Apakah Kontak Lensa Aman Digunakan? Silahkan Simak Ulasan Berikut ini

Di zaman sekarang ini banyak hal yang bisa dilakukan untuk mempercantik diri. Asalkan uang banyak, maka apa pun bisa dilakukan untuk merubah penampilan. Salah satu hal yang paling simple untuk merias diri adalah memakai lensa kontak atau softlens.

Ya, tak usah ditanya lagi berapa banyak perempuan yang memakainya. Mungkin kontak lensa ini sudah menjadi bagian dari hiasan diri para perempuan. Nah yang menjadi pertanyaan adalah apakah kontak lensa ini aman untuk digunakan? Untuk mendapatkan jawabannya, mari kita simak di artikel ini seputar kontak lensa.

Pengertian Kontak Lensa

Lensa kontak adalah lensa sintetis yang menempel di permukaan mata dan berfungsi memperbaiki masalah penglihatan seperti miopi (rabun jauh), hipermetropi (rabun dekat), presbiopi (lensa tidak mampu memfokuskan cahaya) dan astigmatisma (penyimpangan dalam pembentukan bayangan pada lensa).

Lensa kontak juga nyaman untuk digunakan dan pada dasarnya bebas penggunaan tangan, cocok segala cuaca dan tidak akan berkabut dengan keringat atau panas. Lensa kontak membuat kamu dapat bergerak bebas dengan tetap mempertahankan penglihatan jernih, membuat lensa kontak menjadi pilihan yang lebih baik daripada kacamata untuk olahraga dan kegiatan luar rumah lain.

Terkadang, lensa kontak bisa juga dipakai hanya demi fashion atau hanya untuk gaya-gayaan. Siapa yang tidak ingin tampil menarik dengan bola mata yang besar dan berwarna yang dapat membuat bola mata seakan-akan menjadi lebih besar dan bersinar.

Dengan memakai lensa kontak berwarna bisa menjadi salah satu jawabannya. Popularitas dan ketenaran lensa kontak berwarna sangat meningkat belakangan ini. Bukan hanya untuk memperbaiki dan membantu penglihatan mata, melainkan untuk keperluan kosmetik alias kecantikan semata.

Jenis-Jenis Lensa Kontak

Penggunaan lensa kontak semakin meluas pada saat ini dan pilihan lensa kontak yang ada juga semakin menarik. Sebelum memutuskan menggunakan lensa kontak dan apa yang akan dipilih, ada baiknya kamu mengetahui jenis-jenis lensa kontak berikut ini.

  • Soft lens (lensa lembut): Terbuat dari material lembut dan fleksibel yang menyerap air dan sesuai dengan bentuk mata
  • Hard lens (lensa keras): Terbuat dari rigid gas-permeable plastic yang hanya meng-cover bagian kornea.

Tergantung jenisnya, softlens dapat dipakai selama satu hari atau pun selama beberapa hari tanpa perlu dilepas. Sedangkan soft lens extended wear lebih lama lagi, dapat dipakai selama 30 hari tanpa perlu dilepas.

Lensa kontak ini sebenarnya merupakan salah satu alat kesehatan yang seharusnya memerlukan resep dari dokter mata. Mengapa demikian? Mata adalah salah satu organ penting dari tubuh manusia dan mata setiap orang itu unik, dengan ukuran lingkaran mata, ukuran minus, plus atau silinder serta ketebalan kornea yang berbeda.

Apakah Kontak Lensa Aman Digunakan Secara Rutin?

Mata merupakan salah satu organ tubuh yang berfungsi untuk penglihatan. Saat ini banyak orang yang menggunakan soflens atau kontak lensa baik hanya untuk memperindah mata, mengubah warna mata maupun karna alasan lainnya. Penggunaan kontak lensa sendiri memiliki risiko untuk terjadinya infeksi pada mata.

Apakah kamu salah satu pengguna rutin lensa kontak? Jika iya, coba kamu ingat kembali berapa lama waktu yang kamu habiskan untuk menggunakan lensa kontak dalam sehari. Kebanyakan orang malas mencopot lensa kontak dan tetap menggunakannya meskipun sudah merasa tidak nyaman. Pada kasus yang berbeda, banyak orang lupa melepasnya hingga terbawa tidur semalaman.

