“Cajuput Candy”, Permen Rasa Minyak Kayu Putih Untuk Pelega Tenggorokan

Guys, apakah kamu suka dengan permen? Yap, tentu saja semua menyukainya mulai dari anak kecil sampai orang tua pasti pernah memakannya. Rasanya pun berbagai macam, ada yang manis, asam, pedas bahkan pahit. Nah, kalau ada permen rasa minyak kayu putih gimana tuh guys? Apa jadinya ya kira-kira? Ya udah daripada penasaran, mari kita simak sama-sama artikel di bawah ini.

Sejarah

Permen merupakan produk makanan yang mempunyai kadar gula tinggi seperti cokelat, mempunyai beberapa bahan selain gula untuk memodifikasi produknya seperti susu, putih telur, gum, lemak pada buah-buahan, emulsifier, flavour, kacang, coklat dan lain- lain. Menurut sejarah, para ahli pernah menemukan permen purba di Mesir sekitar 3500 tahun yang lalu dalam bentuk gumpalan madu kering.

Kegemaran yang awalnya hanya iseng belaka ini kemudian mendorong bangsa Mesir, Arab dan Cina kuno untuk membuat racikan manisan madu dengan berbagai macam rasa. Mulai dari rasa buah buahan sampai kacang kacangan. Perkembangan pembuatan permen ini juga di pengaruhi oleh kebiasaan makan coklat yang di populerkan suku Indian, Aztec dan Maya.

Pada abad ke-3 atau ke-4 manusia bisa membuat gula tebu di Persia lalu pengetahuan ini menyebar ke Arab, Afrika Utara dan Eropa kemudian permen pun dibuat dari gula. Dalam bahasa Inggris permen disebut candy, mungkin berasal dari kata kand (permen serdadu Iskandar Agung itu) atau dari kata Arab qand yang artinya gula.

Pada akhir abad ke-15, Columbus memperkenalkan tebu dari benua Amerika ke berbagai tempat. Kemudian muncullah perkebunan tebu dan kemudian pabrik gula di daerah tropis. Pertengahan abad ke-19 manusia mampu membuat mesin-mesin canggih pembuat permen yang bisa dibuat banyak dan murah.

Permen dibuat dengan mendidihkan campuran gula dan air bersama dengan bahan pewarna dan pemberi rasa sampai tercapai kadar air kira-kira 3%. Biasanya suhu yang digunakan sebagai petunjuk kandungan padatan. Sesudah dididihkan sampai mencapai kandungan padatan yang diinginkan (kurang lebih 150oC) sirup dituangkan pada cetakan dan dibiarkan tercetak.

Jenis-jenis permen

Permen memiliki bentuk yang cantik dan unik, begitu juga rasanya ada yang khas. Maka tak heran banyak yang meyukainya, apalagi anak-anak yang memang pecinta manis. Nah berikut ini merupakan jenis-jenis permen:

Permen karet

Siapa sih yang tak pernah makan permen karet? Permen ini memang asyik banget buat dikunyah karena lama habisnya. Yang bikin menarik lagi, biasanya permen ini bisa ditiup dan kita bisa bikin balon. Sama seperti permen lainnya, permen karet memiliki varian rasa juga lho.

Umumnya permen ini dibuat dari jenis pohon mastic, spruce atau sapodilla yang terkenal dengan keunikan warna, rasa dan wanginya. Yang bikin kenyal adalah sejenis bahan pengental di dalamnya. Bentuknya pun beraneka ragam, ada yang berbentuk bulat, kotak dan masih banyak lainnya.

Permen lollypop

Permen ini ditemukan oleh George Smith pada tahun 1908. Bentuk umumnya adalah bulat dan memiliki tangkai tetapi sekarang kamu bisa menemukan permen jenis ini dengan berbagai bentuk unik, contohnya aja permen berbentuk kaki, bundar, binatang dan lain-lain. Karena bentuknya super meriah dan berwarna warni, anak anak sangat menyukainya. Itu sebabnya lollypop jadi salah satu icon permen yang paling mudah diingat. Nama lollypop sendiri diambil dari nama kuda balap milik George.

