuk mengatasinya.

Demikianlah penjelasan di atas tersebut, semoga dapat dipahami dan dimengerti serta bermanfaat tentunya untuk semua para pembaca.