Seni Lukis: Pengertian, Unsur Beserta Tekniknya

Di dunia ini begitu banyak macam-macam seni, misalnya seni musik dan juga seni lukis. Tapi, yang akan kita bahas kali ini adalah seni lukis. Nah seni lukis sendiri memiliki banyak peminatnya dan bahkan sering dijadikan sebagai sebuah koleksian dengan harga yang fantastis bagi seseorangyang mengerti arti seni itu sendiri. Namun untuk kalian yang masih awam dengan seni lukis, saya akan menjelaskan lebih detail dalam artikel ini.

Apa Itu Seni Lukis?

Seni lukis merupakan salah satu jenis seni rupa yang di mana makna dari kata lukis atau melukis adalah sebuah pengembangan lebih lanjut dan lebih utuh dari seni menggambar. Seni ini memiliki sejarah yang sangat panjang dan dalam perkembanganya pada setiap era memiliki ciri khas dan tujuan serta fungsi tertentu. Banyak sekali aliran serta teknik yang digunakan para seniman untuk mengekspresikan imajinasi mereka.

Seni ini banyak digemari oleh banyak kalangan, tak terkecuali anak-anak atau orang dewasa. Kalau dalam ilmu Biologi, seni dapat membantu jaringan dan otak berkembang terutama untuk anak-anak. Kreatifitas, sifat aktif dan imajinasi yang dikerjakan otak bisa dibantu oleh seni. Oleh karena itu, banyak orang yang menganggap bahwa seni sangat menyenangkan.

Pada umumnya, sebuah karya seni lukis merupakan suatu gambaran atau ungkapan ekspresi dari seorang pelukis. Kebanyakan pelukis biasanya akan menemukan kepuasan tersendiri dengan karya yang ia lukis. Para seniman dapat secara bebas mengekspresikan diri dalam lukisan sehingga dihasilkan suatu karya yang memiliki nilai estetika yang tinggi.

Lukisan sendiri adalah seni rupa murni dua dimensi yang dituangkan dalam media lukis (kanvas, kertas, dll) dengan menggunakan alat lukis seperti cat, pensil dan lain sebagainya. Dengan konsep titik, garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur dan efek pencahayaan dengan acuan estetika, maka terciptalah suatu karya lukisan yang dapat dinikmati keindahannya.

Komponen Yang Terdapat Di Dalam Seni Lukis

Seni lukis ini terdiri dari tiga komponen, yaitu subyek, bentuk dan isi. Ketiganya merupakan hal yang penting diperhatikan, karena perpaduan yang tepat ketiganyalah yang akan menghasilkan suatu karya seni lukis yang baik. Berikut ini penjelasan masing-masing komponen:

Subyek: Merupakan sesuatu yang menjadi bentuk lukisan. Subjek dibedakan menjadi dua, yakni:

  • Lukisan bentuk figuratif, artinya subjek masih terikat dengan alam atau dengan kata lain mengambil bentuk-bentuk yang ada di alam.
  • Lukisan bentuk non figuratif (abstrak), artinya subyek tidak terikat dengan alam.

Bentuk: Merupakan cara seniman mengekspresikan subjek yang dilukisnya menjadi sebuah karya dua dimensi yang nyata.

Isi: Merupakan tujuan terakhir yang ingin dicapai seniman, yakni hasil dari kesan ungkapan eksresi melalui sebuah karya seni lukis. Pengungkapan ini biasanya ditemukan dalam beberapa aliran seni lukis.