Batas waktu penggunaan lensa kontak dalam sehari adalah sekitar 10 sampai 12 jam. Jika kamu tidak melepasnya sama sekali hingga melebihi 12 jam, maka akan timbul masalah pada mata. Seperti rasa tidak nyaman, mata kering, mata merah hingga rentan terhadap infeksi. Bila kamu mengalami ketidaknyamanan saat menggunakan lensa kontak, lebih baik copot lensa sesegera mungkin.

Lensa kontak tidak dirancang dan dibuat untuk digunakan dalam waktu yang lama, terlebih lagi jika tidak dilepas selama tidur semalaman. Hal ini disebabkan karena kornea butuh oksigen, sementara penggunaan lensa kontak dapat menghambat oksigen yang masuk ke mata. Banyak sekali risiko yang berbahaya dengan pemakaian lensa kontak berwarna, salah satu yang tersering adalah infeksi mata yang pada akhirnya dapat menyebabkan ulkus kornea atau lecet pada kornea, sampai pada kebutaan.

Apa yang terjadi jika dipakai terus-menerus? Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko infeksi pada pemakaian lensa kontak berwarna adalah pemakaian lensa kontak semalaman atau dibawa untuk tidur, pemakaian yang berkepanjangan, mata kering dan tidak menjaga kebersihan dengan baik.

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko infeksi pada pemakaian lensa kontak berwarna adalah pemakaian lensa kontak semalaman atau dibawa untuk tidur, pemakaian yang berkepanjangan, mata kering dan tidak menjaga kebersihan dengan baik.

Pemakaian lensa kontak warna juga berpengaruh pada produksi air mata yang berfungsi menyalurkan oksigen ke kornea mata dan melubrikasi kornea. Dengan berkurangnya air mata dan lubrikasi, maka akan berkurang pula pasokan oksigen dan ketahanan mata yang menyebabkan risiko untuk terjadi kerusakan pada kornea pun lebih tinggi.

Jika kamu mengalami tanda-tanda yang menunjukkan masalah pada mata kamu akibat terlalu lama pakai lensa kontak, sebaiknya hentikan penggunaannya untuk sementara waktu sampai kondisi mata kamu benar-benar kembali sehat. Selanjutnya, periksakan diri ke dokter agar kamu tahu penyebab pasti dari masalah mata yang kamu alami.

Kesalahan Dalam Memakai Kontak Lensa

Mata adalah jendela diri yang memancarkan pesona tersendiri. Karena itu, sebagian orang enggan menyembunyikannya di balik kacamata. Lensa kontak menjadi alternatif pilihan untuk membantu penglihatan sekaligus memperindah mata. Namun masih banyak orang melakukan kesalahan yang sangat berbahaya bagi kesehatan mata mereka. Berikut ini kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan:

  • Tidur menggunakan lensa kontak

Selelah apa pun kamu karena setelah seharian beraktivitas, jangan pernah lupa (atau malas) untuk melepas lensa kontak sebelum tidur. Saat mata tertutup, ekosistem hangat yang telah diciptakan oleh lensa kontak selama kamu seharian beraktivitas akan semakin meningkat dan aktivitas kuman dan bakteri pun akan semakin giat.

Pada saat tidur, bakteri pada lensa kontak dapat tumbuh subur di bawah kelopak mata yang hangat dan lembap. Tidur dengan lensa kontak adalah penyebab utama dari borok kornea, jenis infeksi mata yang sangat menyakitkan dan sulit untuk diobati. Hal ini berpotensi menyebabkan iritasi kornea dimana pada jangka waktu panjang bisa membuat mata terasa sangat sakit.

Pada kasus tertentu yang parah, borok kornea bisa berakibat kebutaan permanen dan memerlukan transplantasi kornea sebagai satu-satunya jalan keluar demi mendapatkan kembali penglihatan normal. Selain itu, lensa kontak juga bisa menyebabkan luka baret pada kornea akibat terus bergeser selama kamu tidur.

  • Pakai lensa kontak terlalu lama

Seperti yang sudah dijelaskan di atas tadi kalau ini adalah kebiasaan yang paling sering dilakukan. Salah satu alasannya adalah kenyamanan dan tidak mau repot bolak-balik membeli yang baru atau pergi ke kamar mandi untuk menggantinya.

Jika dipakai melebihi jangka waktu yang seharusnya, lensa kontak bisa berdampak buruk bagi kornea (lapisan terluar mata). Walaupun lapisan lensa kontak dibuat berpori agar memudahkan oksigen terserap ke dalam kornea, kornea tetap membutuhkan asupan oksigen yang mencukupi untuk menjaga kelembapan mata saat lensa kontak dilepas.

