Gejala, Penyebab Dan Cara Mengatasi Gagal Ginjal

Tidak ada satu orangpun di dunia ini yang menginginkan sakit, kecuali kalau memang sudah takdir mereka. Di artikel ini kita akan membahas tentang penyakit gagal ginjal. Ada baiknya juga kita memahami penyakit ini dari sekarang dan bagaimana tanda-tandanya. Untuk lebih jelasnya lagi, mari sama-sama kita simak.

Definisi Gagal Ginjal

Ginjal merupakan sepasang organ yang berbentuk seperti kacang, masing-masing berukuran sekitar kepalan tangan yang terletak di bagian belakang perut bagian atas di kedua sisi tulang belakang. Secara normal fungsi ginjal adalah membersihkan darah dari produk limbah dan membuangnya ke urine. Ginjal juga berfungsi menyeimbangkan unsur-unsur mineral penting, seperti natrium dan kalium, serta memproduksi hormon yang diperlukan untuk mengatur tekanan darah dan produksi sel darah merah.

Mengetahui lebih dini bagaimana penyakit gagal ginjal itu meruoakan hal yang penting. Hal ini karena ginjal merupakan salah satu organ tubuh yang berfungsi untuk menyaring darah dari sisa atau limbah metabolisme. Namun jika ginjal gagal melakukan hal tersebut, maka kondisi ini akan disebut sebagai gagal ginjal. Alhasil zat-zat yang berbahaya menumpuk dalam tubuh sehingga akan menimbulkan berbagai gejala gagal ginjal yang berbahaya.

Pada umumnya gagal ginjal ada 2 macam, yaitu gagal ginjal akut dan kronik. Gagal ginjal akut (GGA) atau Acute Renal Failure (ARF) akan terjadi ketika ginjal tiba-tiba berhenti menyaring sisa metabolisme. Sedangkan gagal ginjal kronik (GGK) atau Chronic Renal Failure (CRF) akan terjadi dan berkembang secara perlahan-lahan. Tanpa pengobatan atau penanganan yang tepat, gagal ginjal akan mengakibatkan penumpukan racun, cairan ekstra dan mineral berbahaya dalam darah yang pada akhirnya akan menyebabkan kematian.

Gejala 

Gejala gagal ginjal tersebut bervariasi tergantung pada tingkat keparahan (stadium), progresifitas dan penyebabnya. Penyakit ini dapat dimulai dengan gejala yang ringan, samar-samar sehingga sering tidak terdeteksi namun perlahan tapi pasti penyakit ginjal ini akan memberat dari waktu ke waktu. Biasanya kebanyakan pasien yang menderita gagal ginjal ini telah hidup dengan penyakit ginjal selama beberapa waktu sebelum ciri-ciri gagal ginjal muncul. Agar tehindar dari gagal ginjal yang parah, berikut adalah gejala gagal ginjal yang perlu diwaspadai:

Sesak napas

Tak hanya penderita penyakit jantung dan paru-paru saja yang mengalami gejala sesak napas, seseorang yang mengalami gagal ginjal biasanya juga akan mengalami hal ini. Ginjal yang sudah tidak berfungsi menyebabkan cairan di dalam tubuh menutup saluran paru-paru. Sehingga hal ini menyebabkan penderita mengalami sesak napas. Tak hanya itu aja, gagal ginjal juga menyebabkan seseorang mengalami anemia. Kurangnya kadar oksigen yang di bawa oleh sel darah merah menyebabkan tubuh kekurangan oksigen serta mengakibatkan sesak napas.

Terjadi pembengkakan tubuh

Gejala gagal ginjal selanjutnya adalah terjadinya pembengkakan tubuh. Hal ini terjadi karena cairan yang semestinya dikeluarkan, tertimbun di dalam tubuh karena terganggunya organ sekresi. Oleh karena itu, hal ini menyebabkan bagian tubuh tertentu seperti pergelangan kaki, kaki, tangan serta wajah mengalami pembengkakan.

Berkurangnya jumlah urine

Meskipun ada pula seseorang penderita gagal ginjal mengalami nokturia (sering buang air kecil malam hari), namun beberapa kasus seseorang yang mengalami gagal ginjal kronis biasanya akan mengalami penurunan kadar urine. Bahkan ada pula yang tidak produksi urine sama sekali. Gagal ginjal pada tahap awal biasanya urine akan berbusa karena banyak mengandung protein.