Permen jahe

Permen jahe adalah sebuah jenis kembang gula yang berbahan dasar gula, biasanya gula merah dan jahe. Permen jahe ini cocok sekali untuk menghangatkan badan dan menyegarkan tenggorokan apalagi saat udara dingin. Permen ini asalnya dari Indonesia, negara yang terkenal sebagai penghasil rempah-rempah. Permen jahe memang merupakan permen yang tergolong kuno.

Berbicara permen ini bukan hanya berbicara puluhan tahun lalu, tetapi ratusan tahun. Setidaknya permen ini sudah tercatat di dalam buku Island of Java karya John Joseph Stockdale, pelancong berkebangsaan Inggris yang menyebutkan pada tahun 1778 Belanda mengirim sebanyak 10.000 pon (sekitar 5.000 kilogram) produk yang disebut candied ginger dari Batavia ke Eropa. Makanan ini digemari di Eropa karena menyembuhkan kembung atau dalam istilah ilmiah disebut flatulensi.

Permen jelly

Sesuai dengan namanya, jelly beans memang berbentuk bulat kecil seperti kacang. Mengandung banyak sekali madu dan dibuat dengan aneka ragam rasa dan warna. Gara gara bentuknya yang kecil dan mudah di bawa bawa permen ini paling sering dimakan di seluruh dunia. Rasanya manis, ya namanya juga permen. Segar dan kenyal seperti permen karet. Konon, permen jenis ini berasal dari Jerman. Tapi sekarang, di toko-toko terdekat bisa dengan mudah ditemukan.

Permen ini adalah cikal bakal berbagai bentuk permen gelatin lengket yang digemari di banyak negara. Permen empuk ini diciptakan oleh Hans Riegel dari kota bonn di Jerman pada tahun 1922. Permen warna-warni ini aslinya bernama gummibar atau gummibarchen yang dalam bahasa Inggris menjadi gummy bear dan ketenaran permen ini mencapai negara Amerika Serikat. Di sana gummy bear mempunyai 5 rasa khas. yaitu rapsberry (warna merah), jeruk (warna orange), stroberi (warna hijau), nanas dan lemon (warna kuning).

Botan rice candy

Kalau biasanya permen dibuat dari gula atau karamel, yang satu ini seperti namanya Botan Rice Candy ini ternyata terbuat dari campuran beras yang dicampur dengan jelly tetapi bukan jeli dari Jerman ya. Permen ini biasanya dibungkus menggunakan kertas yang bisa dimakan juga dan rasanya betul-betul unik.

Botan Rice Candy sangat lembut, kenyal, rasanya seperti jeruk lemon dan dilapisi kertas pembungkus beras. Permen ini seperti plastik dan kering, tetapi jika sudah dimakan maka permen tersebut akan mencair di mulut. Ini adalah permen tradisional Jepang dan saat ini sudah diimpor ke Amerika Utara dari Jepang oleh JFC International. Permen Botan Rice muncul dalam kotak kardus kecil yang berisi 3 / 4 (21 gram) permen.

Permen nougat

Saat singgah di Perancis jangan lupa ya mencicipi permen tradisional bernama Nougat ini. Permen yummy ini diolah menggunakan gula atau madu, kacang pistachio, almond, hazelnut plus buah buahan kering lainnya. Tekstur nougat berbeda-beda, ada yang lunak dan ada yang keras tergantung bahan yang dipakai. Tidak hanya tekstur, warnanya pun bisa berbeda. Nougat putih terbuat dari putih telur, sedangkan nougat cokelat dibuat dari gula caramel dan lebih kriuk kriuk saat dikunyah. Konon, resep permen ini dari Yunani.

Permen Turki

Permen yang satu ini jika dikunyah akan terasa empuk, kenyal dan manis. Camilan manis yang dari Turki ini punya rasa, warna dan bentuk. Tambahan air mawar membuat jelly ini jadi wangi semerbak saat dikunyah. Tekstur yang lembut dan lengket mirip jelly dan ditambahkan dengan potongan-potongan walnut, almond atau kenari serta taburan gula halus di permukaannya akan membuat permen ini akan semakin lezat.