Lensa kontak terutama jenis yang lunak, menciptakan suhu hangat dan lembap untuk mikroorganisme seperti bakteri, kuman, jamur dan parasit bisa berkembang biak. Semakin lama kamu menggunakan lensa kontak, mikroorganisme jahat ini akan mulai menggerogoti kornea kamu sebagai asupan makanannya.

  • Menggunakan lensa kontak melebihi masa pakai

Kalau kamu membeli lensa kontak dengan masa pakai 1 bulan, maka setelah lewat dari 1 bulan sejak masa pemakaian, sebaiknya kamu mengganti dengan yang baru. Sebaik apapun kamu menjaga kebersihannya, lensa kontak yang sudah melebihi masa pakai yang disarankan berisiko mengakibatkan infeksi mata yang memicu kebutaan. Ciri lensa kontak yang sudah expired adalah mata terasa perih, gatal atau mengganjal saat dipakai.

  • Sembarangan menyimpan lensa kontak

Setiap produsen lensa kontak yang ada di pasaran akan menyertakan instruksi lengkap seputar cara penyimpanan dan disinfeksi dengan benar. Jika kamu mengabaikan instruksi tersebut, kamu mungkin akan merusak lensa kontak kamu sendiri. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan membuat kamu lebih rentan terhadap infeksi mata berat.

Membersihkan dan dinsinfeksi lensa kontak bukan satu-satunya hal yang harus selalu kamu perhatikan. Saat kamu menempatkan lensa kontak kamu yang bersih dan steril ke dalam tempat yang kotor, mikroorganisme yang sudah terlanjur hinggap di sela-sela tempat lensa kontak bisa berpindah ke lensa dan menginfeksi mata saat kamu memakainya di lain waktu.

  • Memegang lensa kontak dengan jari yang kotor

Untuk menghindari kontaminasi bakteri pada mata, bersihkan tangan sebelum memakai dan menyentuh lensa kontak.

  • Mandi dan berenang pakai lensa kontak

Jika kamu memang masih membutuhkan lensa kontak ketika selesai berenang, segera lepas lensa kontak kamu keluar dari kolam dan cuci tangan dengan bersih. Bilas bersih dan sterilkan selama satu malam sebelum menggunakan kembali.

  • Menggunakan lensa kontak milik orang lain

Sekalipun kamu memiliki ukuran minus atau silinder yang sama dengan orang lain, bukan berarti kamu dapat saling bertukar lensa kontak. Risiko yang akan timbul adalah penularan virus, infeksi kornea serta mata merah.

Cara menggunakan lensa kontak:

  • Sebelum memakai, cuci lensa kontak terlebih dahulu dengan solutions yang diteteskan 3-4 tetes pada telapak tangan lalu gosok secara lembut selama kurang lebih 10 detik. Lakukan pada kedua sisinya.
  • Letakan lensa kontak pada ujung jari telunjuk, lalu gunakan jari tengah (tangan yang memegang lensa kontak) untuk menarik kelopak mata bawah.
  • Gunakan jari telunjuk atau jari tengah dari tangan yang lain untuk mengangkat kelopak mata atas. Lalu perlahan-lahan tempelkan lensa kontak pada mata.
  • Lepas tangan kamu lalu berkediplah agar lensa kontak menempati posisi tengah mata dengan sempurna.
  • Ulangi langkah di atas untuk lensa satunya.

Beberapa saran dalam merawat lensa kontak diantaranya:

  • Patuhi petunjuk perawatan lensa kontak kamu, termasuk menggunakan cairan pembersih yang tepat.
  • Hanya menggunakan cairan pembersih yang telah direkomendasikan untuk lensa kontak jenis tertentu. Jangan membersihkan lensa kontak dengan air keran, air liur, deterjen, sabun, apalagi desinfektan rumah tangga atau cairan pembersih lainnya.
  • Cuci, bilas dan keringkan tangan sebelum memegang lensa kontak.
  • Jangan memakai lensa kontak lebih lama dari waktu maksimum yang direkomendasikan oleh ahli kesehatan mata kamu.
  • Segera ganti lensa kontak seperti yang telah direkomendasikan dan lakukan pemeriksaan jika dirasa penggunaannya membuat kamu terganggu.

Demikianlah penjelasan tentang kontak lensa di atas tersebut, semoga artikel ini dapat memberikan informsi yang bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan kamu tentang lensa kontak. Sekian dulu dan sampai jumpa lagi…