Sakit pinggang

Gejala yang pertama adalah sakit pinggang. Sudah menjadi rahasia umum jika sakit pinggang merupakan salah satu gejala yang sering dialami oleh penderita gagal ginjal. Seperti yang kita ketahui, salah satu penyebab gagal ginjal adanya batu ginjal. Jika tidak segera ditangani, batu ginjal tersebut akan terjerat dan terjebak di dalam ureter. Dan hal ini akan menyebabkan rasa nyeri dan sakit pada daerah pinggang.

Penyebabnya

Kondisi atau penyakit tertentu yang memberi tekanan pada ginjal menjadi penyebab utama terjadinya penyakit ginjal. Tekanan berlebih yang dialirkan jantung melalui pembuluh darah besar maupun kecil dapat merusak organ tubuh, termasuk ginjal. Penyakit ginjal terutama disebabkan oleh diabetes dan hipertensi.

Gangguan Ginjal pada Pengidap Diabetes

Diabetes merupakan salah satu penyebab utama terhadap penyakit gagal ginjal kronis. Terdapat dua tipe utama diabetes:

Diabetes tipe 1 adalah kondisi saat tubuh tidak atau sedikit memproduksi insulin.
Diabetes tipe 2 adalah kondisi saat produksi insulin cukup, tapi tubuh tidak menggunakan insulin dengan efektif.
Insulin dibutuhkan oleh tubuh untuk menjalankan fungsi-fungsi berikut ini:

  • Mengatur kadar glukosa (gula) dalam darah.
  • Membatasi agar glukosa tidak meningkat terlalu tinggi setelah makan.
  • Menjaga agar kadar glukosa tidak terlalu rendah pada jeda antara waktu makan.

Jika glukosa dalam darah terlalu tinggi, ini dapat memengaruhi kemampuan ginjal untuk menyaring kotoran dalam darah dengan merusak sistem penyaringan ginjal. Maka itu sangat penting bagi penderita diabetes untuk menjaga tingkat glukosa (gula darah) mereka melalui pola makan yang sehat dan mengonsumsi obat-obat antidiabetes sesuai aturan dari dokter.

Gangguan Ginjal pada Pengidap Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah adalah besarnya tekanan yang dihasilkan jantung saat memompa darah ke pembuluh arteri dalam tiap denyut nadi. Tekanan darah kerap diasosiasikan dengan penyakit ginjal karena tekanan darah yang berlebihan dapat merusak organ tubuh kamu.

Hipertensi menghambat proses penyaringan dalam ginjal bekerja dengan baik. Kondisi ini merusak ginjal dengan menekan pembuluh darah kecil dalam organ tersebut. Meski 9 dari 10 penyebab kasus tekanan darah tinggi tidak diketahui, namun ada kaitan antara kondisi tersebut dengan kesehatan tubuh seseorang secara menyeluruh, termasuk pola makan dan gaya hidup.

Orang yang mengidap kondisi atau memiliki kebiasaan tertentu lebih berisiko mengidap hipertensi, yaitu kurang berolahraga, kebiasaan merokok, stres, obesitas, mengonsumsi minuman keras berlebihan, usia tua, terdapat anggota keluarga yang dulu mengidap hipertensi, terlalu banyak garam dan lemak dalam makanan yang dikonsumsi.

Cara Mengatasinya

Dalam beberapa kasus, penyakit ginjal kronis dapat berkembang menjadi gagal ginjal tahap akhir (End-Stage Renal Disease/ESRD) atau established renal failure (ERF). Pada tahap ini, ginjal berhenti bekerja dan mengancam hidup. Untuk mengatasinya kamu bisa konsultasi dengan dokter dan menjalani pengobatan seperti, cuci darah atau dialisis, transplantasi ginjal atau perawatan pendukung.

Cuci darah atau dialisis adalah proses pembuangan atau penyaringan cairan atau limbah dari darah yang sudah tidak bisa dilakukan lagi oleh ginjal yang rusak. Tranplantasi ginjal akan menggantikan ginjal yang rusak dengan ginjal baru dari seorang donor organ yang memiliki kriteria sesuai dengan pasien. Perawatan pendukung bertujuan terbatas, yaitu hanya untuk meringankan gejala yang dirasakan penderita stadium akhir. Pada umumnya perawatan pendukung diberikan pada penderita gagal ginjal yang tidak ingin melakukan cuci darah atau transplantasi ginjal.

Demikianlah uraian di atas, agar terhindar dari penyakit tersebut alangkah baiknya kamu harus tetap menjaga kesehatan. Itu adalah hal yang utama dan untuk pendukungnya ialah jangan lupa olahraga dan menjalani pola makan yang sehat. Semoga dengan adanya artikel ini kamu bisa memahami bahwa sehat itu sangat berharga. Semoga bermanfaat.