Permen li hing

Permen yang berasal dari China ini terbuat dari buah plum kering dan diberi bubuk li hing yang rasanya manis, asam dan asin. Permen ini pada awalnya hanya ada di China dan beberapa negara Asia. Kemudian pada tahun 1900-an, permen ini dibawa masuk pertama kali ke Hawaii oleh seorang imigran asia yang bernama Yee Sheong. Kombinasi rasa yang ada menciptakan rasa kuat dan permen ini juga dipercaya bisa menyembuhkan penyakit radang tenggorokan. Li Hing Mui sendiri adalah bahasa mandarin yang jika diartikan adalah “travelling plum”.

Permen Rasa Minyak Kayu Putih

What? Permen rasa minyak kayu putih, beneran atau cuma hoax ini ya? Minyak kayu putih biasanya kan untuk mengatasi masuk angin, mual atau sakit kepala. Tapi, apa jadinya kalau ada permen dengan bahan minyak kayu putih? Namun fungsi ekstrak kayu putih ternyata tak hanya sebatas itu. Dengan pemanfaatan maksimal, ekstrak kayu putih bisa menjelma menjadi permen pelega tenggorokan. Permen ini memberi rasa hangat dan nyaman di tenggorokan bernama “Cajuput candy”.

Cajuput candy atau permen minyak kayu putih ini merupakan salah satu penemuan besar dari guru besar Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. C. Hanny Wijaya. Sayangnya, untuk saat ini permen tersebut hanya bisa dijumpai di berbagai gerai yang dikelola oleh IPB bahkan permen ini telah menjadi souvenir khas IPB. Rasa lega merupakan efek dari minyak atsiri yang disebut cajuput oil dalam tanaman kayu putih (Melaleuca cajuputi L).

“Minyak ini merupakan hasil destilasi kulit kayu dan daun tanaman kayu putih. Minyak atsiri yang kami gunakan sebagai bahan permen merupakan minyak murni, beda dengan olahan yang sudah dikemas sebagai minyak gosok,” kata peneliti dari IPB.

Dalam satu permen, kira-kira memiliki kandungan 1 persen cajuput oil. “Persen kandungan cajuput oil dalam permen tentu sudah melalui berbagai penelitian yang dilakukan sejak 1997. Kandungan satu persen cajuput oil memberi hasil cukup efektif dengan rasa yang bisa diterima tanpa menghapus manfaat yang bisa diperoleh,” kata Hanny. Namun, pemberian larutan gabungan antara minyak kayu putih dan peppermint pada permen menghasilkan efek yang lebih baik dibandingkan dengan pemberian masing-masing komponen secara terpisah. Efek permen kayu putih sebagai pelega tenggorokan tampaknya sudah tidak perlu lagi diragukan.

Penelitian dengan menggunakan permen kayu putih yang diencerkan dengan bervariasi konsentrasi campuran minyak kayu putih dan air serta peppermint dan air menunjukan hasil bahwa permen kayu putih yang telah diberikan minyak kayu putih encer (konsentrasi 0,7%) dapat membentuk sebuah lapisan yang dapat menghambat pertumbuhan calbicans secara in vitro (skala laboratorium). Namun, pemberian larutan gabungan antara minyak kayu putih dan peppermint pada permen menghasilkan efek yang lebih baik dibandingkan dengan pemberian masing-masing komponen secara terpisah.

Permen kayu putih hasil inovasi peneliti IPB ini membuat Hanny menyabet beberapa penghargaan. Seperti Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa dari 6 Kementrian RI dan permen tersebut mendapat pengakuan sebagai Asean Food Products pada 13th ASEAN Food Conference 2013 di Singapura.

Dengan begitu, konsumen permen kayu putih memperoleh dua manfaat sekaligus, yaitu sebagai pelega tenggorokan dan menjaga kesehatan rongga mulut. “Di sinilah masyarakat dan dunia industri harus berpikiran terbuka dan menghargai riset”, kata Hanny.

Demikianlah penjelasan di atas tersebut, apakah kamu tertarik dengan permen rasa minyak kayu putih tersebut? Hmmm atau jangan-jangan kamu mau langsung minum minyak kayu putihnya aja? Tergantung kamu aja ya mau yang mana, hehehe. Oke semoga dengan adanya artikel ini dapat memberikan pengetahuan terbaru yang bermanfaat untuk kamu dan semuanya. See you…