Bagi pecinta lukisan, sebuah karya lukisan adalah keindahan yang menimbulkan decak kagum sehingga tidak jarang para kolektor sanggup mengeluarkan sejumlah uang yang tidak sedikit hanya untuk memiliki lukisan yang mencuri perhatiannya. Oleh karena itu, meskipun tidak memperhatikan nilai guna, karya seni lukis merupakan salah satu karya seni yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Alat dan bahan: Media yang diperlukan dalam pembuatan seni lukis terdiri dari alat dan bahan. Berikut ini media seni lukis yang meliputi:

  • Alat lukis

Alat yang digunakan dalam seni lukis sama dengan peralatan menggambar pada umumnya, yaitu

  1. Cat air
  2. Pensil
  3. Cat poster
  4. pensil warna
  5. Pastel
  6. Kuas
  7. Crayon
  8. Cat akrilik
  9. Kuas
  10. Palet
  11. Pisau Plaet
  12. Easel atau penjepit kanvas
  13. Pembersih kuas
  • Bahan

Alat dan bahan untuk membuat karya seni rupa disebut dengan media seni rupa. Setiap alat dan bahan memiliki sifat dan karakter yang berbeda. Perbedaan sifat ini juga menentukan cara dan teknik berkarya yang akan diterapkan. Pada dasarnya setiap medium atau bahan memiliki dua sifat dasar, yakni:

  1. Sifat fisik, yaitu medium dapat dilihan dengan mata, permukaannya bisa kasar atau halus, keras, lunak, mudah pecah, bersifat elastis dan lainnya.
  2. Sifat estetis, yaitu sifat keindahan yang dimiliki setiap medium berbeda. Nilai estetika lukisan menggunakan media cat minyak tentu akan berbeda dengan lukisan yang menggunakan media cat air.

 

Unsur Seni lukis

Tak hanya komponen, seni lukis juga memiliki unsur-unsur yang membentuknya. Dalam seni lukis terdapat dua unsur seni di dalamnya berikut ini penjelasanya:

Unsur Visual

Unsur yang pertama adalah unsul visual yang mengandung material visual dan dapat dilihat atau dibuat sesuai keinginan dari sang pelukis. Unsur visual terbagi menjadi beberapa poin penting yang bisa dipelajari jika ingin menjadi pelukis dan berikut yang termasuk unsur visual:

  • Titik (point)

Titik merupakan penggambaran atau teknik paling mendasar dan paling lemah. Titik merupakan elemen paling utama dan juga paling dasar yang ada pada seni lukis. Hampir setiap lukisan dimulai dari teknik titik. Beberapa lukisan bahkan menjadikan titik sebagai bahan utama sampai terwujud atau terbentuknya sebuah gambar yang terlihat.

  • Garis (Line)

Berikutnya ada garis atau line. Elemen ini merupakan elemen dasar kedua setelah titik. Dimana garis bisa dibentuk dari dua titik yang berjauhan dan diisikan gambar atau diberikan gambar diantaranya. Garis juga sering difungsikan sebagai pembatas antara beberapa jenis atau bentuk gambar.

Garis dibagi menjadi dua yaitu garis alamiah dan garis buatan. Untuk garis alamiah misalnya terdapat gambar yang memang realita objeknya berbatas, misalnya gunung dan pantai atau langit dan juga laut. Selain itu untuk garis buatan sengaja dibuat, misalnya bentuk atau kontur wajah atau bentuk bujur sangkar dari sebuah rumah.

  • Ruang (space)

Teknik selanjutnya adalah ruang. Elemen ini merupakan elemen tertinggi dari pelukisan secara teknik tanpa melibatkan tambahan atau ornamen lainnya. Ruang memberikan kesan hidup atau sesuai objek pada lukisan. Ruang memperlihatkan berbagai sisi bahkan ruang hampa diantaranya.

Sehingga lukisan yang menggunakan ruang sudah menjadi seni lukis karya menengah. Ruang bisa digunakan untuk menggambar berbagai objek seperti alam, benda timbul, rumah secara 3 dimensi dan 4 dimensi.

  • Bidang (field)

Semakin jauh semakin sulit teknik penggunannya. Bidang merupakan elemen selanjutnya yang tidak hanya berbentuk dua dimensi dan menggabungkan titik. Namun bidang sudah menggunakan lebih dari dua sisi dan membentuk sebuah ruang yang tidak hidup.

