Berat Dan Bikin Pusing Kepala, Inilah Mahkota Pengantin Adat Indonesia Yang Indah

Pernikahan adalah suatu yang begitu membahagiakan bagi satu pasangan dan oleh karena itu mereka pun akan menggelar pesta pernikahan yang mereka inginkan. Sebelum pesta berlangsung, tentu saja mempelai akan mempersiapkan acara adat serta pakaian adat yang akan dipakai. Nah ngomongin pakaian adat nih ya guys, untuk pakaian adat yang dipakai sang pengantin perempuan pasti akan memakai mahkota pengantin. Kamu tahu gak kalau ternyata mahkota kepala tersebut tidak ringan lho? Yuk, langsung aja kita lihat di bawah ini.

Hiasan Kepala Pengantin Adat Indonesia

Indonesia adalah negara yang besar dan memiliki budaya yang beragam, nah maka dari itu untuk pakaian adat pernikahan pun beragam jenis mulai dari Sabang sampai Merauke. Pakaian adat tersebut dibuat dari kain tradisional yang merupakan kerajinan tangan masyarakat Indonesia.

Pakaian adat yang bervariasi di Indonesia muncul karena sukunya yang juga beragam dan setiap pakaian adat mengandung nilai-nilai tersendiri. Masing-masing kota memiliki baju adat pernikahan yang indah dan tentu saja tidak ketinggalan hiasan kepala atau pun yang disebut dengan mahkota pengantin.

Pernikahan tradisional Indonesia hampir semua dilengkapi dengan hiasan kepala yang tak kalah megahnya. Dari Aceh sampai Papua, semua pengantin perempuan selalu tampil dengan mahkota, paes, hiasan, bunga melati dan aksesoris lainnya yang indah dipandang.

Meskipun seringkali berat dan sulit dikenakan, hiasan kepala tradisional menambahkan keanggunan tersendiri untuk sang pengantin. Makna simbolis yang terkandung pada tiap mahkota membuatnya lebih dari sekadar pemanis. Bahkan, mahkota adat seringkali merupakan elemen terpenting dalam setelan busana pengantin tradisional. Berikut ini adalah mahkota pengantin yang berat:

Siger Sunda

Siger merupakan salah satu mahkota yang biasa dipakai oleh pengantin Sunda. Mahkota ini memiliki filosofi yang berarti kearifan, kehormatan dan sikap bijak yang harus dijunjung tinggi. Bentuk mahkota yang menempel pada dahi ini dipercantik dengan lima buah cucuk serta untaian bunga melati di belakang mahkota. Untuk berat Siger Sunda ini diketahui bisa mencapai 2 kilogram.

Sanggul Bokor Mengkurep Solo Putri

Untuk pernikahan tradisional Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta memang tidak menggunakan mahkota berukuran besar. Namun, jangan sangka keseluruhan tata rambutnya bisa mencapai 2-2.5 kilogram lantaran bentuk sanggul dan dihiasi oleh ronce melati panjang bernama tibo dodo dan 5-9 cunduk mentul.

Walaupun terlihat mirip, paes Solo putri dan Yogya putri memiliki beberapa perbedaan. Sanggul pada riasan Yogyakarta lebih lebar di bagian bawah, sedangkan Solo kebalikannya. Paes Yogyakarta juga memiliki bentuk serta sudut yang lebih tajam.

Suntiang Minang

 

Bagi kamu yang berdarah Minang atau berasal dari Sumatera Barat tentu akrab dengab suntiang. Ya, suntiang merupakan mahkota yang dikenakan pengantin wanita adat Minang atau Padang. Suntiang tradisional setidaknya tersusun dari 11 lapisan bunga, emas dan alumunium. Maka tak heran bila berat suntiang bisa mencapai 5-6 kilogram, waw pastinya akan membuat kepala pusing ya guys karena beratnya. Namun, kini semakin banyak pengantin yang memilih suntiang berbahan kuningan yang lebih ringan dan praktis.

Mahkota Pengantin Palembang

Pengantin dari Palembang, Sumatra Selatan dapat memilih busana pengantin aesan paksangko atau aesan gede yang sama-sama cantik. Mahkota aesan gede biasanya dipasangkan dengan pakaian dodot berwarna merah muda dan aksesori emas untuk melambangkan keagungan kerajaan Sriwijaya. Sedangkan, mahkota aesan paksangko atau pak sangkok biasanya dikenakan dengan baju kurung berwarna merah. Mahkotanya terdiri dari susunan yang ditumpuk-tumpuk dengan nuansa keemasan (khas Sumatra banget). Berat mahkota pengantin Palembang ini kurang lebih sekitar dari 3,5 kg lho.

Mahkota Pengantin Bugis

Pengantin Bugis terlihat begitu unik berkat riasan dahi berwarna hitam yang disebut dadasa. Tata rambutnya pun istimewa dengan sanggul yang berdiri tegak di bagian belakang kepala sebagai tempat menyisipkan berbagai aksesori. Hiasan bunga logam bernama pinang goyang diletakkan di atas sanggul, sedangkan bunga simpolong dipasang di sisi sanggul. Terakhir, mahkota saloko duduk di atas kepala seperti bando. Secara keseluruhan, tata rambut pengantin Bugis menyerupai burung merak yang cantik. Dadasa ini bermakna seperti bunga teratai sebagai bunga suci dan kaya manfaat. Seluruh hiasan kepala ini memiliki berat 2.5 kg.

Mahkota Pengantin Bali Agung

Pengantin khas Bali ini dirias dengan hiasan bunga sandat berwarna emas dalam jumlah banyak. Hiasan ini ditusukkan ke rambut yang sudah ditata terlebih dahulu. Ingat ya, ditusukkan ke rambut bukan ke kepala. Hehehe becanda gengs. Total bunga sandat yang ada di kepala pengantin Bali ini bisa berjumlah puluhan sampai ratusan yang mana membuat sang pengantin harus menahan beban 3,5 kg. Harus sabar sabar deh pengantin wanita menahan beratnya ya.

Siger Lampung

Berbeda dengan Siger Sunda, Siger Lampung memiliki ukuran yang lebih besar. Ujung runcing mahkota siger pepadun melambangkan sembilan sungai yang berada di Lampung. Kemudian, mahkota tiga susun yang lebih kecil diletakkan di atas siger lalu dipercantik dengan untaian melati. Wa tapi jangan salah ya guys, karena beratnya bisa mencapai 3.5-4 kilogram.

Nah itu dia mahkota pengantin yang memiliki berat wow alias tidak ringan, kalau gak tahan biar pusing-pusing tuh kepalanya atau bahkan bisa pingsan ya sangking beratnya. Ya semoga aja jangan sampai kejadian deh, hehehe. Okeyyy sekian dulu ya guys pembahasan kita di artikel ini, sampai jumpa lagi di artikel berikutnya. See you bye bye….