Umumnya bidang diidentifikasikan sebagai dua sisi yang memiliki sisi lebar dan panjang saja. Bentuk bidang dianggap sebuah teknik dasar bagi para pelukis yang ingin melukis objek sesuai kenyataan dan terlihat hidup.

  • Warna (color)

Adanya indera mata sangat dibutuhkan fungsinya. Salah satunya adalah dengan menggunakan mata maka kita dapat melihat warna bentuk dan wujud dari sebuah benda. Terutama bisa melihat warna yang ternyata menjadi lebih bagus dan indah. Warna sendiri terbagi menjadi beberapa macam, yakni ada warna primer yang merupakan warna dasar tanpa campuran seperti putih, merah dan biru.

Sedangkan warna sekunder terdiri dari warna campuran tingkat pertama yaitu hijau, jingga dan ungu. Untuk warna lainnya ada warna analogus yang misalnya gradasi antara hijau ke kuning dan warna komplementer yang dibuat seperti gradasi dengan warna agak jauh dan melingkar misalnya kuning sampai ungu lalu beralih ke merah.

Unsur Non Visual

Selain unsur visual tapi juga seni lukis memiliki unsur non visual. Jika peranan unsur visual ini menjadi alat untuk membentuk dari sebuah seni lukis berbeda lagi dengan unsur non visual, berikut ini penjelasanya:

  • Konsep

Konsep dalam lukisan bisa dikatakan cukup penting. Konsep merupakan sketsa awal atau peta awal dalam menggambarkan lukisan yang akan ditumpahkan dalam media lukis. Beberapa pelukis mengaku mereka tidak memiliki konsep dan menggambarnya secara spontan. Namun jika aliran yang diikuti sudah jelas dan objeknya pun jelas atau imajinasinya tergambar dengan jelas umumnya pasti menggunakan konsep agar hasil lukisan matang.

  • Imajinasi

Lukis merupakan gambar yang direalisasikan atau digambarkan dalam sebuah media yang lebih kecil. Tidak hanya objek yang dibutuhkan melainkan imajinasi. Sedangkan imajinasi terdapat pada masing-masing orang dan berkembang secara berbeda.

Imajinasi bisa dianggap khayalan dan gambaran yang dibuat oleh pikiran yang bisa saja penggambaran baik yang pernah dilihat atau yang belum pernah dilihat oleh pelukis tersebut. imajinasi dianggap hal penting dan mahal, terutama ketika sudah tumpah menjadi sebuah gambar dan lukisan.

  • Pengalaman

Karya lukisan mungkin ada dalam satu aliran, namun terkadang jenis penggambarannya berbeda. Hal ini karena terkait pandangan hidup si pelukis dan juga pengalaman. Objek yang sama misalnya sebuah guci akan berbeda ketika ada dua pelukis menggambarnya dalam sisi yang berbeda.

Satu pelukis bisa saja menggambarkan sebuah guci saja di ruang kosong sesuai dengan realita, namun satu pelukis lagi menambahkan sebuah guci yang berderet dalam sebuah ruangan klasik. Semua tergantung pandangan hidup dan pengalaman pelukis tersebut. Hal seperti ini dianggap mahal dan tidak semua bisa melakukannya.

Aliran Pada Seni Lukis

Seni lukis telah berkembang sejak lama dan telah melahirkan bermacam aliran seni lukis yang semuanya memiliki kekhasannya masing-masing. Banyak para seniman lukis yang terkenal di dunia dan karena itu para tokoh seniman tersebut tidak disadari mempunyai sebuah gaya atau ciri khas yang berbeda dan unik. Berikut ini macam-macam aliran seni lukis yang sudah populer di kalangan para seniman:

  • Romantisme

Romantisme adalah aliran seni lukis yang ingin menampilakan nilai-nilai indah, irasionak, fantastik dan absurd serta biasanya menceritakan kisah romantis atau dramatis. Tokoh yang menganut aliran ini antara lain Raden Saleh, Gerriwult dan Theobore.

  • Naturalisme

Aliran Naturalisme yakni aliran seni lukis yang berusha menyampaikan suatu objek lukisan secara alami. Aliran naturalisme ini memiliki kemiripan dengan realisme akan tetapi naturalisme ini memiliki salah satu tambahan agar mendapatkan hasil yang lebih baik.

  • Realisme

Aliran Realisme adalah salah satu aliran seni yang memiliki karya seni lukis dengan apa adanya yang ada di dalam kehidupan sehari – hari dan lukisan tersebut seperti nyata tanpa ada tambahan.

  • Abstraksionisme

Aliran Abstraksionisme merupakan aliran seni lukis yang menggunakan bentuk dan warna dalam cara non-representasional. Aliran ini juga dikenal aliran seni lukis yang menghindari peniruan objek secara mentah, memberikan sensasi keberadaan objek dan menggantikan unsur bentuk dan porsinya.

  • Pointilisme

Pointilisme adalah salah satu aliran dalam seni lukis yang memberikan gambaran suatu objek dan penggambarannya dengan menggunakan titik titik.

  • Ekspresionisme

Aliran Ekspresionisme adalah suatu aliran yang memberikan kebebasan distorsi bentuk dan warna untuk melahirkan emosi ataupun menyatakan sensasi dari dalam (baik objeknya maupun senimannya).

  • Surealisme

Aliran Surealisme adalah salah satu aliran yang memiliki hubungan yang erat dengan dunia fantasi. Sehingga seakan-akan pelukis berada di dalam dunia mimpi. Lukisan aliran ini seringkali memiliki bentuk atau lukisan seperti khayalan atau yang tidak logis.

  • Klasikisme

Klasikisme adalah salah satu aliran dalam seni lukis yang akan memberikan tampilan gambar lebih klasik dan memiliki karakter dan ciri-ciri tersendiri. Aliran ini banyak ditemukan di nusantara dan mancanegara. Aliran ini biasanya mengacu pada Romawi dan Yunani.

  • Impresionisme

Aliran Impresionisme adalah aliran seni lukis yang berusaha memperlihat kesan yang ditangkap oleh objek. Aliran dalam seni lukis ini memiliki gambar yang kurang detail sehingga terlihat bahwa hasil lukisan sedikit kabur.

  • Futurisme

Aliran Futurisme adalah aliran seni lukis yang menggambarkan objek lukisan yang terlihat seperti bergerak. Sebuah objek digambarkan beberapa kali secara perspektif dan secara sama. Aliran ini menekankan pada keindahan gerak, garis, visual dan warna sebagai seni lukis anti-kubisme yang statis.

  • Optik

Aliran optik ini merupakan aliran seni lukis yang menggambarkan sebuah objek manipulasi visual yang dapat menipu mata.

  • Kubisme

Aliran Kubisme adalah aliran yang memiliki bentuk-bentuk geometris seperti segitiga, segi empat, lingkaran, silinder, bola, kerucut, kubus dan kotak-kotak.

Dengan melukis, maka lukisan tersebut dapat mengungkapkan perasaan dan ekspresi pribadi dari seorang seniman lukis. Di samping untuk ekspresi pribadi, juga untuk kepentingan pihak luar, yaitu sebagai sarana komunikasi.

Teknik Melukis

Nah buat kamu yang belum mengerti tentang bagaimana melukis, wajib tahu nih teknik-teknik melukis sesuai kemampuan kamu. Hal ini sangat penting agar mendapatkan hasil yang sempurna, berikut ini merupakan beberapa teknik melukis secara umum:

  • Teknik aquarel

Teknik aquarel ini merupakan teknik melukis menggunakan cat air (aquarel) dan goresan warna yang tipis sehingga lukisan yang dihasilkan teknik melukis ini terkesan tembus pandang atau transparan. Pada teknik ini baiknya menggunakan cat yang sedikit encer agar menghasilkan sapuan yang tipis dan ringan.

Media yang sering digunakan dalam teknik ini yaitu kertas lukis. Teknik aquarel umum biasanya diterapkan pada kegiatan melukis di sekolah dengan menggunakan cat air dan kertas gambar.

  • Teknik spray

Teknik spray adalah teknik melukis dengan cara menyemprotkan cat ke media lukis. Tujuan menggunakan teknik ini yakni untuk menghasilkan lukisan yang lebih halus dan tampak lebih visual. Kamu mungkin sering melihat graffiti di tembok-tembok jalan, itulah salah satu contoh melukis dengan teknik spray. Dan beberapa contoh lain penggunaan teknik ini adalah pada pewarnaan part kendaraan, kasing handphone, produk hias dan juga pada melukis Grafity.

  • Teknik plakat

Plakat ini merupakan teknik melukis yang menggunakan cat air, cat akrilik atau cat minyak dengan sapuan warna cat yang tebal dan kental sehingga lukisan yang dihasilkan akan tampak pekat atau menutup seluruh medianya. Teknik melukis ini sering digunakan oleh pelukis professional untuk menghasilkan lukisan yang mempesona dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.

  • Teknik tempera

Teknik lukis tempera ini adalah sebuah teknik lukis dengan mencampurkan sebuah kuning telur ke dalam cat sebagai bahan perekat dalam lukisan. Media yang digunakan sebagai media melukis adalah kayu sebagai kanvas dan ada juga yang langsung melukis tembok sebagai medianya. Hal ini nantinya akan menghasilkan sebuah karya seni yang menyatu dengan ilmu arsitektur. Teknik ini sering sekali di gunakan oleh pelukis- pelukis yang sudah profesional.

  • Teknik pointilis

Teknik pointilis merupakan salah satu teknik yang cukup bisa dibilang membutuhkan kesabaran dibanding teknik yang lainnya. Cara penggunaan teknik ini adalah membuat sebuah lukisan dengan menggunakan sebuah unsur titik hingga menjadi sebuah lukisan yang indah dan menawan.

Tidak hanya dengan satu warna saja, terkadang para seniman ahli menggunakan beberapa warna sekaligus untuk menciptakan gradasi warna yang indah untukk mengatur gelap terang dari lukisan tersebut.

  • Teknik lukis cat minyak

Seni lukis cat minyak adalah proses melukis dengan menggunakan pigmen yang terikat dengan media minyak pengering. Minyak pengering yang biasa digunakan seperti minyak biji rami, minyak kenari dan minyak poppyseed. Seorang seniman lukis mungkin saja menggunakan berbagai macam jenis minyak yang berbeda hanya dalam sebuah lukisan tergantung efek yang diinginkannya.

  • Teknik basah

Teknik lukis basah merupakan sebuah teknik melukis dengan cara membuat encer cat minyak dengan menggunakan linseed oil atau minyak cat. Setelah cat diencerkan dalam batas kekentalan tertentu barulah digunakan untuk memoles di atas permukaan kanvas.

  • Teknik kering

Kebalikan dengan teknik basah, teknik kering berarti melukis tanpa menggunakan linseed oil atau minyak cat.
Kuas yang digunakan pada teknik kering haruslah dalam keadaan kering serta tidak berminyak. Untuk teknik ini disarankan menggunakan cat yang baru keluar dari dalam tube.

  • Teknik campuran

Teknik ini merupakan teknik melukis perpaduan antara teknik basah dan teknik kering. Teknik ini biasanya diawali dengan penggunaan teknik kering dahulu kemudian teknik basah dengan cara memblok warna sembari menambahkan intensitas minyak cat secara perlahan hingga lukisan jadi.

 

Demikianlah uraian mengenai seni lukis di atas tersebut, semoga saja sudah cukup jelas untuk kalian pahami. Di dunia ini memang begitu banyak seni seperti salah satunya seni lukis yang baru saja dijelaskan. Semoga saja dengan adanya artikel ini dapat menginspirasi kamu menjadi seorang pelukis yang handal ya, hehehe. Nah sepertinya sampai disini dulu perjumpaan kita kali ini ya guys, sampai ketemu lagi…